LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 72. RENCANA KECIL



...⚜⚜⚜...


...Sebuah cerita di masa lalu selalu terurai menjadi hubungan-hubungan yang baru. Benang mereka saling terhubung satu sama lain meskipun dalam tubuh yang berbeda, menjalin sebuah asa meski tak selamanya bisa bersama....


...Cinta memang rumit, tidak terasa tetapi saling berkaitan. Melibatkan dua jiwa, satu hati. Meski ego tinggi menjulang, tetapi saat cinta mulai menyapa, rasa saling memiliki itu semakin mendekatkan satu sama lain....


...⚜⚜⚜...


Saat ini, Baby, Tango, Mariska dan semua model yang bernaung dalam agency model milik Mariska telah berkumpul di sebuah restaurant di tepi Sungai Seine. Pemandangan malam itu sungguh memanjakan mata. Kilau lampu tampak kerlap kerlip bagaikan taburan bintang di angkasa.


Saat di luar acara fashion show, Baby berpenampikan girly, tetapi ia jarang memakai celana atau pun rok pendek, sehingga kaki jenjang dan kaki prostetiknya tidak begitu terlihat.


"Cantik sekali sayang," puji Mariska saat melihat Baby mulai muncul di sana.


"Makasih Kak, tapi lebih cantik kakak, dong!"


Pada penampilan kali ini Baby memakai atasan turtleneck, untuk bawahannya memakai celana kulot. Saat ini mereka sedang merayakan euforia keberhasilan kerja sama tim model besutan Kak Mariska.


"Selamat datang Tango, kamu terlihat ganteng sekali."


Tanpa mau menjawab ia hanya tersenyum smirk.


"Kapan kalian mulai pemotretan dengan majalah Vogue?"


"Kalau nggak salah minggu depan kok."


"Iya mereka sudah kirim pesan buat mulai mempersiapkan diri sebelum pemotretan."


"Good lah, yang penting kalian tetap kompak dan jangan lupa jaga diri baik-baik dan tunjukan profesionalisme kalian."


"Siap."


Tanpa mereka sadari, keduanya sudah ber-tos ria. Kini Baby dan Tango kembali melanjutkan makan malam mereka. Tidak ada percakapan mereka kembali seperti sebelumnya. Tatapan dari Tango yang terus menatapnya intens membuat Baby risih.


"Duce sayang, kamu lagi ngapain, ya?" ucap Baby dalam hati.


"Sebaiknya aku cuci muka dan beristirahat sebentar. Tugas sekolah hari ini terlalu menguras tenaga."


Benar saja, dokter Maxime lalu mengubah posisi duduknya setelah merapikan berkas-berkas di atas meja. Lalu setelahnya ia mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.


"Baby, mata kamu benar-benar sama dengan iris mata dia, apakah itu benar kamu?"


Tango masih saja memperhatikan Baby, sementara Mariska masih saja melihat keintiman dari arah pandang Tango terhadap Baby.


"Apa mereka ada hubungan? Lagi pula Baby sudah mempunyai pacar sementara si kunyuk ini masih saja sok jual mahal."


"Hm kayaknya seru deh, kalau cerita mereka bersatu, padahal biasanya tuh pelakor kan cewek, eh di sini ternyata cowok. Mana modelnya Tango, wkwkwk ... bakal seru deh."


Bayangan kisah cinta segitiga mereka sudah terekam di otak Mariska, tinggal melihat apakah mereka benar-benar akan melanjutkan hubungan ini atau memang sebatas teman.


"Aduh, pusing deh mikirnya."


Melihat Kak Mariska beberapa kali menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Baby curiga. Lalu muncullah ide konyol mereka saat ini.


"Bagaimana kalau aku ngagetin Kak Mariska ya, dia kan latah, wkwkwk."


Seketika ide konyol Baby muncul di tempat yang salah.


"Ada cicak di bahu Kak Mariska!" teriak Baby.


Sontak saja Mariska terjingkat dan melompat-lompat tidak karuan, tetapi ternyata Baby mengakui kejahilannya barusan. Baby segera meminta maaf pada Kak Mariska, tetapi anehnya ia tidak marah.


"Maaf Kak, cuma iseng," ucap Baby meminta maaf.


"Mungkinkah hujatan lebih tinggi saat ini, sehingga harga minyak ikut-ikutan menjadi sangat tinggi," seloroh Mariska mencoba membuat situasi tidak menegang kali ini.


"Wkwkwk, garing ya, santai aja Baby aku nggak marah kok. Kamu tau aja kalau aku tuh latah, sengaja ya?"


"Iya, sengaja mau tau itu benar apa enggak, sekali lagi, maaf ya."