Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Honeymoon?



“Rey!” Bella seakan-akan terkejut melihat Rey ada di sebelah nya. Padahal ia sudah tau bahwa Rey dan Kia dari tadi ada di belakang sana menguping pembicaraan nya dengan ibu.


“Apa yang kau katakan pada ibu!" bentak Rey pada Bella.


"Rasakan lah bagaimana kemarahan Rey, Bella.“ Kia tersenyum sinis melihat Bella yang sedang menunduk karena ketakutan di bentak oleh Rey.


“Maaf Rey ... sambungan nya tiba-tiba saja mati ketika kau menarik paksa handphone tersebut dari tangan ku.“ Bella menunduk, ia tidak berani melihat ke arah Rey.


“Shit ... dasar wanita penggoda!“ umpat Rey. Terlihat begitu jelas amarah dimata lelaki itu. Rey mengangkat tangan nya ke udara dan hendak melayangkan satu tamparan ke arah Bella.


“Seperti nya kau tidak bisa menampar ku sekarang Rey, karena ibu mu sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Apa kau mau ibu melihat bekas tamparan di wajah ku? betapa kecewa nya ibu jika melihat kau seperti ini kepada istri mu Rey.“ Rey mengurungkan niat nya untuk menampar Bella dan menghempas kasar tangan nya ke udara.


“Tapi aku belum pernah memukul mu sebelum nya, wanita gila.“ Tukas Rey sambil menatap tajam ke arah Bella.


“Tapi, kau hampir saja memukul ku tadi.“ Jawab Bella santai dan berlalu pergi meninggalkan Rey dan Kia.


20 menit telah berlalu, Rey dan Kia masih saja diliputi rasa panik dan kesal terhadap Bella.


“Rey bagaimana ini? Ibu mu sudah tau tentang hubungan kita, Rey.“ Kia yang masih panik memegangi lengan Rey.


“Sayang ... ayo kita pergi dari sini!“ ajak Rey sambil menggandeng lengan Kia.


Tiba-tiba saja bel rumah berbunyi, ada orang yang datang berkunjung ke rumah mereka. Seketika Bella tersenyum dan tertawa, Bella menoleh ke belakang melihat ke arah Rey dan Kia.


“Hahaha … seperti nya kalian terlambat. Lihat lah sendiri, Rey! ibu mu sudah datang.“ Bella meledek dan menjulurkan lidah nya ke arah Rey dan Kia, lalu berjalan menuju pintu.


"Astaga, sejak kapan aku jadi berani seperti ini," batin Bella yang bingung dengan diri nya sendiri.


Setelah sampai di depan pintu, di gapai nya handle pintu tersebut lalu di buka nya. Terlihat seorang wanita paruh baya, wanita itu tersenyum ke arah Bella.


Rey begitu terperangah ketika melihat yang datang adalah ibu nya. Rey mengira Bella hanya bercanda saja untuk menakut-nakuti nya.


“Ibu ….” Panggil Bella dan langsung berhambur ke dalam pelukan bu Shinta.


“Iya, Sayang.“ Bu Shinta membalas pelukan menantu nya itu.


“Ibu ... aku sangat merindukan mu.” Ujar Bella lirih sambil mengeratkan pelukan nya. Tak terasa air mata telah membasahi pipi nya.


“Hey sayang, apa kamu sebegitu rindu nya dengan ibu, sampai-sampai menangis seperti ini?“ tanya bu Shinta sambil mengernyitkan dahi nya, dan Bella hanya membalas dengan anggukan kepala saja.


Setelah di rasa lega, Bella melepaskan pelukan nya dan mengajak bu Shinta untuk masuk ke dalam rumah, lalu ia menutup pintu rumah tersebut dan berjalan beriringan dengan ibu mertua nya itu.


Rey yang melihat ibu nya berjalan menghampiri nya, pun langsung panik. Rey bingung harus melakukan apa, dan begitu juga dengan Kia yang tak kalah takut nya seperti Rey.


“Ibu ... Rey bisa jelaskan semua nya, Bu. Bu, yang Bella katakan tidak seperti apa yang terjadi ...” Rey berlutut di hadapan ibu nya sambil menggenggam erat tangan bu Shinta.


