LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Kesepian



Alana menatap pantulan diri nya di dalam cermin sungguh terlihat menyedih kan mata bengkak karena terlalu menangis hidung merah rambut acak acakan, alana memutus kan untuk berendam mungkin dapat menenang kan pikiran nya setelah 20 menit berendam alana segera berjalan ke arah shower untuk membersih kan busa yang menutupi badan nya setelah selesai alana segera meraih pakaian nya yang ada di atas kasur karna sudah di siap kan oleh maid bahkan sarapan pun sudah tersedia di atas meja depan sofa bergegas berpakaian alana segera mengeringkan rambut nya mengguna kan hairdyer lalu sarapan.


Sepi sunyi itu lah yang di rasa kan alana tidak ada ponsel tidak ada teman berbicara bahkan ketika alana mengajak para maid berbicara mereka hanya membalas nya dengan senyuman canggung karna bosan hanya menonton televisi alana memutuskan berkeliling mansion seorang diri ketika dia melewati lorong panjang dia melihat sebuah pintu tinggi bewarna emas karna penasaran akhir nya alana membuka pintu tersebut seketika mata nya terbelalak tidak menyangka dari raut wajah sendu menjadi berbinar ceria ia menemukan sebuah piano besar dan mewah di ruangan tersebut alana berjalan mendekati piano itu duduk di kursi yang sudah ada dan mulai menekan tuts yang ada ya alana mempunyai hobi bermain piano dan bernyanyi,alana pun mulai menyanyikan lagu


Oh, it hurts the most 'cause I don't know the cause


(Oh, ini begitu menyakitkan karena aku tak tahu penyebabnya)


Maybe I shouldn't have cried when you left and told me not to wait


(Mungkin tak seharusnya aku menangis saat kau pergi dan mengatakan padaku jangan menunggu)


Oh, it kills the most to say that I still care


(Oh, ini begitu menyakitkan tuk diucapkan bahwa aku masih peduli)


Now I'm left tryna rewind the times you held and kissed me back


(Kini aku mencoba mengulang kembali saat kau memeluk dan menciumku)


I wonder if you're thinking "Is she alright all alone?"


(Aku penasaran apa kau memikirkan "Apa dia baik-baik saja?")


I wonder if you tried to call, but couldn't find your phone


(Aku penasaran apa kau pernah mencoba tuk menghubungiku, tapi tak bisa menemukan ponselmu)


Have I ever crossed your thoughts because your name's all over mine?


(Pernahkah aku terlintas dalam benakmu?)


A moment in time, don't watch me cry


(Untuk sesaat, jangan melihat aku menangis)


A moment in time, don't watch me cry


(Untuk sesaat, jangan melihat aku menangis)


I'm not crying 'cause you left me on my own


(Aku tak menangis karena kau meninggalkanku sendiri)


I'm not crying 'cause you left me with no warning


(Aku tak menangis karena kau meninggalkanku begitu saja)


I'm just crying 'cause I can't escape what could've been


(Aku menangis karena aku tak bisa menerima apa yang telah terjadi)


Are you aware when you set me free?


(Apa kau sadar saat kau meninggalkanku?)


All I can do is let my heart bleed


(Yang bisa kulakukan hanyalah merelakan hatiku terluka)


(Oh, ini lebih sulit ketika kau tak bisa berpikir jernih)


Not that I wanna get in, but I want to see how your mind works


(Bukan karena aku ingin masuk (ke pikiranmu), tapi aku ingin melihat cara kau berpikir)


No, it's harder when they don't know what they've done


(Tidak, ini lebih sulit ketika mereka tak tahu apa yang telah mereka lakukan)


Thinking it's better they leave, meaning that I'll have to move on


(Aku berpikir lebih baik mereka pergi, berarti aku harus pindah (ke lain hati))


I wonder if you're thinking "Is she alright all alone?"


(Aku penasaran apa kau memikirkan "Apa dia baik-baik saja?")


I wonder if you tried to call, but couldn't find your phone


(Aku penasaran apa kau pernah mencoba tuk menghubungiku, tapi tak bisa menemukan ponselmu)


Have I ever crossed your thoughts because your name's all over mine?


(Pernahkah aku terlintas dalam benakmu?)


A moment in time, don't watch me cry


(Untuk sesaat, jangan melihat aku menangis)


A moment in time, don't watch me cry


Untuk sesaat, jangan melihat aku menangis


I'm not crying 'cause you left me on my own


(Aku tak menangis karena kau meninggalkanku sendiri)


I'm not crying 'cause you left me with no warning


(Aku tak menangis karena kau meninggalkanku begitu saja)


I'm just crying 'cause I can't escape what could've been


(Aku menangis karena aku tak bisa menerima apa yang telah terjadi)


Are you aware when you set me free?


(Apa kau sadar saat kau meninggalkanku?)


All I can do is let my heart bleed


(Yang bisa kulakukan hanyalah merelakan hatiku terluka)


Alana begitu menghayati lagu tersebut suara yang merdu jari lentik nya lincah menekan tuts piano tersebut dan tidak menyadari kehadiran jasson yang melihat nya dengan pandangan sulit di artikan.