
"Ada apa dengan wanita itu? apa aku salah bicara?” batin Rey yang bingung melihat Bella tiba-tiba saja pergi ke kamar mandi.
Selang beberapa menit setelah itu, Bella keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah dan mata sedikit membengkak dan merah. Bella mendudukkan tubuh nya di sofa.
“Bella, ada apa dengan mu?“ tanya Rey khawatir.
“Kenapa kau menangis?“ Rey mendekati Bella dan mendudukkan tubuh nya semakin dekat dengan wanita itu.
“Bella,” Rey mengusap pelan wajah wanita itu. Bella menepis tangan Rey.
“Rey, aku baik-baik saja. Aku hanya lapar, Rey.“
“Tidak mungkin, kau pasti berbohong!“
“Untuk apa aku berbohong, aku benar-benar sedang lapar, Rey.“ Ujar Bella sambil memegangi perut nya dengan tangan nya.
“Ya sudah! aku akan telepon pak Didi supaya dia bisa membelikan makanan untuk kita.“ Rey meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja. Ia menelepon pak Didi dan menyampai kan maksud nya. Setelah itu, Rey meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja.
“Ayo kita main lagi!“ Ajak Bella. Rey mengerutkan dahi nya.
“Ayo kita main TOD lagi!“ Ajak Bella lagi.
"Kenapa suasana hati nya mudah sekali berubah?" batin Rey.
Rey memutar kembali botol tersebut, dan di putaran kali ini, giliran botol tersebut berhenti di hadapan Rey.
“Yahh ... aku pilih dare saja.“ Ucap Rey.
“Kata kan aku mencintaimu.“ Kata Bella.
“Maksud nya?“
“Tadi kau memilih tantangan, kan. Dan tantangan nya, kau harus bilang kau mencintai ku.” Bella mengulangi perkataan nya.
“Apa tidak ada yang lain?“ tanya Rey.
“Ya sudah kalau kau tidak mau,“ Bella mengerucutkan bibir nya dan mengalihkan pandangan nya dari hadapan Rey.
"Aku mencintaimu, Bella.“ Ujar Rey dengan cepat. Bella langsung melihat ke arah suami nya itu
"Terima kasih, Rey. Walau ini hanya tantangan, tapi aku sangat bahagia mendengar nya. Aku percaya suatu hari nanti, kau akan mengatakan nya karena perasaan mu yang sebenar nya Rey, bukan karena tantangan atau pun paksaan.“ Batin Bella tersenyum.
Rey memutar kembali botol tersebut, dan kali ini giliran bella.
“Aku pilih dare.“
“Cium aku!“ Ucapan Rey berhasil membuat Bella langsung membelalakkan kedua mata nya.
“Kau mau balas dendam, Rey?“ ucap Bella.
“Menurut mu?“
“Aku tidak mau!“
“Ya sudah, kalau kau tidak mau mencium ku, biar aku saja yang akan mencium mu!“
"Hey ... itu kan sama saja. Lebih baik aku saja yang mencium nya,“ gerutu Bella.
“Baik lah, aku yang akan mencium mu!“
“Dimana aku harus mencium mu?“ Rey mengarahkan tangan nya menuju bibir nya sambil tersenyum nakal. Rey sangat suka melihat Bella cemberut seperti itu.
“Hey, kenapa harus di situ?“ protes Bella.
“Ya sudah kalau kau tidak mau.“ Ucap Rey sambil mendekatkan tubuh nya ke arah Bella.
“Kau me-“ Perkataan Rey terhenti saat Bella mencium sekilas bibir nya. Setelah mencium Rey, Bella menutupi wajah nya yang ia yakini saat ini sedang memerah karena malu.
“Wah, sekarang kau sudah mulai nakal ya,“
“Itu karena kau yang meminta nya,“
“Kenapa cepat sekali, kan aku jadi tidak bisa merasakan nya,“ ledek Rey tersenyum sambil memegangi bibir nya.
“Rey … kau ini memang menyebalkan!“ Teriak Bella sambil melempar Rey dengan bantal sofa. Rey terkekeh melihat wajah malu Bella yang seperti itu.