“Jadi, apa yang Bella katakan itu bohong?“ tanya Bu Shinta dan Rey mengangguk dengan cepat.


“Jadi, Bella berbohong pada ibu kalau kamu memperlakukan nya dengan baik. Bella juga berbohong kalau kamu sangat menyayangi nya dan tidak pernah berbuat kasar kepada nya. Jadi, apa yang Bella katakan tadi semua nya bohong?“ tanya Bu Sinta dengan intonasi bicara yang cukup terbilang tinggi.


Rey terperangah mendengar jawaban yang terlontar dari mulut ibu nya. “Apa benar Bella berkata seperti itu, Bu?“ tanya Rey seakan tak percaya dan Bu Shinta pun mengiyakan pertanyaan nya.


Rey langsung menoleh ke arah Bella, Bella hanya tersenyum melihat nya dan mengedipkan sebelah mata nya ke arah Rey.


“Ibu, sudah lah! Rey hanya bercanda, Bu. Iya kan, Rey?“ tanya Bella pada Rey sambil menaikkan sebelah alis nya.


“I-iya, Bu.” Jawab Rey gugup. Sedangkan Kia masih terdiam melihat apa yang sebenar nya terjadi, ia bingung harus melakukan apa. Bella melihat ke arah nya dan tersenyum, yang membuat Kia langsung merasa takut.


“Oiya bu, Bella sampai lupa ngenalin nya ke ibu. Ini Kia bu, sahabat Bella waktu di SMA dulu ...“ Bella merangkul bahu Kia.


“Kia datang kesini karena mendengar kabar tentang pernikahan Rey dan Bella, Bu.“ Sambung nya lagi. Kia mengulurkan tangan nya untuk menyalami ibu nya Rey.


“Kia, Bu.” Ucap nya memperkenal kan diri. Bu Shinta sejenak memperhatikan wanita yang tengah menyodorkan tangan nya ke hadapan nya saat ini. Ia seperti mengenali wajah gadis itu.


“Iya, Nak. Kamu sahabat nya Bella waktu di SMA, berarti teman sekelas nya Rey juga kan, ya?“ tanya bu Shinta, dan Kia pun mengangguk kan kepala nya.


"Apa aku sudah salah sangka terhadap nya? ternyata dia tidak mengatakan tentang keburukan ku terhadap nya selama ini ke ibu, dan dia juga mengatakan bahwa Kia adalah sahabat nya.“ Batin Rey.


"Untung saja Bella tidak membongkar semua nya, kalau sampai dia mengatakan yang sebenar nya kepada ibu nya Rey, akan ku buat hidup nya lebih menderita lagi dari ini.“ Batin Kia menatap sinis ke arah Bella.


***


Saat ini, mereka berempat sedang berbincang-bincang di ruang tamu. Bu Shinta meletakkan sebuah amplop di atas meja, yang menyita pandangan semua orang yang berada disana.


“Apa ini, Bu?“ tanya Rey sambil mengernyitkan dahi nya.


"Buka lah!" perintah bu Shinta sambil tersenyum. Rey langsung mengambil amplop tersebut dan membuka nya.


“Tiket liburan ke Spanyol?“ ucap Rey bingung. Alis nya bertaut, yang menandakan ia tidak mengerti apa yang sedang dimaksud oleh ibu nya. Bu Shinta hanya tersenyum.


“Untuk apa ini, Bu?“ tanya Rey sambil memperlihat kan tiket tersebut.


“Itu untuk kalian, kalian kan belum honeymoon. Jadi, ibu sudah merencanakan semua nya. Kalian tinggal berangkat saja besok." Jelas Bu Shinta yang membuat Rey langsung melihat ke arah ibu nya. Kia pun langsung ikut menatap ke arah Rey.


“Tapi, Bu-”


“Tidak ada penolakan, kalian harus mau!“ Rey terpaksa mengiyakan permintaan ibu nya itu. Rey melihat ke arah Bella dan Bella membalas nya dengan senyuman penuh kemenangan.


"Kau lihat saja besok Bella. Apa yang di rencana kan ibu tidak akan terjadi, karena aku akan merubah rencana nya.“ Gumam Rey yang sebal melihat Bella malah tersenyum.