
Kimberly berguling kesana kemari mencari posisi ternyaman mendadak malam ini kimberly tidak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukan tengah malam,terdengar suara berisik orang yang tertawa karena penasaran kimberly mengintip dari gordeng kamar nya dan ternyata suara berisik itu dari tetangga sebelah di lihat nya daffin yang sedang berkumpul dengan teman teman nya.
"berisik banget dah suara nya sampe kedenger kesini"gerutu nya sebal
kimberly kembali melangkah menuju ranjang queen size nya dan merebah kan badan nya disana lama kelamaan kimberly pun terlelap memasuki alam mimpi nya.
bad mood, crumpled face plus inclement weather itulah yang sedang kimberly alami sekarang ,PMS OH PMS mengapa engkau hadir di antara wanita sungguh sangat menyiksa.
Dengan wajah kusut kimberly melangkah menuju ruang makan untuk melakukan sarapan dimana anggota keluarga nya sudah ada disana,mengernyit heran alana bertanya
"kamu kenapa ka? perasaan dari kemarin kamu aneh deh" alana
"apasih mom lili ga apa apa" kimberly
"masa sih?" tanya alana menempelken punggung tangan nya ke kening kimberly "ga panas ko" gumam nya
"aku ga apa apa mom serius ih nyebelin kemarin nyebut aku gembel sekarang bilang aku aneh,astaga lili harus gimana mom lili lelah"
Nahkan mulai lagi lantas alana lebih memilih bungkam keadaan di meja makan hening hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring, jasson melirik ke arah alana dan kimberly bergantian.
"apa liat liat?" alana yang merasa di perhatikan akhirnya menegur jasson.
"uhuk..uhuk"jasson tersedak karena kaget alana ketus seperti itu ternyata masih marah gara gara kemarin toh pikir jasson lantas jasson tersenyum "ga apa apa ko kamu hari ini cantik banget sih" rayu nya
"oh jadi kemarin kemarin aku ga cantik gitu?"
'Nahkan salah lagi'batin jasson berteriak memang susah jika singa betina sudah marah marah seperti ini "tiap hari kamu cantik ko, cuma hari ini aura nya beda aja gitu"
"cih"alana berdecih diam diam alana tersenyum terlihat pipi alana merona merah
Jasson yang melihat itu terkekeh dalam hati'kena kan lo'tidak di ragukan lagi walaupun umur jasson sudah memasuki kepala empat ketampanan nya masih bertahan sampai sekarang.
"udah ah kimberly berangkat" pamit nya pada kedua orang tua nya
"hati hati di jalan jangan ngebut sayang" jasson
"iya mom dad"
kimberly mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang 20 menit berlalu alana sudah sampai di sekolah nya memarkirkan mobil nya dengan rapih lantas alana berjalan menuju ke kelas nya dengan wajah di tekuk sesampainya di kelas kimberly menelungkupkan wajah nya di atas lipatan tangan nya,dita yang melihat itu segera menghampiri sahabat nya itu
"kenapa lo?"dita
Kimberly tidak menanggapi hanya diam sambil menatap dita kesal seolah dita mengerti jika kimberly tidak mau di ganggu Akhirnya dita memutuskan untuk kembali ke bangku nya, kelas yang biasa nya ramai oleh ocehan kimberly kini tak terdengar sedangkan daffin hanya melirik nya sekilas tanpa berniat bertanya hingga tak terasa bel masuk pun berbunyi menandakan kegiatan belajar di mulai,pa asep guru matematika yang terkenal killer memasuki kelas dan mulai mengabsen satu persatu murid yang hadir hingga pada absen terakhir pak asep memanggil nama kimberly tapi tak ada sahutan dari kimberly.
kimberly kylie smith
hening
kimberly kylie smith
masih juga hening hingga pada akhir nya pak asep menghampiri meja kimberly dan mengulang memanggil nya
kimberly kylie smith
Seketika kimberly terlonjak kaget bagaimana tidak pak asep berbicara tepat di samping telinga kimberly
"ya pak" kimberly
"kamu melamun? ngelamunin apa? sampai sampai saya panggil kamu tidak menyaut"
"a..anu pak saya mikirin kucing saya yang mau lahiran"jawab kimberly asal yang mengundang gelak tawa murid sekelas.
"DIAM!!!"bentak pak asep yang langsung membuat kelas menjadi hening"kita mulai pelajaran" dan pelajaran pun di mulai berlangsung beberapa jam yang mana membuat kimberly bosan setengah mati.