Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Salah paham



2 hari telah berlalu. Bella sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, dengan syarat ia harus bisa menjaga kesehatan nya. 2 hari itu Rey selalu menjaga Bella, membawakan makanan untuk wanita itu, walaupun Bella masih tetap cuek terhadap nya, demi membuat pria itu semakin menyesali perbuatan nya.


Hari ini Bella keluar dari rumah sakit, namun Rey tidak bisa menjemputnya, karena ia ada perjalanan ke luar kota, mungkin sekitar 4 atau 5 hari Rey baru kembali.


Pada saat Rey pulang dari luar kota, hari itu bertepatan dengan ulang tahun nya. Bella ingin memberi kejutan untuk suami nya, dan menyudahi sandiwara itu, lalu memaafkan suami nya tersebut.


Bella pulang dari rumah sakit di jemput oleh sahabat-sahabat nya. Tapi Mike tidak ikut menjemput Bella, karena ia sudah harus kembali ke Jepang. Mike harus kembali kuliah, karena waktu cuti nya telah habis.


***


4 hari telah berlalu, besok Rey akan kembali karena pekerjaan nya telah selesai. Di dalam rumah, Bella sedang tiduran di dalam kamar, sedangkan bi Ira menonton televisi. Tiba-tiba ada yang memencet bel rumah Bella dan Rey. Bi Ira langsung berlari dan membukakan pintu rumah tersebut.


Saat bi Ira membukakan pintu, terlihat seorang pria dengan tubuh tegap, kulit nya putih pucat seperti tidak memiliki melanosit. Dan tidak lupa kacamata yang menutupi kedua mata nya. Kacamata itu bukan membuatnya terlihat cupu, tapi malah menjadi keren. Pria itu tersenyum kepada bi Ira.



"Bi, apa Bella ada di rumah?" tanya lelaki tersebut pada bi Ira.


"Ada, Tuan. Nak Bella ada di dalam, biar bibi panggil kan dulu, ya!" bi Ira langsung masuk ke dalam rumah tanpa mempersilahkan lelaki tersebut untuk masuk. Bi Ira tidak mau mengambil resiko, karena lelaki tersebut belum pernah datang kerumah itu.


Bi Ira berlari menaiki satu persatu anak tangga, lalu mengetuk pintu kamar Bella. Setelah mengatakan bahwa ada yang datang, bi Ira turun bersama Bella ke bawah.


***


"Kak Fikri," ucap Bella ketika melihat lelaki yang datang tadi.


"Iya Bella, senang bertemu denganmu lagi." Lelaki yang di ketahui bernama Fikri tersebut, melambaikan tangan ke arah Bella.


"Iya kak, kakak apa kabar?" tanya Bella sambil mengulurkan tangan kepada lelaki itu. Bella mengulas senyum di bibir nya. Ia sangat senang sekali karena kedatangan Fikri.


"Kakak baik-baik saja. Dan bagaimana kabarmu?" Fikri pun menyambut uluran tangan Bella, dan lelaki itu kembali bertanya.


"Bella juga baik-baik saja, Kak!"


"Kakak ada perlu apa?" tanya Bella. Fikri mendekatkan tubuh nya kepada Bella, lalu membisikkan sesuatu di telinga wanita itu.


"Wah kakak serius? berarti orang itu kakak?" tanya Bella ketika mendengar apa yang baru saja di bisikkan oleh Fikri.


"Ya, Bella. Kau mau membantu kakak, kan?" tanya nya sekali lagi.


"Baiklah, Kak! aku juga sekalian ingin mencari hadiah untuk ulang tahun Rey. Aku ambil tas dulu, Kak!" Fikri mengangguk lalu tersenyum.


Bella langsung masuk ke dalam dan mengambil tas di dalam kamar nya. Lalu, ia keluar dan pamit kepada bi Ira. Setelah itu, Bella pergi dengan Fikri menggunakan mobil pria itu.


***


Fikri adalah kakak kelas Bella ketika berada di sekolah menengah atas. Bella sangat dekat dengan Fikri, karna mereka pernah ikut olimpiade MIPA bersama. Fikri adalah lelaki yang melamar Lily saat di acara resepsi pernikahan Chelsea. Saat ini Fikri meminta Bella untuk menemani nya memilih cincin untuk pernikahan nya dan Lily. Awalnya Fikri ingin meminta bantuan Chelsea, tapi Ronald tidak mengizinkan nya, karena Chelsea sedang masa trimester awal kehamilan, yang rentan mengalami keguguran.


