LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 75. KECEMBURUAN MAXIME



Melihat laporan dari anak buahnya membuat Maxime geram. Bagaimana bisa membuat nyawa Baby terancam. Ia bahkan tidak memprediksi bahwa akan terjadi hal seperti ini. Karena setahu Maxime penjagaan dan cctv dalam perusahaan itu cukup banyak dan jarang terjadi keteledoran seperti ini.


"Aih, bisa-bisanya aku kecolongan, apa aku harus benar-benar memperistri Baby sekarang?" ucapnya gusar.


Terlebih ia baru saja melihat Baby dipeluk oleh Tango yang secara tidak sengaja mematik api cemburu di dalam hati duda kece tersebut. Maxime menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menyadarkan khayalannya.


"Nggak, aku nggak mau kena murka Baby untuk kedua kalinya, bisa-bisa aku gila kalau aku disuruh menjauh darinya."


Situasi saat ini rasanya amat lain, ingin rasanya segera mendial nomor telepon Baby. Tangannya saja sudah gatal, ingin menelpon kekasih hatinya itu, tetapi sayang ia tidak boleh gegabah. Kalau sampai Baby tau jika selama ini semua tingkah lakunya selalu diawasi oleh Maxime, bisa-bisa nanti Maxime dihempas ke planet pluto.


Meski Baby tubuhnya kecil dan tinggi, tetapi kekuatannya lumayan untuk seorang wanita. Terlebih Baby suka sekali bela diri dan gym, sehingga meskipun ia cacat tetapi ia kuat dan tidak selemah wanita biasa.


"Baby, saya minta maaf untuk kejadian barusan. Kalau perlu saya langsung pecat petugas cleaning service itu jika kamu mengijinkan."


Tuan John benar-benar sangat menghormati tamunya, kejadian barusan sedikit banyak telah mencoreng nama baiknya. Oleh karena itu ia langsung meminta maaf secara personal pada Baby.


Di dalam ruangan itu sudah ada pelaku dan korban, yang sama-sama dirugikan di sana. Untuk menyemangati dirinya sendiri, Baby membutuhkan waktu yang sangat panjang. Oleh karena itu untuk kesalahan kecil seperti ini sudah ia maafkan tanpa perlu memperpanjang masalah, tetapi tidak dengan Tuan John.


"Kalau masih mau bekerja di sini, silakan meminta maaf pada tamu saya. Kalau tidak, silakan Anda keluar dari perusahaan ini tanpa permisi."


Tiba-tiba kening Baby berkerut, dan merasa tidak etis jika Tuan John langsung melakukan eksekusi seperti ini.


Terlebih wajah cleaning service itu sudah pucat pasi. Tentu saja hal ini membuat Baby tidak tegam


"Oh tidak perlu seperti itu Tuan John, saya masih baik-baik saja sehingga tidak perlu Anda melakukan hal tersebut. Lagi pula saya sudah memaafkannya."


"Nona Baby sungguh baik hati."


"Sekali lagi saya minta maaf akan hal ini," ucap Tuan John yang masih merasa tidak enak ati.


"Bagaimana kalau dengan keputusan Anda?" tanya Tuan John melihat ke arah Tango.


"Kalau menurut saya, memang lebih baik jika staff tersebut langsung dipecat, apalagi ini berkaitan dengan nyawa seseorang. Jika tadi tidak ada saya, bagaimana keadaan Baby saat ini?"


"Benar juga ucapan Tango, tetapi aku juga tidak tega dengan hal tersebut," batin Baby


Wajah cleaning service itu semakin pias. Ia sungguh tidak sengaja melakukan hal tadi, tetapi jika hari ini ia sampai dipecat, ia tidak tau lagi harus bekerja di mana. Terlebih anaknya sedanh sakit di rumah. Rasa pusing yang mendera membuatnya seketika langsung berlutut di hadapan Baby dan Tango.


Baby jadi teringat akan sikap baik yang selalu ditunjukkan oleh Maxime. Ia tidak akan pernah mendakwa seseorang seperti ini. Ia selalu menanyakan kenapa ia melakukan hal seperti ini baru melakukan eksekusinya. Maxime juga selalu berbagi pada sesama.


"Sayang, kamu sedang apa?" batin Baby sambil membayangkan jika saat ini ia sedang bersama Maxime.


Tetapi Tango masih bersikap biasa, ia masih menunggu keputusan Baby.


"Tuan John, tolong maafkan dia," pinta Baby.


"Baiklah karena Nona Baby telah memaafkanmu, maka kamu bebas saat ini."


"Terima kasih Nona, terima kasih Tuan."


"Pergilah!"


"Terima kasih, saya permisi."


.........


Michael masih berada di dalam ruangan CEO. Di depannya masih banyak berkas-berkas penting sehingga ia harus lembur hari ini. Tidak sengaja ia melihat sebuah mini paper bag di atas meja. Ia pun tergelitik ingin melihat hal tersebut.


"Coklat ... kok tau sih aku suka banget coklat."


Tanpa ragu ia pun mengambil satu potong coklat dan memasukkannya ke dalam mulut.


"Hm, enak banget."


Dari celah jendela seorang wanita tersenyum ketika melihat Michael memakan coklat buatannya.


.


.


Kira-kira siapa wanita itu ya? Adakah yang penasaran? simak di up selanjutnya ya