
***Jasson pov
Ketika melihat mu tertidur dengan wajah polos mu aku seperti membayang kan tidur dengan seorang bidadari cantik seperti mu, sifat mu yang polos itu lah yang membuat ku tertarik pada mu,bodoh nya aku jika dulu aku tidak menyia nyiakan mu, jika dulu aku tidak membuat mu menangis,tidak mempermainkan mu mungkin saat ini aku sudah bisa hidup bahagia bersama mu.
lihat lah sekarang bagaimana aku tidak tergila gila padamu alana kau mempunyai paras wajah yang sangat sempurna mempunyai sifat lemah lembut dan apa lagi ini aku mendengar suara mu yang merdu membuat ku benar benar gila, aku berjanji apa pun yang akan terjadi ke depan nya aku tidak akan melepas kan mu alana aishley gilbert i love you***.
jasson pov end.
prok prok prok
mendengar seseorang yang bertepuk tangan alana segera menoleh kan kepala nya ke arah samping ia melihat jasson berada di ambang pintu berjalan mendekati nya.
Je ne pensais pas que tu étais bon pour jouer du piano et chanter(aku tidak menyangka kau pintar bermain piano dan menyanyi).
Hening tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibir alana hanya ada tatapan mata mereka yang saling memandang satu sama lain.
Alana tidak menghirau kan ucapan yang keluar dari mulut jasson alana melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan tersebut meninggal kan jasson di ruangan tersebut, dia memutus kan untuk menuju taman yang ada di mansion tersebut dan duduk di bangku yang sudah di sedia kan disana tak lama ia menyentuh dada nya yang sudah berdetak keras dari tadi, banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiran nya untuk jasson tapi sampai saat ini pun dia tidak berani bertanya kepada jasson apa lagi melihat tatapan nya yang tajam saja membuat nyali nya menciut dan lidah nya menjadi kelu untuk berbicara sedikit pun.
alana pov
apa sih mau nya pria itu aku muak setiap kali dia berbicara tentang aku harus menjadi istri nya sebenernya apa yang ada di pikiran nya ,seenak nya dulu kau yang membuang ku seperti seonggok sampah dan sekarang sampah ini kau pungut kembali dan kau kurung sampah ini disini hiks apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau harus di kurung disini selama nya aku rindu ke bebasan ku,rindu rebecca eh bagaimana kabar nya rebecca ya apa dia mengkhawatir kan ku? pasti sekarang dia sedang cemas mencari ku kesan kemari maafkan aku rebecca aku selalu saja menyusah kan mu.
pokonya aku harus keluar dari sini tapi bagaimana cara nya disini banyak bodyguard yang menjaga belum lagi cctv di setiap penjuru yang ada hiks menyedih kan sekali hidup ku ,aku tidak boleh menyerah akan aku pikir kan nanti cara nya supaya aku bisa keluar dari sini.
alana pov end
Dari kejauhan ada sepasang mata yang tajam memperhatikan alana tak lama bibir nya menyunggingkan senyum kemenangan.