LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 94. RENCANA ULTAH JAS JUS



"Dek, Lu serius mau nyuruh gue buat pergi ke ultah Jas Jus dan menyamar jadi pacarnya?"


Baby membalikkan kursinya dan menatap Michael dengan lembut, "Iya dong, kan aku juga bakal datang ke sana, aku udah ijin sama Mam and Daddy buat pergi ke Indonesia."


"Trus nggak ijin sama pacar dokter kamu?"


Baby mengaduk-aduk es jus miliknya, sambil menatapnya dalam.


"Aku ragu sama dia, akhir-akhir ini sikapnya begitu aneh. Belum lagi kedekatannya dengan para wanita. Bukannya orang kuliah itu pasti banyak teman cewek?"


"Bukankah dia selalu terbuka?"


"Memang, tapi entah kenapa sejak ia kuliah sikapnya begitu berbeda, agak aneh gitu."


Michael mendekati adik perempuannya itu dan memegang tangannya, "Kalau kamu ada apa-apa sama dia, bilang aja sama Abang."


"Lagi pula meskipun dia lebih dewasa dariku tetapi aku tidak pernah takut padanya."


Baby merentangkan tangannya, mengerti jika adiknya butuh sandaran ia pun memeluknya.


"Jika nanti Abang udah punya istri, jangan lupain aku ya, aku nggak tau lagi tempatku ternyaman selain Abang."


"Tentu, meski aku udah berkeluarga nanti selamanya aku akan berada di garda terdepan untukmu."


Baby mengeratkan pelukannya, sementara Michael mencium keningnya.


.


.


"Mami ...."


"Ada apa, Sayang?"


"Gimana kalau ultahku dirayakan di Paris aja, biar Baby bisa datang gitu?"


"Untung Baby udah telepon duluan, kalau enggak aku bisa menuruti kemauan bodoh gadis ini nih."


Merasa ibunya tidak menghiraukan ucapan darinya, Jas Jus mengulangi pertanyaannya.


"Mami!"


"Nggak usah teriak, kalau tetap mau dirayakan, silakan ikuti kemauan Mam, kalau nggak mau dirayakan ya enggak kenapa-napa!"


"Mami kok gitu?" protes Jas Jus.


"Lagi pula calon menantu Mam kan ada di Indonesia kenapa pakai diranyain ke Paris? Memangnya teman-teman kamu anak Presiden atau Crazy Rich gitu sampai merelakan waktunya demi menghadiri ulang tahun kamu."


"Dih Mami nggak seru!"


"Nggak seru yo wes, nanti alokasi dana buat ultah kamu biar Mam and Daddy pakai buat honeymoon."


Jas Jus yang sudah menaiki tangga menoleh kesal terhadap Mamanya, "Maaamiiii ...."


"Sekali lagi teriak, Mama potong uang jajan kamu."


Jas Jus yang terlanjur kesal menghentak-hentakkan kakinya di lantai tangga, tetapi sejenak kemudian ia sudah pergi menuju kamarnya.


Mama Kara menoleh ke arah pintu, "Siapa sih bertamu siang-siang, nggak tau apa lagi perang dunia sama anak sendiri!"


Meskipun mulutnya mengomel, Mama Kara tetap berjalan mendekati pintu utama untuk membuka pintu. Sesaat setelah ia membuka pintu ia sedikit terpukau akan hadirnya pemuda tampan di hadapannya itu.


"Selamat siang Tante?" sapanya ramah.


"Selamat siang, maaf ini siapa ya?"


Bryan tersenyum pada Mama Kara, "Saya Bryan Tante, putranya Om Adam."


"Adam, ya ampun ... kamu anaknya Adam, silakan masuk!"


"Terima kasih Tante. Oh ya, Jessi kemana, ya?"


"Jessi baru saja naik ke kamarnya, kalau kamu mau ketemu naik aja!"


"Oh enggak usah Tante, aku di sini aja nunggu Jessi turun."


"Ya sudah, ayo ikut tante masak kue aja. Nggak apa-apa kan bantu tante."


"Nggak apa-apa kok, lagi pula aku juga sering masak selama di Aussie kemarin."


"Astaga naga, tante sampai lupa kamu kan baru saja pulang dari study kamu ya. Pantes jarang ketemu ... maaf tante lupa."


"Nggak apa-apa kok tante. Santai aja."


"Kata Mama kamu, nggak dilanjut kuliah di sana, memangnya kenapa?"


"Enggak Tan, aku lebih suka budaya di sini. Lagi pula Papa menyuruh aku kuliah di sini sekaligus belajar bisnis sama Papa, jadi aku nggak lanjut ke sana."


"Uh so sweet banget sih, Tante jadi pengen punya mantu kayak kamu."


"Ha ha ha, Tante bisa aja."


🍂Kamar Jas Jus.


Nuansa pink sangat terasa di kamar tersebut. Membuat siapa saja menyukai tempat itu, terlebih jika dia seorang gadis feminin seperti Jas Jus.


"Perasaan gue kok nggak enak ya, lagi pula siapa sih tamu Mama, kok berisik sekali di bawah?"


Dengan mengenakan sandal bunny berwarna merah muda Jas Jus mencoba mengintip siapa tamunya di bawah. Jas Jus menyipitkan matanya ke bawah, mencoba melihat siapa sih lelaki berbaju merah muda soft yang berdekatan dengan mamanya. Saat Bryan menoleh tentu saja Jas Jus menjadi terkejut.


"Astaga, keponakan bengek! Ngapain pula ia ke sini."


Dengan mengendap-endap Jas Jus berbalik. Sayang, Bryan terlalu peka dan sempat melihat sekelebat bayangan Jas Jus di dekat tangga dan ia tersenyum. Begitu pula dengan Mama Kara yang sangat hafal dengan kebiasaan putribya.


"Jas Jus, kenapa ngintip, sini temani Mama masak bareng Bryan."


"Nggak mau Ma , nanti malam ada perjamuan khusus, jadi aku nggak mau rusak make up ku kali ini."


"Kok gitu, dia jauh-jauh datang kemari hanya untuk bertemu denganmu."


"Tapi aku nggak suka!" bentak Jas Jus.


...🌹Bersambung🌹...