Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Membuatmu semakin dalam mencintaiku



Setelah pulang dari bandara, Rey langsung masuk ke kamar dan tertidur. Sedangkan Bella mengeluarkan pakaian suami nya dari dalam koper. Ia mengerti bahwa suami nya itu kelelahan.


Sampai malam, Rey belum juga bangun dari tidurnya. Bella yang merasa khawatir pun langsung membangunkan Rey.


“Rey,” ucap Bella sambil menepuk–nepuk pelan pipi Rey. Namun Rey masih saja terdiam.


“Rey,” panggil Bella lagi. Tapi Rey masih tidak bergerak.


Bella mendekatkan tubuh nya ke arah Rey, di letakkan nya kepala nya di atas dada bidang suami nya itu.


“Huft syukurlah, jantung nya masih berdetak,” ucap Bella menghela nafas lega.


“Hey, apa kau berpikir kalau aku sudah mati?” Bella tersentak mendengar suara Bass tersebut. Bella langsung menarik kepala nya untuk menjauh dari dada bidang suami nya.


“Ti-tidak, Rey!” jawab Bella gugup sambil menundukkan kepala nya.


“Lalu,” tanya Rey sambil menyipitkan kedua mata nya menunggu jawaban dari Bella.


“Habisnya, kau aku panggil daritadi tapi tidak bangun juga,” cetus Bella sambil mencebikkan bibir nya.


“Maaf, aku lelah sekali. Untuk apa kau membangunkan ku?” tanya Rey sambil mengucek mata nya supaya terbuka dengan sempurna.


“Sudah malam, Rey. Ayo turun untuk makan malam!” ajak Bella. Rey beranjak dari tempat tidur dan berjalan menghampiri Bella.


Cup


“Turunlah dulu, nanti aku menyusul! Aku akan membersihkan tubuh ku terlebih dahulu,” ujar Rey sambil mengecup puncak kepala Bella. Setelah itu, ia berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Bella yang masih mematung di tempat nya.


“Astaga jantungku. Hey, berhentilah berdetak seperti itu! Kau membuatku malu saja di depan Rey.” Ucap Bella sambil memegangi dada nya, lalu melihat ke arah Rey yang sudah berada di dalam kamar mandi.


***


Di dalam kamar mandi, tanpa melepaskan pakaian yang masih tertempel di tubuh nya. Rey menyalakan shower, dan membiarkan air mengalir membasahi tubuh nya. Rey menatap dirinya dari pantulan cermin yang berada di kamar mandi tersebut.


“Ingat Bella! aku akan membuatmu semakin mencintaiku, semakin dan semakin dalam.” Ucap Rey. Namun, ia merasakan hati nya terasa sakit saat mengatakan hal itu, tapi ia masih tidak sadar juga akan apa yang ia rasakan.


***


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, Rey turun ke bawah untuk makan malam. Di meja makan, terlihat Bella sudah duduk di sana bersama bi Ira. Mereka memang tidak mengizinkan bi Ira untuk makan sendiri di dapur. Mereka mengajak bi Ira untuk makan bersama mereka di meja makan.


“Rey, kau sudah selesai? Mari duduk sini, kita makan malam terlebih dulu! Setelah itu, kalau kau mau istirahat lagi juga tidak masalah." Ujar Bella sambil menunjuk kursi yang ada di sebelah nya. Rey hanya tersenyum dan mengangguk.


Bella mengambilkan makanan ke piring Rey, setelah itu ia baru mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Saat ini keheningan berada di tengah-tengah mereka. Tidak ada satupun yang berniat untuk memulai pembicaraan. Baik itu Rey, Bella, maupun bi Ira.


“Rey, ponsel mu ada padaku. Nanti ku kembalikan, karena ponsel nya ku letakkan di dalam kamar,” ucap Bella memecah keheningan.


“Iya, habiskan makanan mu, setelah ini kita tidur!” ucap Rey sambil memegang pipi Bella dengan telapak tangan nya. Bella yang merasa jantung nya kembali berdetak pun langsung menundukkan kepala nya, dan melanjutkan makan nya yang sempat tertunda.


***


Setelah selesai membantu bi Ira, Bella pamit ke kamar untuk menyusul Rey. Bi Ira pun mengiyakan nya.


***


Saat masuk ke dalam kamar, Bella melihat Rey sudah tertidur. Bella melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, untuk membasuh wajah nya dan mengganti pakaian nya dengan piyama tidur.


