LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS
Bab 74. IJINKAN AKU JADI PENJAGAMU



Waktu yang ditunggu telah tiba. Kini Baby dan Tango sedang berada di ruangan salah satu staff penting perwakilan dari majalah Vogue. Lelaki berpawakan tinggi dan besar sedang duduk di kursi kebesarannya. Dialah John, staff redaktur pelaksana dari Majalah Vogue.


"Sebelumnya saya mau mengucapkan banyak terima kasih karena kalian telah memenuhi undangan resmi dari kami."


"Sama-sama."


"Langsung pada intinya saja, ya? Karena waktu adalah uang, maka setiap detik pun sangat berharga, bukan begitu?"


"Setelah melihat penampilan kalian yang memukau satu minggu yang lalu, ijinkan kami untuk melakukan wawancara secara eksklusif pada kesempatan kali ini."


"Silakan Tuan."


"Jika kalian tidak berkeberatan, maka silakan dibaca berkas yang telah kami persiapkan."


Tuan John kemudian menyerahkan dua berkas di atas meja, satu untuk Baby dan satu lagi untuk Tango. Ia merasa sangat beruntung, kedua model remaja di depannya ini mempunyai attitude yang baik. Tidak ada cerminan kesombongan di dalamnya.


Kedua model ini dengan cepat membaca semua isi dari kontrak kerja sama kali ini. Secara eksklusif mereka akan tampil di dalam edisi new star di bulan depan.


"Setelah event ini apa jadwal kalian padat?"


Tango dan Baby saling memandang satu sama lain. Lalu keduanya mulai berbicara versi masing-masing menjelaskan tentang kesibukan dan jadwal mereka satu bulan ini. Tuan John melihat keduanya lalu tersenyum.


"Apakah kalian ini sepasang kekasih? Kenapa chemistry kalian begitu terasa?"


"Bukan, kekasih saya seorang dokter, kalau soal Tango saya kurang paham."


"Oh, jadi ini sebatas profesionalisme kerja?"


Baby mengangguk tetapi tidak dengan sikap yang ditunjukkan Tango.


"Mungkin sekarang belum menjadi sepasang kekasih, tetapi kita tidak tau seperti apa hubungan kami setelah ini."


"Oh begitu, fine it's oke."


"Maaf jika mengulik privasi kalian."


"Oke, kita lanjut ke masalah kontrak, apa ada hal yang tidak kalian pahami atau kurang suka, bisa kita bahas kembali."


Setelah itu mereka bertiga segera berdiskusi satu sama lain. Membicarakan mana yang terbaik dan membuat hubungan kerja diantara mereka saling menguntungkan satu sama lain.


Setelah beberapa saat, akhirnya keputusan sudah berhasil disepakati. Kini Baby dan Tango sudah keluar dari gedung itu.


Baby menoleh ke arah Tango, telinganya sedikit terusik ketika menyadari bahwa ia mengajaknya berbicara.


"Kamu mengajakku berbicara?"


"Iya, bukankah di tempat ini kita hanya berdua?" ucap Tango.


Ia terlihat masih kaku ketika mengajak Baby berbicara. Dilihat dari sudut pandang manapun rasanya untuk membuat Tango menjadi orang yang ramah sangat sulit.


"Iya, memang kita hanya berdua. Bukankah kau pernah bilang jika di luar perkerjaan kita akan menjadi orang asing. Kita akan akrab ketika menjadi patner di depan kamera ataupun ketika di atas panggung."


Sejenak Tango menjadi teringat akan ucapannya saat perform pertama kali bersama Baby.


"Kenapa malah jadi boomerang buat gue sih?"


"Kok diem, karena kita sudah berada di lantai satu, bolehkah aku keluar?"


Posisi kali ini memang tubuh Tango menghalangi pintu keluar dari lift, ia sengaja menjebak Baby di sana agar bisa mengobrol lama dengannya, tetapi malah sebaliknya. Baby wanita yang kuat dan tangguh, bahkan untuk tunduk dan bersahabat dengannya pun sepertinya mustahil.


Tango memberikan jalan untuk Baby.


"Maafkan untuk semua kesalahanku Baby."


Baby yang mendengar permintaan maaf dari Tango menghentikan langkahnya untuk sejenak. Secara tiba-tiba, pot bunga yang ada di lantai empat terjatuh dan hampir mengenai tubuh Baby yang masih berdiri di depan pintu lift. Beruntung Tango menariknya ke dalam lift dan memeluk tubuhnya.


Detak jantung Baby masih tidak beraturan saat ini karena insiden tadi, kedua remaja ini kini kembali berada di dalam lift. Merasa sudah aman Baby berusaha keluar dari dekapan Tango.


"Terima kasih," ucap Baby.


"Sama-sama."


Setelahnya mereka baru keluar dari dalam lift untuk memastikan keadaan sekitar. Tango segera berbalik dan memastikan siapa yang berani melakukan hal barusan pada mereka. Tidak lama kemudian petugas kebersihan turun dan meminta maaf secara langsung pada Baby dan Tango.


"Maafkan atas kecerobohan saya. Maaf."


"Kita bicarakan semuanya di kantor saya!"


Tiba-tiba Tuan John mengajak mereka masuk ke dalam ruangannya kembali, hingga secara resmi meminta maaf untuk kesalahan dari bawahannya. Entah kenapa sejak kejadian tadi membuat Tango berpikiran lain pada Baby.


"Baby, ijinkan aku untuk menjadi penjagamu saat ini," ucap Tango dalam hatinya.