Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Melanggar janji



Bella masih menangis di dalam kamar mandi, menatap mata nya yang sedikit merah dari pantulan cermin itu. Entah apa yang ada di fikiran nya pada saat ini.


"Rey, apa yang sebenarnya terjadi? apa selama ini kau masih berhubungan dengan Kia? apa selama ini perasaan mu padaku hanya pura-pura saja?" Bella masih menangis sambil mengingat hal-hal romantis yang dilakukan Rey terhadap nya.


Setelah hati nya mulai tenang, Bella membasuh wajah nya dengan air, supaya tidak terlalu terlihat, kalau dia habis menangis.


***


Bella keluar dari kamar mandi menggunakan piyama tidur. Ia berjalan menuju ranjang, lalu membaringkan tubuh nya di sebelah Rey.


Rey masih menatap Bella yang berbaring di sebelah nya, dengan mengulas senyuman di bibir nya. Rey langsung menarik Bella ke dalam dekapan nya, dan langsung tertidur.


"Bahkan dia tidak mau menjelaskan apa pun soal kejadian tadi," gumam Bella yang kembali meneteskan air mata nya di dalam dekapan Rey.


Rey yang masih tersadar pun merasakan ada sesuatu yang membasahi tubuh nya. Ternyata itu air mata Bella. Rey ingin menenangkan nya, tapi entah kenapa, ego nya lebih memilih untuk membiarkan wanita itu.


***


Keesokan pagi nya, Rey pamit pada Bella untuk berangkat ke kantor. Bella pun masih tetap seperti biasanya.


Setelah Rey pergi, Bella menelfon Chelsea dan Lily untuk datang ke rumah nya. Karena sahabat nya itu masih punya waktu libur, mereka pun langsung datang ke rumah Bella.


***


Kini mereka tengah berbincang-bincang di dalam kamar Bella. Bella menceritakan kejadian tadi malam kepada kedua sahabat nya itu.


"Tunggu Bella! jangan berpikiran buruk dulu tentang Rey!" ucap Chelsea.


"Iya, Bel. Kami juga bisa melihat kalau Rey sudah benar-benar jatuh cinta padamu," timpal Lily.


"Aku juga tidak ada niatan untuk tidak mempercayai Rey. Tapi, tadi malam itu apa?" ucap Bella.


"Aku tau Rey kenapa," kata Chelsea antusias.


"Kenapa?" tanya Bella dan Lily bersamaan.


"Sebentar lagi kan ulang tahun mu, mungkin saja Rey ingin memberikan mu kejutan. Barangkali ini adalah salah satu rencana nya," ujar Chelsea sambil tersenyum.


"Bisa jadi," timpal Lily.


"Ya sudah! yang penting sekarang jangan NeThink dulu, Bel. Kita pastikan saja terlebih dulu, ya." Bella pun mengangguk.


***


Di dalam kantor, Ronald sedang memperhatikan Rey yang melamun sedari tadi. Ia tidak fokus pada pekerjaan nya hari ini. Ronald pun berniat menghampiri sahabat nya itu.


"Hey, kau ini kenapa, melamun saja dari tadi?" tanya Ronald yang membuat Rey sontak terkejut.


"Apa kau bisa jangan berteriak? apa kau ingin membuat ku tuli?" ucap Rey sambil memegangi telinga nya.


"Ada apa dengan mu?" Ronald tidak menanggapi omelan sahabat nya itu, dan malah balik bertanya.


"Tidak ada!" jawab Rey datar.


"Rey, apa kau tidak ingin menyelidiki Kia terlebih dulu?" tanya Ronald.


"Yang seharusnya ku selidiki itu kalian. Kalian yang sudah hampir membunuh ku!" tukas Rey.


"Kau benar-benar telah di buta kan oleh cinta mu kepada Kia. Aku ingatkan sekali lagi, jangan menyesal ketika kau mengetahui yang sebenar nya!" ucap Ronald yang langsung kembali ke tempat nya. Rey pun semakin bingung di buat nya.


***


3 hari setelah itu, Bella merasa hubungan nya dengan Rey semakin merenggang. Rey yang jarang kembali ke kamar, karna ada banyak tugas di kantor. Begitu juga dengan Rey yang semakin bingung dengan perasaan nya.


Hari ini adalah hari ulang tahun Bella. Tidak ada yang pernah tau kapan Bella ulang tahun, kecuali sahabat nya, dan kedua sahabat Rey.


