Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Pelukan itu



Rey kembali ke kamar setelah selesai memesan makanan. Ketika sampai di depan pintu kamar, samar-samar ia mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi, dan suara tersebut berasal dari kamar Rey dan Bella.


Rey membuka pintu kamar tersebut menggunakan kartu kamar. Ketika sudah berada di dalam, terlihat Bella sedang duduk melihat ke arah luar jendela dan menatap hujan yang masih turun membasahi bumi. Rey berdiri melihat Bella yang masih fokus menatap air hujan dan dengan menyanyikan sebuah lagu.


Terdengar jelas suara merdu nya dalam menyanyikan lagu tersebut. Bait demi bait di nyanyikan nya, seperti sangat mendalami lagu itu.


Bella bernyanyi sambil melihat ke luar jendela. Karena hujan cukup deras, Bella tidak sadar kalau Rey sudah berada di belakangnya sedari tadi, dan melihat nya menyanyikan lagu tersebut.


"Ini bukan nya lagu yang ku dengarkan dari headphone nya waktu di pesawat tadi. Kenapa dia sangat menyukai lagu ini?“ batin Rey sambil berjalan ke arah Bella.


“Bella," panggil Rey sambil menepuk pundak Bella. Bella terperanjat karena tiba-tiba ada yang menepuk bahu nya.


“Kau mengagetkan ku saja, Rey! Dari mana kau masuk? kenapa aku tidak mendengar suara pintu terbuka? Dan kenapa kau berjalan tidak bersuara?“ tanya Bella heran yang melihat Rey sudah berada di samping nya.


“Kau terlalu sibuk bernyanyi, jadi tidak mendengar ketika aku masuk,“


“Dan apa kau pikir kaki ku ini bisa bicara, jadi aku berjalan dengan suara. Kau ini ada-ada saja!" Rey mengacak-acak gemas rambut Bella. Bella hanya terdiam dengan sikap Rey yang tiba-tiba berubah seperti itu kepada nya.


“Apa kau sangat menyukai lagu itu?“ tanya Rey. Bella mengerutkan kening nya.


“Lagu yang baru kau nyanyi kan tadi,“ sambung nya lagi karena melihat Bella seperti kebingungan.


“Ooo ....“ Bella membulat kan bibir nya.


“Lirik nya seolah mengerti isi hati ku malam ini, maka nya aku sangat menyukai nya,“ ujar Bella yang membuat Rey menoleh ke arah nya.


“Maksud mu?“


“Sudah lah lupakan saja! Mana makanan yang kau beli tadi, aku sudah sangat lapar,“ Bella memegangi perut nya dan mengalihkan pembicaraan.


“Oiya aku lupa, ayo kita makan dulu!“ Rey memberikan makanan tersebut kepada Bella.


Rey dan Bella sedang menikmati makanan mereka, terlihat Bella sangat lahap menyantap makanan tersebut, mungkin benar ia sedang lapar sampai-sampai Bella tidak memperdulikan bagaimana wajah nya saat ini. Rey tersenyum melihat Bella yang sedang makan seperti itu. Menurut Rey, Bella terlihat sangat menggemaskan ketika sedang fokus makan.


“Apa kau bisa pelan sedikit, tidak ada yang akan mengambil makanan mu!“ ujar Rey yang melihat Bella tersedak. Rey langsung memberikan air minum kepada istrinya itu.


“Aku hanya ingin menghilangkan kesedihan ku saja.“ Ujar Bella tanpa sadar.


"Astaga ... kenapa aku jadi sering keceplosan seperti ini? apa mungkin karena aku sedang PMS, jadi aku tidak bisa mengontrol emosi ku. Bagaimana kalau Rey curiga?“ gumam Bella dalam hati.


“Apa kau sedang bersedih? apa yang membuat mu bersedih?“ tanya Rey.


“Ehmm ... maksud ku, aku hanya ingin menghilangkan sakit perut ku saja karena kelaparan.“ Jawab Bella gugup.


“Ya sudah, cepat lah habis kan makanan mu!“


[ R e y POV ]


Sebenar nya apa yang telah di alami nya selama ini. Kenapa dia selalu mengucapkan kata-kata seperti itu? Pertama kali dia mengatakan "Jangankan untuk liburan, aku bisa makan saja sudah cukup." Apa dia tidak memiliki cukup uang untuk makan.


