LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 70. FAKTA BARU



"Kalau kamu menginginkan aku untuk bersama denganmu, maka lakukan apa yang aku pinta!" ancam Tango pada Loli.


Loli mengepalkan tangannya dengan erat, sehingga hal itu terbaca oleh Tango. Terlebih Tango sangat pandai mengendalikan dan membaca keadaan sekitarnya.


"Ayo gadis kecil, kita lihat siapa yang akan memainkan perannya kali ini. Jangan harap bisa mendapatkan hatiku dengan mudah, karena hatiku hanya untuk satu orang, bermimpi bersanding denganku sama saja harus mengikuti permainanku."


Dari pertama kali Tango bertemu Baby, sebenarnya ada getaran aneh yang menyerangnya tetapi ia terlalu gengsi untuk mengungkapkan. Sehingga sampai saat ini ia terkesan sangat membenci Baby. Padahal ia hanya penasaran dengan sosok Baby yang menurut Tango, gestur dan sorot mata Baby sangat mirip dengan seseorang yang sedang ia cari.


"Sepertinya kamu juga tertarik dengan Baby si gadis cacat itu, apa sih menariknya Baby ketimbang aku."


Loli masih saja tenggelam akan semua pemikirannya. Sebelum ini ia memang tidak tertarik dengan perjodohan ini, tetapi tidak akan ada lelaki lain yang mau menerima keadaan dirinya yang sudah jatuh miskin. Hanya dengan mengikuti perjodohan ini ia berharap jika Tango dan neneknya bisa membantu Loli bangkit dari keterpurukannya.


.


.


Setelah melakukan video call dengan kekasih hatinya, Maxime melepas hodie yang ia pakai. Ia melihat tampilan dirinya di cermin.


"Apa aku memang pantas bersama Baby?"


"Apa aku tidak terlalu tua jika bersanding dengannya?"


Profesi Cherry yang sedang merintis karir di dunia modeling sempat membuat percikan api di dalam rumah tangga mereka yang baru seumur jagung. Perselisihan pendapat, perbedaan misi dan visi diantara keduanya bukan lagi berada di jalan yang sama, melainkan berbeda jalur.


Bahkan demi karir yang sangat ia junjung, Cherry meminum pil KB untuk menunda kehamilannya. Hal itu lama kelamaan diketahui oleh Maxime dan membuatnya geram. Bagaimana bisa ia tidak menginginkan hadirnya buah hati di dalam pernikahan mereka. Bahkan Cherry lebih memiloh karir ketimbang tinggal bersama suaminya di Paris.


Saat ia mendapatkan tawaran menjadi salah satu model di Amerika membuat Cherry mengajukan gugatan cerai. Pihak management model tempat ia bernaung tidak mengijinkan modelnya menikah ataupun sampai hamil.


Cherry muda lebih memilih karirnya ketimbang memperjuangkan kehidupan rumah tangganya. Sejak saat itu, gugatan cerai pun diajukan ke pengadilan dan dalam kurun waktu satu bulan mereka resmi bercerai tanpa ada sidang mediasi. Karena memang tujuan awal adalah mendapatkan surat cerai, maka Maxime pun memudahkan jalannya persidangan cerai.


Ketika palu hakim di ketuk, Maxime berjanji tidak akan lagi mudah jatuh cinta karena putus cinta lebih menyakitkan daripads sakit gigi. Maxime mengusap gusar wajahnya, membilasnya dengan air agar bayangan tentang Cherry segera hilang.


"Semua bayangan tentang hidupmu sudah bukan menjadi tanggung jawabku lagi, dan satu lagi sekarang hanya ada Baby yang akan mengisi hari-hariku setelah ini. Meski nanti banyak rintangan yang akan aku dapatkan tetapi aku yakin jika aku dan Baby bersama semua akan terasa mudah."


Maxime segera berbalik dan keluar dari kamar mandi, ia meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang. Pembicaraannya mereka tampaknya sangat serius karena durasi percakapan mereka lebih panjang dan terasa sangat penting.


Sementara itu di dalam kamarnya, Baby baru saja mendapatkan serangan cinta duda kaya. Lengkungan senyum tiada henti menghinggapi Baby. Meski awalnya banyak keraguan di dalam hatinya tetapi entah kenapa semakin lama semakin nyaman.


Lalu apakah setelah ini Tango akan mencintai Baby? Atau Cherry bisa menggunakan teknik lain untuk mencelakai Baby? Daripada penasaran lebih baik kita simak di part selanjutnya ya.