LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 84. MAXIME



Dokter Maxime baru saja selesai memeriksa seorang pasien yang biasanya melakukan chek up rutin kepadanya. Hanya karena si pasien tidak mau diperiksa oleh asisten dokter Maxime membuat ia harus menunda penerbangannya untuk kembali ke Inggris.


Saat ia baru saja keluar dari ruang praktek tidak sengaja ia melihat dokter Fany berlari ke salah satu ruangan bersama beberapa tenaga medis yang lainnya. Karena rasa penasaran dan ada sebuah rasa aneh menyerang dirinya, dia pun menyusul mereka. Sejenak ia terkejut ketika mendapati Tango berada di depan ruangan yang dimasuki oleh dokter Fany.


Saat masuk begitu terkejutnya saat melihat siapa yang berada di atas brankar.


"Baby? Ada apa dengannya, ya Tuhan, bibirnya pucat sekali," gumamnya dalam hati.


Saat ini kakinya melemah untuk bisa mendekatinya saat ini. Hanya beberapa langkah lagi ia bisa mendekatinya tetapi ini apa?"


"Apa yang harus dilakukan saat ini dokter Fany?" tanya salah seorang petugas medis yang panik.


Karena kondisi Baby tidak kunjung membaik, membuat dokter Maxime berkeinginan untuk menyelamatkan pemilik hatinya. Ia kemudian mendekati dokter Fany.


"Ada apa ini?" tanya dokter Maxime dengan sangat pelan.


Dokter Fany yang sudah hafal kebiasaan dokter Maxime segera mundur dan memberikan waktu dan tempat untuk Maxime.


"Baby mengalami urtikaria dingin atau lebih sering di sebut alergi dingin."


"Lalu kenapa kalian mendiamkannya seperti ini, mari kita lakukan pengobatan terbaik untuk Baby."


Kali ini dokter Maxime memberikan beberapa obat setelah selesai memeriksa denyut nadi Baby dan memastikan keadaannya. Setelah beberapa saat, brankar Baby segera didorong menuju kamar untuk ruang perawatannya.


Dokter Maxime menghembuskan nafasnya secara kasar. Memandangi kepergian Baby dengan sorot mata sendu.


"Apa karena terlalu obsesi pada karir model sampai kau tidak memperhatikan kesehatanmu saat ini. Baru kemarin aku menjagamu sekarang sudah seperti ini."


Ada rasa kecewa yang menghinggapi hati dokter Maxime, tetapi ia harus mempercepat proses pembelajarannya di Inggris. Ia tidak mau melihat Baby sakit lagi setelah ini.


"Jadi semua ini ulahmu? Oke tunggu aku akan menyelesaikanmu sesaat lagi."


Kali ini dokter Maxime sudah membawa beberapa bodyguard untuk menjaganya dan sebagian menjaga kamu yang suka lewat, eh salah Baby sang pemilik hati dokter Maxime. Seringnya kalau disuruh memilih, mereka akan memilih menjaga Baby ketimbang mengikutinya.


Kenapa, karena memiliki bos lelaki tampan itu sungguh membuat mereka pusing tujuh keliling. Karena sudah pasti disuruh menyeret wanita itu pergi jauh dari kehidupan Maxime dan Baby.


Sesampainya di apartemen.


"Sayang kenapa kamu menghindari kedatanganku?"


"Jangan panggil sayang karena hubungan kita sebatas adik dan kakak."


"Nggak kamu nggak bisa mengatakan semua ini. Sejak dulu kamu tahu jika aku sangat menyukaimu, kenapa sekarang sangat tega terhadapku?"


"Karena sejak awal aku tidak pernah menyukaimu!"


Jleb


Sejak kecil rasa cinta untukmu hanya sebatas adik kakak, emang membuat kamu tumbuh dengan salah arti di sini juga merupakan sebuah kesalahan.


"Maaf jika aku salah, tetapi untuk mundur dari barisan wanita yang memujamu demi uang dan uang aku tidak bisa, karena sampai kapan pun aku tetap mencintaimu."


"Stop Steffany, jangan sampai kau melampaui batas."


Maxime merasa ada hal aneh di sini. Ia sama sekali tidak menyangka jika seorang wanita yang telah ia anggap waktu kecil berani mendekatinya.


"Sepertinya obsesi Steffany berlebihan, lebih baik aku bawa dia ke psikiater," gumam dokter Maxime.