
Sebuah kisah cinta dua orang anak manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda kini berahir bahagia. Berawal dari kisah pasien dengan dokter yang ahli syaraf. Ketidak-sengajaan saat menerima pekerjaan saat itu rupanya membawanya dalam takdir baru. Sebuah misi untuk menemukan kisah cinta sejatinya.
Perbedaan pendapat dari awal sudah sangat terlihat dan menjadi bumbu kisah cinta mereka. Sikap Baby yang apa adanya, pantang menyerah, sangat ambisius dalam pekerjaan membuat Maxime jatuh cinta pada gadis ABG tersebut.
Tidak disangka berawal dari pertemuan-pertemuan kecil itu lama kelamaan menjadi sebuah percikan cinta dari keduanya. Semakin hari cinta mereka mampu tumbuh subur sampai saat ini.
Masa lalu yang sempat menghantui keduanya telah membuat mereka lebih dewasa. Kini masa depan yang cerah sudah menanti. Sebuah rencana besar jugasudah dipersiapkan oleh kedua belah pihak keluarga besar Maxime dan Baby.
Bayangan kebahagian jika kedua perusahaan itu bergabung membuat Kakek Delicious semakin mantap menjadikan Baby sebagai calon istri Maxime. Begitu pula dengan Daddy Oreo yang memang ingin menjalin kerja sama dengan pihak keluarga Maxime sejak lama, akhirnya mendapatkan sebuah titik cerah.
๐Beberapa bulan kemudian.
Setelah acara lamaran enam bulan yang lalu, kini tibalah di mana Baby dan Maxime akan mengikat tali cinta mereka ke dalam hubungan sakral yaitu sebuah pernikahan.
Pengantin wanita kini sedang berada di dalam kamarnya. Baby tampak cantik setelah dirias selama beberapa jam. Kalau istilah Jawa, paras ayu Baby Corn tampak manglingi. Make-up pengantin yang dipoleskan ke wajah Baby membuat siapa pun yang memandangnya akan tersihir dan melupakan bahwa ia adalah seorang disable. Belum lagi balutan baju pengantin berwarna putih yang Baby kenakan membuatnya semakin terlihat cantik seperti Baby.
"Kamu cantik sekali sayang?"
"Terima kasih Mom."
Cibiran yang sebelumnya pernah ia rasakan kini berganti dengan sanjungan dari berbagai pihak. Apalagi karir Baby semakin menanjak setelah wawancara eksklusif dengan majalah Vogue kemarin memudahkan langkahnya sebagai supermodel.
Desakan dari pihak keluarga yang menginginkan jika pernikahan mereka dipercepat tidak membuat kesakralan acara hari ini berkurang. Semuanya telah dipersiapkan secara baik-baik sebelum ini. Sementara itu Baby dan Maxime hanya perlu mempersiapkan hati dan fisiknya saja.
Rasa cemas, grogi juga dirasakan oleh kedua mempelai. Meskipun ini pernikahan yang kedua kali, tetap saja hal itu tidak mengurangi rasa cemas di hati Maxime. Jack yang sedari tadi berada satu ruangan dengan Bos nya hanya bisa berdiam di sudut ruangan. Ia takut kena semprot bila salah mengucapkan kata-kata.
"Jack ...."
"Saya Pak Bos, ada yang bisa saya bantu?"
"Ada, tolong buatkan aku minuman yang menenangkan sekarang."
"Yang seperti apa Pa Bos?"
"Pikir sendiri, yang penting jangan kemanisan dan rendah kalori."
"Waduh, apa ya Pak Bos?" Jack kebingungan sendiri dengan permintaan dari Maxime yang menurutnya sangat aneh dan menyebalkan.
Kalau boleh memilih ia akan meminta pindah tempat kerja tetapi Kakek Delicious tidak mengabulkannya sehingga mau tak mau ia harus tetap bertahan.
"Masih berdiam diri di situ, mau saya pecat atau dikirim ke Antartika?"
"Nggak mau aku Bos, aku lom kawin, masa dikirim ke sana!"
"Ya kalau nggak mau, cepat bikin!"
"Siap."
Jack bergegas pergi ke lantai bawah, lebih tepatnya ke dapur untuk membuatkan minuman yang diinginkan Maxime. Sementara itu mobil yang dipersiapkan untuk mempelai pria sudah siap di lantai bawah. Beberapa pendamping pengantin pria juga sudah berbaris rapi di anak tangga untuk menyambut Maxime. Di dalam barisan itu dr. Haris juga turut menjadi bagian dari acara penting itu.
Tidak begitu lama, Maxime akhirnya turun dan bergabung dengan mereka. Tanpa menunggu kedatangan Jack, Maxime sudah di bawa pergi oleh beberapa para pendamping pengantin pria. Kini barisan mobil mewah tersebut sudah berjalan beriringan menuju Kediaman Baby.
Jack yang baru saja selesai membuat minuman begitu kaget saat melihat kamar Maxime yang kosong.