Kedua kali dia mengatakan, "Sudah lama sekali ingin pergi ke Spanyol, tapi baru sekarang impian nya itu terwujud." Kalau dia tidak punya uang, kenapa dia bisa bersekolah di sekolah elite?


Ketiga kali dia bilang, "Kalau tidak ada hujan yang diiringi dengan petir yang menyambar, bagaimana aku bisa menangis tanpa di dengar oleh orang lain?" apa dia sering menangis sendirian?


Setelah itu dia bilang ‘"Lirik lagu itu seolah mengerti apa yang aku rasakan malam ini, makanya aku sangat menyukai nya." Memang nya apa yang membuat nya bahagia malam ini?


Bukankah dulu dia di kenal sebagai sosok periang? kenapa sekarang menjadi seseorang yang menyedihkan seperti ini? Apa aku sudah salah menilai nya selama ini?


***


Rey memandangi wajah Bella dengan sendu. Bella yang di perhatikan pun merasa risih.


“Rey, kenapa kau memandangi ku seperti itu?“ tanya Bella.


“Apa ada yang salah dengan wajah ku?“ lanjut nya lagi. Rey menggelengkan kepala nya.


“Jadi, apa ada nasi yang menempel di bibir ku?“ Bella mengusap wajah nya dengan tangan nya. Rey malah tertawa.


“Kau makan seperti anak kecil saja, menggemaskan sekali,“ Rey mencubit pelan hidung Bella. Bella terdiam tidak menyangka dengan apa yang baru saja di kata kan oleh Rey pada nya.


"Apa katanya? Aku menggemaskan. Apa yang terjadi dengan Rey belakangan ini, apa dia sedang demam? Mungkin saja dia sedang demam makanya es yang ada di kepala nya itu mencair,“ batin Bella.


“Apa kau sudah selesai makan nya?“ tanya Rey. Bella hanya mengangguk.


“Ya sudah, bereskan ini! setelah itu kita tidur.“ Bella pun mengiyakan kata-kata Rey.


***


Setelah selesai membereskan tempat yang baru saja mereka pakai untuk makan. Bella berjalan menuju kamar mandi untuk menyikat gigi nya dan membasuh wajah nya sebelum tidur. Setelah itu, ia keluar dari kamar mandi.


“Rey, apa kau tidak mau ke kamar mandi dulu?“ tanya Bella yang baru keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah. Rey mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi.


***


“Apa yang sedang kau lakukan di sana?“ tanya Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan melihat Bella sedang membaringkan tubuh nya di sofa.


“Aku mau tidur, Rey.“


“Kenapa kau tidur di sana?“


“Kalau tidak tidur di sini, memang nya aku mau tidur dimana lagi, di luar begitu?“


“Kemari lah, tidur dengan ku! Apa aku ada menyuruh mu untuk tidur di sofa malam ini?“ Bella hanya diam mendengarkan kata-kata yang terlontar dari mulut Rey.


“Hey, kenapa kau masih diam? Kau mau aku menyuruh mu tidur di luar?“


“Ti–tidak Rey, iya aku akan kesana,“ Bella beranjak bangun dari tidur nya menuju ke arah Rey.


“Tidur lah di samping ku!“ Rey menepuk-nepuk tempat di sebelah nya, Bella pun menuruti nya. Bella tertidur membelakangi Rey. Tidak lama setelah itu, Bella merasakan ada yang melingkar di pinggang nya, ternyata itu adalah tangan Rey.


Deg


“Biarkan aku memeluk mu seperti ini!“ Bella bingung harus melakukan apa. Ia ingin sekali menolak, akan tetapi pelukan Rey sangat menghangatkan tubuh nya, yang membuat nya tidak bisa menolak nya.


“Menghadap lah kemari!“ perintah Rey. Dengan ragu-ragu Bella pun membalikkan tubuh nya menjadi menghadap ke arah Rey. Rey memeluk Bella dengan sangat erat, Bella membenamkan wajah nya di dada bidang milik suami nya itu, lalu terlelap.


“Selamat tidur, Bella.“ Rey mengecup puncak kepala Bella, lalu ikut tertidur sambil masih memeluk wanita itu.