Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Aku belum bisa memaafkanmu



Setelah berbicara dengan Lily, Rey pun beranjak dari duduk nya untuk pergi ke tempat Bella. Sesampainya disana, Bella sudah kembali terbaring di atas ranjang pasien. Terlihat tangan nya sudah kembali di pasang dengan alat infus.


Rey berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut. Orang-orang yang berada di sana, langsung melihat ke arah nya.


“Aku sudah pulang. Lihatlah, banyak sekali makanan yang ku bawa!” Tiba-tiba Mike masuk dan langsung berteriak, yang membuat mereka terkejut.


“Hey Rey, ayolah kesana!” ajak Mike yang melihat Rey hanya diam memperhatikan mereka. Rey pun mengangguk dan berjalan di belakang Mike.


“Ini ada makanan untuk mu Bella!” Mike menyerahkan kotak makanan tersebut kepada Bella. Bella mengambil nya lalu mengucapkan terima kasih. Mike membantu Bella untuk duduk dan bersandar.


“Wah sosis ... terima kasih Mike, kau memang selalu mengerti apa yang ku sukai,” Bella terlihat sangat senang ketika melihat makanan itu. Bella mengulas senyum di bibir nya, dan tersenyum ke arah Mike.


“Apa sih yang tidak ku ketahui tentang mu?” ucap Mike sambil mengacak-acak rambut Bella. Rey yang merasa kesal melihat itu, langsung menghempaskan kasar tangan Mike.


“Jangan sembarangan menyentuh nya!” cetus Rey sambil menatap tajam ke arah Mike.


“Kenapa? Kau ada masalah dengan hal itu?” tanya Mike sambil mengedipkan sebelah mata nya. Mike kembali mengusap kepala Bella untuk sekedar menjahili Rey.


“Mike, singkirkan tanganmu dari istriku!” teriak Rey sambil menatap tajam ke arah sahabat nya itu.


“Sudah cukup! Apa-apaan kalian berdua ini? Mike sudahlah! dan kau Rey, kenapa kau marah?” Mereka seketika bungkam, saat Bella berbicara.


“Jawab Rey! Kenapa kau marah?” Bella sedikit berteriak.


“Aku tidak suka kalau pria lain menyentuhmu,”


“Kenapa?”


“Karena kau istriku.”


“Cukup, Rey! kau tidak suka pria lain menyentuhku, tapi kau seenaknya mencium wanita lain di hadapan ku. Kau tidak berhak melarang ku dekat dengan siapa pun, karena aku juga tidak pernah melarang mu berpacaran dengan wanita lain. Apa kau sudah lupa dengan kata-katamu waktu itu? 'Jangan pernah urusi urusanku, karena aku juga tidak akan pernah perduli dengan urusanmu!' Tapi, kenapa sekarang kau menjadi begitu peduli seperti ini. Kenapa Rey, kenapa?” suara Bella mulai melemah. Air mata mulai jatuh satu persatu membasahi pipi mulus nya. Rey menatap nya dengan tatapan sendu, ia ingin sekali memeluk wanita yang tengah menangis di hadapan nya saat ini.


“Maaf Bella … maaf ….” Ucap Rey lirih.


“Ibarat mata jika sudah rabun, meskipun bisa di obati, tapi ia tak akan pernah bisa melihat jelas seperti dulu lagi. Seperti itu juga dengan hati, kalau hati sudah terluka, walaupun kau meminta maaf sampai ribuan kali, ia tetap sulit terobati.” Bella masih menitikkan air mata nya.


“Maaf Bella … beri aku satu kesempatan lagi!” pinta Rey memohon sambil menangkup kan kedua tangan nya.


“Kesempatan untuk apa, Rey? kesempatan agar kau bisa kembali menyakitiku, seperti itu Rey?”


“Tidak Bella! Tolong beri aku satu kesempatan lagi, ku mohon ….” Rey terlihat sangat menyesali perbuatan nya.


“Aku takut kau akan menyia–nyia kan kesempatan ini, Rey,” Bella menghapus air mata nya yang sudah sedikit mengering.


“Tidak! Aku berjanji tidak akan menyia–nyia kan kesempatan yang kau berikan ini!” ucap Rey tegas sambil mengangkat jari kelingking nya.


“Pergilah! Aku ingin istirahat, aku sangat lelah,” Mike membantu Bella untuk berbaring. Namun Bella menepisnya.


“Tidak perlu Mike! Aku bisa melakukan nya sendiri,” Mike pun mengiyakan nya.


“Ronald, bawa Chelsea pulang!” pinta Bella pada Ronald.


“Tidak, Bel, aku ingin menemanimu disini,” bantah Chelsea.


“Benar apa kata Bella, Chelsea. Lebih baik kau pulang saja, biar aku yang menemani Bella disini!” timpal Lily. Dengan sangat terpaksa, akhirnya Chelsea pun mau di ajak pulang oleh suami nya.


