
Baby menggenggam erat tangan Maxime, begitu pula dengan Maxime yang tak pernah berhenti tersenyum ke arahnya. Berjalan bersama melalui para tamu undangan bak sepasang pengantin baru, yang tak pernah lelah mengulas senyum kepada semua orang.
Aura kebahagian dari sepasang kekasih itu mampu membuat para tamu undangan yang berada di sekelilingnya seolah terhipnotis, sekaligus iri dengan kemesraan yang mereka pertontonkan malam itu. Taburan bintang-bintang di angkasa mengamini cinta abadi Baby dan dokter Maxime yang sebentar lagi akan di-ikrarkan.
"Terima kasih Tuhan, telah memberikan kejutan yang indah untukku saat ini," doa Baby dalam hatinya.
Pandangan mata Maxime yang meneduhkan membuat Baby semakin dimabuk asmara. Begitu pula dengan Maxime yang tidak mau melepaskan tautan tangannya, seolah memberi tahu dunia bahwa Baby adalah miliknya.
Jika Baby dan Maxime adalah raja dan ratu pesta malam itu, maka para tamu undangan hanyalah mengontrak. Definisi orang yang lagi jatuh cinta.
Meskipun fisik Baby tidak sempurna seperti dulu, tetapi Maxime sangat menyayanginya. Jauh melebihi rasa cintanya terhadap mantan istrinya dulu. Kebaikan hati dari seorang Baby mampu membuat Maxime bertekuk lutut dan menyerahkan hatinya hanya untuk Baby Cornelia seorang. Bukan karena fisik yang sempurna melainkan hati yang telah memilih tempat berlabuh yang tepat untuknya.
Melihat kebahagian dari Pak Bos Maxime, Jack tersenyum bahagia. Ia juga turut bersuka cita karena pada akhirnya Maxime dapat bertemu dengan cinta sejatinya. Di saat banyak yang meragukan kisah cinta Pak Bos, ternyata Jack ikut menjadi saksi nyata kisah Baby dan Duce.
Untungnya, Michael tidak mengganggu kebahagian sepasang kekasih itu sehingga pesta ulang tahun Jas Jus tetap bisa berjalan dengan sangat lancar. Meski sebelumnya perhatian para tamu undangan lebih menyorot pada kemesraan Baby dan Maxime.
Ketika Baby sudah bersama Maxime, kini giliran Michael bersama dengan Jas Jus yang mendominasi. Mereka berdua sedang berhadapan dengan Mama Kara dan Ayah Jas Jus. Dilihat dari aura yang ditampilkan, sepertinya saat ini mereka sedang terlibat di dalam sebuah obrolan yang serius.
"Selamat datang calon mantu, silakan duduk!" ucap Mama Kara saat melihat Jas Jus menggandeng mesra lengan Michael.
"Astaga yang kuat Mich, ini baru permulaan, masih banyak tahapan yang akan kamu lalui setelah ini."
Detak jantung Jas Jus tidak kalah bergemuruh saat ini, kalau bukan karena dorongan Baby dan Maxime mereka juga tidak akan bergandengan tangan seperti saat ini. Di saat mereka terlarut dalam rangkaian pesta ulang tahun, Baby dan Maxime lebih memilih pergi.
Sepasang kekasih ini sedang menghabiskan sisa malam mereka dengan berduaan di pinggir kolam di halaman belakang rumah Jas Jus. Kemesraan kedua sejoli ini mampu menghentikan waktu untuk sejenak. Seolah kemesraan yang terpancar dari keduanya mampu meredam kerinduan yang telah lama terpendam.
Spesial untuk malam itu Jack, asisten Maxime, dibebaskan untuk bersenang-senang selama acara ulang tahun Jas Jus berlangsung. Tanpa membebaninya dengan urusan percintaan, Jack bebas melakukan apa pun yang mereka sukai.
"Syukurlah, Bos masih berbaik hati pada saya. Sayangnya, di sini aku merasa seperti orang asing. Mana aku tak tau apa yang sedang mereka bicarakan!"
"Tapi dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat berbahagia untuk kalian. Semoga kisah cinta kalian abadi dan sepanjang masa. Aamiin."
"Ah, lebih aku makan saja daripada pusing!" gumam Jack.
