LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 93. PENGUMUMAN



Assalamualaikum para reader kesayangan, alhamdulilah nggak menyangka novel ini sampai episode ini, tetapi kadang sedih saat ada yang beri dukungan berupa Boom Like, padahal pengennya dibaca trus like n komennya sesuai isi part, karena hal tersebut sebagai bentuk dukungan bagi setiap penulis untuk bisa berkarya lebih baik lagi.


Semoga ke depannya kalian bisa lebih menikmati hasil karya para author🄰. Terima kasih all, semoga dukungan kalian mendapatkan keberkahan. Aamiin.


Oh ya, mampir di karya Author yang lain yuk. Kisahnya di novel "NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN"


Part 1.


Suasana malam daerah Ibu Kota tidak pernah sepi, selalu ada tanda kehidupan di setiap sisinya. Begitu pula dengan salah satu sudut kota, di mana saat ini sekumpulan anak-anak geng motor sedang mengadu nasib atau pun sekedar suka-suka di sana.


Belum lagi suara bising gas motor yang menderu-deru terdengar memekakkan telinga. Diselingi ramainya suara teriakan anak-anak geng motor yang mengelu-elukan nama idola mereka. Memberikan semangat pada setiap perwakilan dari para pembalap liar yang akan bertanding malam itu.


"Go Virgo ... Go Virgo ... Go ...."


Virgo adalah seorang bintang di tengah arena balap motor. Usianya yang masih muda membuat skillnya selalu bertambah. Ditambah sifatnya yang royal membuat siapa pun betah bersama dirinya. Meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui sisi kehidupannya yang kelam.


Sesaat setelah salah seorang wanita mengayunkan tangannya ke atas, pertanda bahwa pertandingan akan segera dimulai. Virgo dengan cepat menarik handle di stang bagian kiri, lalu kakinya menginjak tuas kopling ke arah depan. Sesudah itu, memutar handle gas sepeda motor miliknya hingga motor milik Virgo mulai melaju.


Semakin lama kecepatannya semakin bertambah. Hingga motor tersebut melaju membelah arena balap dengan kecepatan diatas 200 km/jam.


Kecepatan yang diambil Virgo adalah kecepatan normal untuk ukuran pembalap, namun menjadi sebuah ketakutan di mata ibunya. Menjadi pembalap adalah salah satu langkah yang ia lakukan agar roda kehidupannya tetap berputar.


Semakin ia memainkan kopling dan gasnya, maka motor tersebut semakin melaju kencang. Kecepatan yang digunakan Virgo semakin jauh melebihi semua peserta, membuat ia dengan mudah memimpin pertandingan.


Virgo memang seorang pembalap sejati, meski usianya baru menginjak tujuh belas tahun, tetapi ia sangat lihai memainkan laju sepeda motor dengan cc yang besar. Meski bukan anak orang kaya tetapi Virgo menekuni pekerjaan sampingan sebagai pembalap karena tuntutan keluarga.


Terbukti dalam dua kali lintasan, ia mampu memimpin pertandingan. Kini Virgo berhasil sampai terlebih dahulu di garis finish. Hingga kemenangan resmi berada di dalam genggaman tangannya. Uang senilai lima puluh juta sukses masuk ke dalam rekening Virgo Valencia Amerta. Mengukir sebuah lengkungan senyum di wajah cantiknya.


"Selamat Virgo, kamu layak untuk menjadi pemenang."


"Good girls, semakin lama skillmu semakin memukau."


"Selamat Virgo, setelah ini kamu bisa membawa ibumu untuk berobat."


Ucapan dan doa-doa mengalir deras untuk Virgo. Tentunya karena kebaikan hatinya selalu mengiringi setiap langkahnya.


Hidung mancung, bibir tipis berwarna merah muda dan rambut hitam lurus sebahu, membuatnya tampil cantik alami tanpa make up. Belum lagi iris matanya yang berwarna emerald mampu menyihir kaum adam dalam sekali pandang.


Setelah beres di arena balap, Virgo langsung menuju kediamannya. Saat pulang seperti biasa ia hanya memakai motor matic bekas. Sementara itu, motor balap yang biasa ia pakai kepunyaan sahabatnya, Ivan.


Dari depan rumah terdengar suara ibunya yang sedang menangis. Karena khawatir akan kesehatan ibunya, Virgo bergegas masuk.


"Ampun Mas, ampun ...."


Pertama kali masuk rumah, pemandangan yang ia dapatkan adalah sang ibu sedang meringkuk di sudut ruangan sambil terisak. Sedangkan di hadapannya, seorang lelaki bersiap mengayunkan cambuknya ke arah Lena.


Kecewa akan tindakan anarki ayahnya, membuat kesabaran Virgo terkikis habis. Isak tangis dari Lena sama sekali tidak dihiraukan, lelaki itu terus saja memporak-porandakan kamar mereka. Baru sesaat setelah puas, ia akan menyiksa Lena, sang istri. Tujuan utama hanya satu, yaitu mencari uang simpanan Virgo.


Virgo yang baru saja datang, terkejut ketika mendapati ibunya penuh luka memar di kening, luka lebam di kaki dan lengan. Hal itu menandakan jika ayahnya baru saja melakukan tindakan penyiksaan.


"Ayah, apa kau ingin membunuh istrimu sendiri!"


Gertakan dari Virgo mampu menghentikan ulah Robby. Ingin rasanya ia menampar lelaki yang berstatus ayahnya itu, tetapi tangan ibunya mencegahnya.


"Jangan Nak, nanti ayahmu semakin marah!"


Robby menatap nyalang putrinya, tersenyum sambil menyeringai ke arah kedua wanita di depannya itu.


"Kau habis menang balapan bukan? Serahkan uangnya padaku!"


"Nggak, uangnya untuk bayar hutang ke Bos Alex."


"Kecil-kecil pandai berbohong, kamu kira aku tidak tau jika kau sudah melunasinya, hah!"


"Cepat serahkan atau aku habisi kalian berdua!" gertaknya sekali lagi.


.


.


Gimana seru nggak? Kalau iya, jangan lupa mampir, LIKE, FAVORIT DAN KOMENšŸ™