Saat keluar dari kamar mandi, Bella terkejut melihat Rey berbaring di atas ranjang dengan posisi tubuh miring ke kanan, dan menyangga kepala nya menggunakan tangan kanan nya. Rey tersenyum ke arah Bella, lalu melambaikan tangan nya menyuruh Bella untuk mendekat ke arah nya.


Seakan terhipnotis, Bella pun langsung berjalan menghampiri Rey dan dengan perlahan menaiki ranjang dan membaringkan tubuh nya di samping suami nya itu.


“Mendekat lah kemari!” pinta Rey karena melihat Bella memberi jarak di antara mereka berdua.


“Hey, apa kau tidak merindukan ku?” tanya Rey karena melihat Bella malah mematung sambil memandangi nya.


“Ya sudah, kalau kau tidak merindukan ku!” Rey langsung membalikkan tubuh nya dan membelakangi Bella. Bella yang tersadar dari lamunan nya, langsung mendekat ke arah Rey dan memeluk suaminya itu dari belakang.


Rey tersenyum lalu membalikkan tubuh nya menjadi menghadap Bella, dan mendekap wanita itu.


“Tidurlah, Sayang!” bisik Rey di telinga Bella dengan suara lembut, yang membuat jantung Bella kembali berdetak. Bella langsung membenamkan wajah nya ke dada bidang milik suami nya, supaya laki-laki itu tidak melihat wajah nya yang mulai memerah. Rey pun memeluk erat Bella sambil mengecup puncak kepala wanita itu.


Bella merasa semakin dicintai oleh Rey. Bella sangat senang menerima perlakuan lembut Rey terhadap nya. Padahal perlakuan lembut itu, karena ada maksud terselubung di dalam nya.


“Kenapa aku tidak bisa menahan hasrat ketika bersama Bella? Aku merasa sangat nyaman saat memeluknya seperti ini. Sedangkan dua hari yang lalu saat bersama Kia, aku merasa sedikit aneh saat dia memelukku. Ada apa dengan ku, apa aku sudah mulai mencintai wanita ini? Tidak, tidak boleh! Aku tidak boleh mencintai wanita yang telah menyakiti wanita yang aku cintai,” gumam Rey sambil menatap wajah Bella. Setelah itu, ia ikut tertidur sambil masih memeluk Bella, karena ia enggan untuk melepas pelukan yang ia rasa sangat nyaman itu.


***


Pagi ini, Rey berangkat ke kantor bersama Ronald. Ronald datang ke rumah Rey bersama Chelsea, karena Chelsea minta di temani Bella ke salon. Rey dan Ronald berangkat ke kantor setelah mencium kening istri mereka masing-masing. Tapi, Ronald menambah satu kecupan lagi pada perut datar istri nya.


“Ayah berangkat kerja dulu, ya!” ucap Ronald lalu masuk ke dalam mobil milik Rey. Rey melajukan mobil nya meninggalkan kedua wanita yang sedang melambaikan tangan ke arah mereka dan menuju kantor.


***


Setelah sampai di salon, ternyata Lily sudah menunggu mereka disana. Mereka memilih creambath rambut untuk mendapatkan efek relaksasi yang didapat dari pijatan nya.


“Chelsea, Lily, apa kalian tidak bertugas hari ini?” tanya Bella yang masih fokus memejamkan matanya, karena kepala nya sedang di pijat.


“Tidak, Bella! Kami minta cuti selama 1 minggu,” seru Chelsea.


“Untuk apa kalian meminta cuti selama 1 minggu? Bukan nya kau baru saja cuti Chelsea, ketika pernikahan kalian kemarin?” tanya Bella.


“Kami berbicara kepada kepala rumah sakit kalau kami lelah dan butuh refreshing, kalau lelah kan jadi tidak fokus ke pasien, takut terjadi apa-apa pada pasien nya,” timpal Lily.


“Kalian ini, seperti rumah sakit milik kalian saja! Kalau semua dokter seperti kalian, bisa-bisa rumah sakit tutup hanya dalam 1 bulan,” cetus Bella yang membuat kedua teman nya tertawa.


Mereka memesan tempat khusus, jadi hanya mereka bertiga saja yang tengah berada di sana, bersama dengan ketiga orang yang memijat mereka. Tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang tengah berdiri dengan senyuman yang mengembang di wajah nya.


“KAU!!” ucap Bella, Chelsea, dan Lily secara bersamaan, ketika melihat seseorang yang datang tersebut.