Selama pesta berlangsung, Jack tidak memperdulikan pandangan aneh dari orang-orang kepadanya. Toh, dia juga bukan maling bahkan karena Maxime ia pun merupakan tamu undangan VIP loh, hanya saja undangan untuknya bersifat ghaib dari pada punya Maxime.
Saat Baby dan Maxime saling melepas kerinduan, di salah satu sudut halaman belakang, ada sesuatu yang membuat Baby curiga.
"Kamu kenapa sayang?"
"Eh, enggak ada. Cuma rasanya aneh aja jika berdua."
Baby masih tampak menunduk, tetapi sesekali ia mencuri pandang ke arah lawan bicaranya. Dengan catatan tidak boleh, ya bolehin aja.
Di sisi yang lain, masih terlihat sosok Bryan duduk sendirian di sana. Ia masih tetap menyendiri, tetapi tidak menganggu kemesraan Baby dan Duce. Sehingga Baby dan Duce mengacuhkan dirinya. Keberadaan Bryan yang terkadang muncul sesuka hati itu sama persis dengan Cherry yang membuat hati Maxime seperti alergi.
"Baby, kamu cantik sekali," ucap Maxime dengan mata berbinar.
"Benarkah? Kamu juga ganteng banget."
Baby mengatakan semuanya dengan malu-malu membuat rona merah muncul di kedua pipinya, tetapi Maxime suka. Senyuman memikat hati milik Maxime mampu membuat seorang Baby terhipnotis semakin dalam.
Salah satu tangan Maxime menyentuh wajah Baby dengan lembut. Ingin sekali rasanya merengkuh tubuh kekasihnya saat itu, tetapi Maxime sangat menghormati wanita. Jadi ia tidak gegabah dalam menuruti nafsunya.
Inilah salah satu hal yang sangat Baby sukai dari sosok Maxime. Pembawaan yang dewasa, mengayomi dan sangat menghormati wanita. Maxime hanya mengekspresikan kerinduannya lewat sorot matanya yang teduh. Meski pun hanya bersentuhan tangan itu sudah lebih dari cukup bagi Baby.
"Oh, ya. Kamu kok bisa ke sini, tau dari mana aku ke sini?"
Maxime tersenyum dan kembali menatap wajah Baby, "Coba tebak, kira-kira aku tau darimana coba?"
Baby mengetuk-ngetuk pipinya dengan jari telunjuknya. Mencoba berpikir rasional, karena yang tau jika ia pergi ke Indonesia itu hanya kerabat terdekatnya saja.
"Cuma dua kemungkinan sih, kalau nggak Daddy ya Mommy, lah!"
Maxime tersenyum hingga lesung pipinya terlihat menghiasi wajah tampannya.
"Tepat sekali, dari Mommy, sayang."
"Mommy?" pekik Baby terkejut.
"Kok bisa, bukannya kamu nggak punya nomor Mommy?"
"Rahasia dong, yang jelas aku dan Mommy Marrie udah bestie," ucap Maxime sambil mengerling ke arah Baby hingga membuat Baby semakin tersipu dan salah tingkah.
Maxime semakin mengusap lembut jari jemari Baby lalu mengeluarkan sebuah cincin dari dalam sakunya, menyematkannya ke dalam jari manis milik Baby.
"Karena aku merasa panik dan sangat kehilangan dirimu, aku memberanikan diri menelpon Mommy, dan cincin ini sebagai bukti jika kamu adalah milik Maxime Perkasa di mana pun kamu berada."
Maxime menatap lembut ke arah kelopak mata Baby.
"Mau ada aku di sisimu atau enggak, yang jelas isi hatiku, jiwa ragaku semuanya untukmu."
"Will you marry me Baby Cornelia?"
Baby menutup mulutnya karena terharu dengan kesungguhan hati Maxime barusan. Mungkin karena rasa bahagianya Baby merentangkan tangannya dan entah sejak kapan mereka berdua saling berpelukan.
Maxime mengecup pucuk kepala Baby sebagai ungkapan kasih sayangnya.
Kebahagiaan akan terasa berkali-kali lipat, ketika seseorang yang kita cintai mengungkapkan isi hatinya kepada kita di saat dan waktu yang tepat. Mendapatkan kejutan yang tidak terduga rasanya sungguh manis. Semanis kisah cinta Baby Corn dan Maxime Perkasa setelah ini.