"Astaga, gue ditinggal Pak Boss."
...โโโ...
Semua orang tampak rapi dan bersiap menunggu mempelai pria.
"Duh, nggak sabar deh, buat ngeliat Om gue datang!" ucap Jas Jus dalam hati.
Ia sengaja bersiap di kediaman Baby daripada mengikuti iringan pengantin pria. Untung saja, tidak membutuhkan waktu yang lama, barisan iringan pengantin pria telah tiba.
Mobil pengantin pria berada di barisan terdepan. Dari dalam mobil muncullah dokter Maxime yang didampingi oleh Kakek Delicious. Keduanya langsung masuk ke dalam rumah karena acara ijab kabul akan segera di mulai.
Beberapa hari yang lalu, Maxime yang semula beragama non muslim sudah menjadi muallaf. Kini acara pernikahan siap dilakukan. Baby sudah bersiap di ruangan sebelah, sementara di lokasi ijab kabul sudah ada Daddy Oreo didampingi penghulu dan beberapa saksi dari kedua belah pihak.
Waktu yang ditunggu telah tiba. Meskipun sama-sama dalam keadaan grogi, nyatanya tidak membuat kesakralan acara ijab kabul itu berkurang. Berkat usaha dan latihan keras dari Maxime akhirnya ia bisa mengucap lafaz kabul dalam satu kali tarikan nafas.
"Ananda Maxime Perkasa bin Chryst Jeon Perkasa saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Baby Cornelia binti Casablanca Oreo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Daddy Oreo sambil menyalami tangan Macime.
Dengan satu tarikan nafas, Maxime mengucap lafal qobulnya, "Saya terima nikah dan kawinnya Baby Cornelia binti Casablanca Oreo dengan mas kawinnya tersebut dibayar tunai.
"Sah?" tanya penghulu.
"Sah," jawab semua orang yang hadir di tempat itu.
"Alhamdulillah" ucap mereka serempak.
Kini saatnya penghulu membacakan doa untuk kedua pengantin. Semua orang mengaminkannya.
...โโโ...
Malam harinya, di kamar sebuah hotel.
Balutan tuxedo hitam dipadukan dengan dasi kupu-kupu membuat tampilan pengantin pria semakin terlihat tampan. Begitu pula dengan Baby yang sudah memakai gaun untuk pesta resepsi di salah satu hotel ternama di Jakarta.
Keduanya akan melanjutkan acara pesta pernikahan mereka di sebuah hotel. Meskipun tidak semua tamu dapat datang, tetapi banyak kolega bisnis dari Michael dan Daddy Oreo yang hadir di sana.
Pesta pernikahan mereka berlangsung cukup meriah, hingga malam harinya mereka bisa kembali ke hotel tepat waktu. Saat ini bukannya menikmati acara malam pertama. Kedua pengantin malah berada di balkon kamar hotel sambil memandangi langit.
"Kenapa senyam-senyum sendiri?" tanya Maxime yang berdiri di samping Baby sambil mencuri pandang ke arah Baby.
"Nggak apa-apa, cuma ingat perjuangan kisah cinta kita aja kok."
Maxime memegang kedua pipi Baby, mengarahkannya agar Baby menatap wajahnya. Sepasang mata itu kini beradu satu sama lain, saling mengagumi keindahan Tuhan untuk sesaat.
"Terima kasih sudah mau menerimaku menjadi suamimu."
Baby tersenyum, "Terima kasih juga sudah membuatku tersenyum di masa kelamku, terima kasih sudah menerima kekurangan yang aku miliki."
Tangan Maxime menyentuh bibir ranum yang berwarna merah muda itu. Membuatnya terdiam agar ia lebih leluasa memandangi wajah cantik milik Baby.
Semakin lama memandangi wajah Baby semakin besar pula keinginan Maxime untuk mencicipi bibir merah muda itu, tetapi Maxime tidak mau membuat keromantisan keduanya menghilang. Karena itu, ia pun semakin mendekati Baby dengan perlahan. Semakin lama semakin mendekat dan akhirnya, "Cup."
Detak jantung Baby berhenti sejenak, mata Baby membola ketika benda kenyal tersebut membuka paksa kedua bibirnya. Membiarkan lidah Maxime menari di dalam indera pengecap miliknya. Semakin lama semakin dalam, Maxime menangkup wajah Baby dengan lembut. Membuatnya dengan mudah mengeksplor indera pengecap keduanya. Hingga ciuman pertama di antara mereka akhirnya terjadi.
Canggung, ya tentu saja ia canggung, apalagi saat ini mereka baru saja resmi sebagai suami istri. Bukankah sudah menjadi rahasia umum jika setelah menikah mereka akan melakukan malam pertama.
Melakukan hal pemanasan seperti saat ini saja sudah membuat detak jantung keduanya berdenyut sangat kencang. Tetapi sepasang pengantin baru itu terlihat malu-malu.
Akankah pemanasan dari keduanya akan berlanjut hingga acara inti?