
Pertunjukan event Paris Fashion Week berlangsung begitu semarak sejak kehadiran Baby di sana. Beberapa waktu menghabiskan waktu bersamanya membuat Tango semakin ingin mengulik asal usul Baby. Sayang, Mariska menutup semua akses informasi pribadi para anggota agency modelnya dengan sangat ketat, sehingga membuat Tango kesulitan.
"Harus dengan cara apa lagi agar aku bisa mendapatkan informasi darinya. Si Loli bisa-bisanya menipuku dengan sebuah kebohongan."
"Hm, baiklah akan aku retas data di dalam laptop mu, Kak!" Ucap Tango sambil menyeringai.
Acara puncak sekaligus penutupan event pagelaran Paris Fashion Week berlangsung sangat meriah. Beberapa designer bahkan ingin mengontrak Baby secara eksklusif kali dalam kesempatan kali ini.
Duet di atas panggung bersama Tango sukses membuat kedua nama model ini melambung, bahkan Tango dikontrak oleh salah satu majalah Vogue untuk menjadi brand ambasador bersama Baby Corn.
"Selamat untuk pencapaian kalian berdua."
"Makasih Kak, kalau bukan karena bantuan dan pendidikan dari Kakak nggak mungkin Baby bisa sampai di sini."
"Nggak juga Baby, kamu memang sudah berbakat sejak awal, Kakak merasa sangat beruntung mengenal kamu."
Setelah mengucapkan selamat pada Baby, kini giliran Mariska memberikan selamat untuk bintang barunya yaitu Tango.
"Terima kasih Tango sudah bersedia masuk ke dalam agency Kakak."
"Sama-sama, Kak."
"Oh, ya besok kalian jadwalnya free, bagaimana kalau kita merayakan keberhasilan kita bersama teman-teman satu tim dengan kalian?"
"Boleh, Kak," ucap Tango spontan.
"Kalau kamu Baby?"
"Mungkin aku agak telat Kak, soalnya besok jadwalnya aku chek up."
"Oke, nggak apa-apa, santai aja."
Sebenarnya ajang Fashion Show kali ini Cherry masih diberikan kesempatan oleh Mariska untuk ikut, tetapi ternyata dengan alasan pengobatan Cherry menolaknya. Beruntung ia sudah bertemu Tango dalam suatu acara, hanya dengan melihat gestur tubuhnya, Mariska pun langsung merekrut Tango.
Sementara itu, acara yang sudah dipersiapkan Jas Jus untuk pendekatan pada Michael gagal akibat sang pujaan hati sedang makan siang dengan seorang gadis remaja. Rasa sakit hati dan cemburu langsung memburu dada Jas Jus kala itu. Sampai saat ini bahkan ia masih mengurung diri di kamarnya.
"Dasar lelaki sama aja, nggak muda nggak yang tua sama aja playboy, nyebelin!"
"Huaaa ... rasanya sad banget bestie, andai kamu bukan abangnya Baby udah gue giles tuh muka, biarin nggak ada yang naksir lagi kecuali gue!"
Jas Jus terus mengurung dirinya di kamar, saat lapar ia hanya menyuruh beberapa pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.h
🍂 Di ruang makan.
"Mam, kenapa udah lebih dari lima hari di Jessie mengurung diri di kamar sih?"
"Biasa lah Pa, urusan anak muda yang krek kan kayak gitu."
"Krek apaan sih Mam?"
"Krek itu hatinya terbelah menjadi dua, yah gitu akibatnya kalau nggak sopan sama orang tua, udah menyerobot bolu kesukaan Papa, eh balik-balik dia mewek. Mana eyelinernya luntur, pokoknya berangkat cantik pulangnya acak adul, hiyaaa .... kalau nggak krek mana mungkin kek gitu."
Mama Kara memang sangat ahli dalam dunia cinta dan anak muda, jadi sedikit pergerakan atau tingkah aneh dari putrinya tanpa harus ia bercerita ia sudah mengetahuinya.
Merasa jika omongan istrinya lebih relevan, Papa Gerry membiarkan anaknya untuk menenangkan diri.
"Untung aja Jessie belum masuk kuliah dengan full, bisa-bisa kalau dia masih suka sering bolos, ya jelas bakal di DO deh," ucap Mama Kara dengan entengnya.
"Mama, jangan doain putri kita seperti itu, lagi pula keceriaan dia adalah sembangat Papa saat bete, kalau Mama adalah semangat dalam setiap alirab darahku, ehem."
"Papa ... pagi-pagi jangan ngegombal, bikin hati Mama meleleh nih."