Karena hari ulang tahun nya, Bella mengajak sahabat nya termasuk Kia untuk makan-makan di rumah nya. Walaupun tidak terlalu mewah.


***


Selesai berbelanja bahan makanan, mereka langsung pergi ke rumah Bella. Namun, saat sampai di sana, rumah itu nampak gelap dan sangat sunyi.


Bella berjalan menuju saklar dan menghidupkan lampu rumah tersebut.


Dor ... dor ... dor ....


HAPPY BIRTHDAY


Ramai orang mengucapkan selamat ulang tahun secara bersamaan. Terlihat sudah banyak orang disana dengan menggunakan gaun yang sangat cantik. Rumah tersebut telah di hias sebagus mungkin.


Rey berjalan menghampiri mereka berempat. Bella menutup mulut nya karena tidak percaya, Bella sangat terharu melihat semua ini. Matanya terlihat berkaca-kaca. Pikiran nya membenarkan ucapan Chelsea tempo hari, yang mengatakan kalau ini adalah bagian dari rencana Rey, untuk merayakan ulang tahun nya.


Namun, Bella semakin di kejutkan karena Rey malah berjalan menghampiri Kia, bukan menghampiri nya.


"Happy birthday, Sayang." Ucap Rey memberikan buket bunga kepada Kia, lalu mencium kening wanita itu.


Bukan hanya Bella yang bingung, kedua sahabat nya pun ikut bingung. Sedangkan Kia, dia tersenyum melihat Bella.


Bella masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Mata nya menyusuri setiap sudut rumah, dan didapati nya sebuah tulisan di dekat tangga yang bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY KIA SAYANG".


Untuk kesekian kali nya, Bella merasakan sakit yang begitu mendalam. Dari dulu memang tidak ada yang pernah mengetahui kapan ulang tahun Bella, karena ulang tahun nya bertepatan dengan hari ulang tahun Kia.


Bella masih menatap Rey dan Kia dengan tatapan tidak percaya.


"Maafkan aku Bella, karena Rey lebih memilihku dari pada kau," ucap Kia sambil tersenyum licik ke arah Bella. Rey semakin mengeratkan pelukan nya kepada Kia. Walaupun mata nya masih menatap ke arah Bella.


Bella ingin sekali menangis sekeras-kerasnya di sana. Tapi, ia tidak mau terlihat lemah di depan semua orang, terutama di hadapan Rey dan Kia.


Bella melihat ke arah Rey dan Kia, ia mengulas senyum di bibir nya dan langsung mengulurkan tangan nya ke arah Kia.


"Selamat ulang tahun, Sahabat ku. Dan selamat, impianmu telah terwujud untuk merebut suamiku," Bella berganti menatap Rey.


"Rey, kau melupakan janjimu untuk tidak membuat ku menangis lagi," Setelah mengatakan itu. Bella langsung berlari ke atas menuju kamar nya, dan langsung mengunci pintu kamar itu.


Bella menangis sekeras-kerasnya disana. Rasanya ia sudah tidak tahan melihat ini semua. Air mata terus mengalir membasahi wajah nya. Karena kamar itu kedap suara, jadi orang-orang di luar tidak bisa mendengar suara teriakan nya.


"Ya tuhan ... apa kau memang benar-benar mengabulkan do'a ku? Ketika aku mengatakan, lebih baik Rey berselingkuh dengan Kia, daripada ia harus pergi meninggalkan ku selama-lamanya. Apa benar itu semua terjadi karena ulah ku sendiri? apa salahku ya tuhan ... kenapa nasibku seperti ini?" Bella terus-terusan menangis sambil memegangi dada nya yang mulai sakit.


Tanpa terasa mengalir lagi darah dari hidung Bella, tapi ia tidak memperdulikan hal itu. Sakit yang di rasakan kepala nya saat ini, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan sakit yang ada di dalam hati nya. Hatinya sungguh hancur, hancur untuk ke sekian kali nya. Dan penyebab nya adalah orang yang sama.


"Lebih baik kau tidak usah baik kepadaku dari awal, Rey. Daripada harus berakhir seperti ini. Tapi aku tetap tidak bisa membencimu, aku tidak bisa Rey. Karena aku mencintaimu, sangat mencintaimu, Rey." Suara Bella semakin melemah, dan akhirnya ia tak sadarkan diri.