Tok ... tok ... tok ....
“Ada yang datang, Rey."
“Mungkin itu pak Didi, aku akan membukakan pintu nya terlebih dahulu." Rey beranjak dari duduk nya untuk membuka pintu tersebut.
Ternyata benar, itu adalah pak Didi yang sedang mengantarkan makanan untuk mereka. Setelah memberikan makanan tersebut, pak Didi langsung pamit. Rey masuk ke dalam kamar mereka dan berjalan menghampiri Bella.
“Ayo kita makan dulu!“ ajak Rey. Bella mengangguk lalu mengambil makanan tersebut.
***
Hari sudah semakin sore, panas matahari juga sudah mulai tidak terlalu panas. Rey dan Bella beranjak keluar dari resort untuk pergi ke pantai Platja Den Bosa. Di pinggiran pantai tersebut, mereka duduk sambil menunggu matahari terbenam.
“Rey,” Panggil Bella tanpa menoleh ke arah Rey.
“Ya.“ Jawab Rey melihat ke arah Bella.
“Te amo.“ Ujar Bella. Rey mendekatkan duduk nya dengan Bella, di pegang nya erat tangan wanita itu. Bella masih berpikir bahwa Rey tidak mengetahui arti dari ucapan nya itu.
“Bella ... maaf untuk saat ini aku belum bisa membalas perasaan mu. Tapi, aku berjanji akan belajar untuk mencintai mu dan mencoba melupakan Kia.“ Bella begitu terkesiap mendengar penuturan dari Rey. Di tatap nya lekat mata lelaki itu, akan tetapi tidak menyiratkan kebohongan sama sekali dari mata tersebut, yang ada malah memperlihat kan ketulusan.
“Rey, kau tidak sedang bercanda kan?“ tanya Bella memastikan. Rey pun menggeleng.
“Bella aku berjanji pada mu!“ Bella masih tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Rey.
“Bella ... aku tau kau tidak akan semudah itu percaya dengan apa yang aku katakan. Tapi, aku sungguh-sungguh dengan perkataan ku ini, Bella...”
“... seharusnya selama ini aku belajar untuk mencintaimu, bukan malah mendiamkan mu dan lebih memilih Kia yang status nya hanya sebagai pacar ku saja,“ lanjut Rey.
“Bella percaya lah! aku akan coba untuk belajar mencintaimu. Aku janji Bella!“ Ucap Rey serius sambil menggenggam tangan Bella. Bella berhasil menitikkan air mata nya karena terharu mendengar penuturan dari Rey.
“Kau janji?“ ucap Bella sambil menjulurkan kelingking nya.
“Iya, aku berjanji.“ Jawab Rey sambil mengaitkan kelingking nya dengan kelingking Bella.
“Terima kasih, Rey.“ Rey langsung menarik Bella ke dalam pelukan nya. Bella menangis haru di dalam pelukan Rey. Rey mencium puncak kepala istrinya itu.
***
Rey melepaskan pelukan nya; di tatap nya Bella yang masih menangis. Rey menghapus air mata Bella dengan tangan nya, dan mengecup lama kedua mata wanita itu secara bergantian.
“Maafkan sikap ku kepadamu selama ini,“ ucap Rey lirih. Dan Bella pun mengangguk. Rey kembali menarik Bella ke dalam pelukan nya.
"Ya tuhan ... ini seperti mimpi, apa ini benar-benar nyata. Aku bahagia sekali, aku tidak pernah menyangka kalau kata-kata seperti itu akan keluar dari mulut Rey tanpa paksaan dari orang lain. Terima kasih Rey, aku sangat mencintai mu.“ Batin Bella sambil masih memeluk Rey.
"Aku akan belajar mencintai mu, Bella. Aku berjanji pada diriku sendiri dan padamu.“ Batin Rey sambil mengecup pucuk kepala Bella berkali-kali.
Hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk Bella. Ia sama sekali tidak pernah menyangka hari ini akan datang juga, walaupun Rey belum mencintai nya, tapi Rey sudah berjanji akan belajar mencintainya, dan itu saja sudah membuat nya amat sangat bahagia.