Fikri memasangkan cincin tersebut ke tangan Bella, Bella sudah mengatakan kalau tangan nya dengan tangan Lily berbeda. Tangan Lily lebih kecil dari tangan Bella, yang membuat cincin tersebut tidak bisa di keluarkan dari tangan wanita itu.


"Kak Fikri, kan tadi aku sudah bilang, cincin ini terlalu kecil untukku, tapi kalau untuk Lily pasti sangat cocok," cetus Bella.


"Sekarang, bagaimana caranya mengeluarkan cincin ini? sakit sekali tangan ku, Kak!" Bella berusaha mengeluarkan cincin tersebut dari tangan nya, namun usaha nya sia-sia, hal itu malah semakin menyakitinya.


"Bagaimana, Kak? ini sakit sekali!" Fikri kembali membantu Bella melepas cincin tersebut. Tetapi tetap saja tidak berhasil.


Akhirnya pemilik toko perhiasan tersebut turun tangan untuk membantu Bella. Dan akhirnya, cincin tersebut bisa terlepas dari tangan Bella.


"Syukurlah bisa di lepas. Kalau tidak, tangan mu akan di amputasi untuk mengeluarkan cincin ini," ucap Fikri sambil mengelus cincin tersebut.


"Hey, kenapa harus di amputasi?" tanya Bella.


"Tentu saja untuk mengeluarkan cincin tersebut dari tangan mu. Sayang sekali kalau sampai cincin nya tidak bisa di ambil. Apa yang akan ku berikan pada Lily nanti nya?" lanjut nya lagi yang membuat Bella langsung menatap tajam ke arah nya.


"Kenapa kakak malah mengkhawatirkan cincin nya, dibandingkan aku? kakak sungguh menyebalkan!" Bella melipat kedua tangan nya di depan dada, seraya mengerucutkan bibir nya. Hal itu membuat Fikri gemas melihatnya.


"Hehe ... maaf adik ku!" Fikri mengacak-acak gemas puncak kepala Bella, yang membuat rambut nya menjadi berantakan.


"Kakak, aku bukan anak kecil lagi, aku sudah menikah. Jangan mengacak-acak rambut ku seperti ini!" Bella menyingkirkan tangan Fikri dari atas kepala nya. Lalu, ia merapikan rambut nya.


"Maaf ... habisnya kau menggemaskan jika seperti ini," Fikri tertawa.


"Ya sudah, jadi kakak hanya membeli ini saja kan?" Fikri pun mengangguk.


"Bella mau membelikan jam untuk Rey, kakak harus bantu Bella memilihkan nya!" pinta Bella. Fikri pun mengiyakan nya.


Akhirnya mereka pergi membeli jam tangan untuk Rey. Setelah menemukan yang cocok, Fikri langsung mengantarkan Bella pulang ke rumah. Setelah itu, ia permisi pamit pulang.


***


Rey sedang duduk memandangi foto istri nya di layar ponsel nya tersebut. Tiba-tiba ada pesan masuk melalui WhatsApp. Rey langsung membuka pesan tersebut.


Betapa terkejut nya ia ketika melihat beberapa foto di kirimkan oleh nomor yang tidak di kenal.


"Apa-apaan semua ini?" Rey mengusap kasar rambut nya, ketika melihat foto-foto tersebut. Di dalam foto itu, terlihat seorang lelaki tengah memakaikan cincin kepada Bella. Foto yang lain nya, lelaki itu sedang memegang puncak kepala Bella. Dan saat mereka berdua di dalam mobil.


Ternyata ada yang memfoto secara diam-diam, saat Bella pergi bersama Fikri.


"Bella, kenapa kau seperti ini? apa kau tidak bisa memaafkan ku? apa kau memang benar-benar telah melupakan ku? bagaimana mungkin perasaan mu bisa hilang secepat itu?" Rey berteriak hingga suara nya memenuhi ruangan itu. Rey nampak sangat hancur sekali saat ini. Ia tidak tau apa yang harus di lakukan. Saat ini yang ia rasakan hanyalah perih, sakit, dan hancur secara bersamaan.