Kini mereka tinggal berlima di dalam ruangan itu. Tiba-tiba Lily mendapat telfon dari ibu nya. Lily di suruh pulang ke rumah, karna ibu nya tidak ada yang menemani di rumah nya. Bella memaksa Mike untuk mengantar Lily pulang. Walau awalnya Mike tidak mau, tapi setelah Bella berulang kali memohon, akhirnya Mike pun mengiyakan nya. Mike dan Lily pamit kepada mereka.


***


Saat ini di ruangan tersebut tinggal tersisa Rey, Bella, dan bi Ira. Mereka hanya diam di dalam sana. Terlihat kecanggungan di antara ketiga nya.


“Bi, bibi istirahat saja, biar Rey yang jagain Bella!” pinta Rey pada bi Ira, ketika melihat bi Ira berulang kali menutup mulut nya karna menguap.


“Tidak, Nak Rey. Rey saja yang istirahat, biar bibi yang menjaga Bella!” ucap bi Ira.


“Bi,” Rey melihat bi Ira dengan tatapan dingin, yang menandakan bahwa ia tidak mau perkataan nya di bantah. Akhirnya bi Ira pun mengiyakan nya.


“Iya Rey, bibi istirahat dulu.” Ucap bi Ira yang langsung keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Rey dan Bella.


Rey hanya memperhatikan Bella sedari tadi. Ia bingung harus melakukan apa. Rasanya ia sudah sangat bersalah sekali terhadap wanita yang ada di hadapan nya ini.


Bella mengambil Apel dari atas nakas dan hendak membuka nya menggunakan pisau, walau masih dalam keadaan terbaring. Melihat Bella mengambil Apel, Rey berinisiatif untuk membukakan nya.


Rey mengambil Apel yang sudah di pegang oleh Bella, dan mengambil pisau tersebut.


“Lepaskan!”


“Biar aku saja!” sergah Rey.


“Tidak Rey, aku bisa melakukan nya sendiri. Aku tidak butuh bantuanmu!" cetus Bella sambil hendak merebut pisau dari tangan Rey.


"Apa kau bisa diam?" tukas Rey. Bella pun seketika diam, dan hanya memperhatikan Rey yang tengah membukakan Apel untuk nya.


Rey merasa sedikit tersakiti dengan kata-kata Bella tadi, yang mengatakan bahwa ia tidak butuh bantuan nya. Rey masih terus mengupas kulit Apel itu. Walaupun fikiran nya entah sedang berada dimana.


"Rey ... tolong jangan terlalu baik padaku!" ucapan Bella membuyarkan lamunan Rey. Rey langsung menatap ke arah wanita itu. Entah sejak kapan wanita itu kini sudah ada di posisi sedang duduk dan bersandar.


"Aku takut salah mengartikan kebaikan mu ini, Rey. Kau tidak mungkin mencintaiku, jadi perhatian mu kepadaku semata-mata hanya untuk membuat ibu senang, iya kan? atau mungkin, karena kau kasihan terhadapku?" ucap Bella. Mata nya sudah mulai berkaca-kaca.


"Kenapa hidupku harus seperti ini? kenapa Rey? kenapa tuhan hanya mengambil nyawa ibu? kenapa tuhan tidak mengambil nyawa ku juga, Rey? sejak ibu tidak ada, aku merasa hidupku sudah tidak ada artinya lagi. Jadi, untuk apa aku hidup?" Bella kembali menangis. Mendengar kata-kata Bella, Rey langsung meletakkan Apel yang sedang di kupas nya.


Rey langsung mendekat ke arah Bella, dan memeluk wanita itu. Rey bisa merasakan sakit yang di rasakan oleh wanita yang ada di dekapan nya saat ini. Rey mengecup puncak kepala Bella.


"Hey, jangan bicara seperti itu lagi, aku tidak suka mendengarnya! kalau kau tidak hidup, siapa yang akan menjadi istriku?"


"Aku minta maaf karena sudah membuatmu seperti ini," Bella langsung mendorong Rey, yang membuat Rey sontak terkejut. Bella menghapus air mata nya yang masih mengalir di pipi nya.


"Kau memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta maaf kepadaku. Tidak Rey! untuk saat ini, aku belum bisa memaafkanmu. Lebih baik kau keluar sekarang. Aku lelah, aku ingin istirahat." Bella langsung membaringkan tubuhnya, lalu memejamkan mata nya.


Rey masih memandangi Bella yang sudah terbaring memunggungi nya. Ia ingin sekali memeluk wanita itu, tapi di urungkan nya. Ia tidak mau, Bella semakin marah padanya, apalagi kalau sampai membencinya.


Rey memutuskan untuk tidur di sofa dalam ruangan tersebut, sambil memantau Bella.