
Mike mengulangi ucapan nya.
"Tidak! tidak mungkin! Bella pasti masih hidup, kan Mike. Jangan membohongi ku seperti ini, Mike! ku mohon ... beritahu aku dimana Bella!" Rey terus-terusan mendesak Mike. Namun Mike hanya diam saja.
"Bella ... maafkan aku ... aku sangat mencintaimu, Bella. Maaf karena aku terlambat menyadari perasaan ku terhadap mu. Maaf juga karena selama ini aku tidak pernah mempercayai mu. Bella, aku sangat menyayangimu, Sayang. Aku mohon kembali ... aku ingin melihatmu lagi. Aku ingin meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak tau kalau selama ini kau sudah banyak berkorban untuk ku. Bahkan kau rela mengorbankan nyawamu untuk ku. Bella ... ku mohon kembali lah hiks ... hiks ...." Buliran bening sudah mengalir membasahi wajah Rey. Ia sudah tidak perduli lagi dengan pandangan orang lain. Rey masih duduk berlutut sambil mencengkram keras rambut nya.
"Hai, Semua. Apa kabar?"
Mereka di kejutkan dengan sosok wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut. Rey sangat mengenali suara itu. Ia langsung mengangkat kepala nya dan melihat ke arah wanita itu.
"Bella ...." Mereka tertegun melihat Bella, yang beberapa saat lalu baru saja di ketahui telah tiada oleh mereka.
"Ya, ini aku, Bella." Bella mengulas senyuman di bibir nya. Terlihat Lily dan Chelsea sedang berdiri di belakang nya.
"Sayang, kenapa kau kesini?" tanya Mike pada Bella sambil merangkul pundak wanita itu. Rey langsung menatap wajah Bella.
"Bella ... benarkah ini kau? apa kau benar-benar masih hidup, Sayang? Bella ... aku bahagia sekali bisa bertemu denganmu. Mike, kenapa kau berbohong padaku?" Rey langsung berjalan menghampiri Bella. Melepaskan tangan Mike dari tubuh wanita itu, dan langsung menarik Bella ke dalam pelukan nya.
"Lepaskan Bella, Rey! aku tidak berbohong padamu. Setelah kau mengatakan kata cerai kepada nya, mulai saat itu juga Bella yang kau cintai telah tiada." Ucap Mike dingin, sambil mendorong tubuh Rey.
"Sekarang, Bella adalah milikku, tidak ada siapapun yang bisa merebutnya dari ku, termasuk kau. Biarkan Bella bahagia, Rey!" seru Mike. Rey pun membenarkan kata-kata Mike.
"Aku minta maaf, Sayang. Aku akan melepaskan mu bersama nya. Aku mencintaimu, Bella." Walaupun rasanya sangat berat untuk melepaskan wanita yang ia cintai, tapi ia lebih memilih untuk memberikan kebahagiaan kepada wanita itu. Rey tersenyum ke arah Bella dan langsung membalikkan tubuh nya untuk keluar.
"Rey ...." Panggil Ronald. Rey pun menoleh ke belakang.
"Apa kau benar-benar ingin melepaskan Bella? kau tidak ingin bertahan, karena Bella lebih memilih Mike di bandingkan dirimu?" tanya Ronald.
"Aku benar-benar ingin melepaskan Bella."
"Kenapa, Rey? selama ini kau mencari Bella, sampai-sampai kau hampir gila karena memikirkan Bella setiap hari. Setelah kau bertemu dengan Bella, kau malah melepaskan nya,"
"Melepaskan bukan berarti aku tidak mencintai nya. Melepaskan bukan berarti aku merelakan dia bersama dengan Mike. Tapi, aku melepaskan karena aku mengikhlaskan nya. Aku memilih melepaskan dia bersama dengan Mike, agar dia tetap bahagia, Ron. Meskipun diriku sendiri terluka dan kecewa. Tapi itu semua tidak ada bandingan nya, dengan sakit yang telah aku torehkan untuk Bella. Ini semua tidak bisa membalas semua yang telah Bella korbankan untuk ku." Rey berucap dengan suara yang sangat lemah.
"Mike ... ku mohon jaga Bella dengan baik! Aku yakin kau pasti bisa membahagiakan nya, bukan seperti aku yang selalu menyakiti nya." Ucap Rey sambil melihat Mike. Setelah itu, Rey mengalihkan pandangannya untuk menatap Bella.
"Bella ... sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu." Ucap Rey dengan nata yang berkaca-kaca. Rey pun membalikkan tubuh nya dan melanjutkan langkah nya.
"Rey ... Bella yang kau cintai memang telah tiada. Tapi, Bella yang mencintaimu akan tetap ada sampai kapanpun." Bella berlari dan langsung memeluk Rey dari belakang.
"Aku senang karena kau sudah tau semua kebenaran nya. Aku mendengar semua nya, Rey. Aku tau kau pasti sangat menyesal. Maaf ... karena aku membuatmu khawatir." Rey diam tak bergeming. Ia bingung dengan kenyataan yang dia dapatkan saat ini. Rey langsung membalikkan tubuh nya yang tengah di peluk oleh Bella, dan melihat wanita itu.
"Apa kau serius?" tanya Rey sambil menatap lekat-lekat mata Bella.
"Aku serius, Rey." Bella mengangguk yakin. Rey langsung memeluk Bella dengan erat. Menumpahkan kerinduan nya selama 3 bulan ini.
"Bella, aku sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku lagi, ya!" Rey pun kembali menangis, begitu juga dengan Bella.
"Tidak, Rey. Aku tidak akan pergi lagi. Tapi, kau juga harus janji, untuk tidak akan menyakitiku lagi." Ucap Bella.
"Aku tidak akan berjanji, tapi aku akan langsung membuktikan nya kepadamu." Bella pun tersenyum dan kembali memeluk Rey.
"Sabar Steve, nasib kita sama," Mike menepuk pundak Steve. Orang-orang yang berada disana langsung terkekeh mendengar nya.
"Lihatlah! mereka bahagia saja aku sudah senang. Sekarang, tinggal kita mencari kebahagiaan untuk diri kita sendiri." Ucap Mike. Steve pun hanya mengangguk mengiyakan.
"Rey ... aku hamil." Bella berbisik tepat di telinga Rey, yang membuat lelaki itu langsung diam akibat bisikan itu.
"Apa! apa kau serius, Sayang?" tanya Rey.
"Tentu saja. Untuk apa aku berbohong?"
"Ya tuhan ... aku bahagia sekali. Akhirnya istriku hamil. Istri Rey hamil Bu, Bella hamil. Apa kalian dengar, istri ku hamil."
Rey terus-terusan berteriak. Air mata mulai mengalir membasahi pipi nya. Entah apa yang membuat nya menangis. Namun di dalam tangisan itu, terlihat kebahagiaan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
"Istriku juga sedang hamil," seru Ronald.
"Apa kalian pikir, istri kalian saja yang hamil? istriku juga sedang mengandung buah hatiku,"
Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangan tersebut, dan langsung memeluk Lily dari belakang. Benar, orang itu Fikri.
Lily telah menikah 2 bulan yang lalu dengan Fikri. Saat ini, usia kandungan Lily lebih kurang 6 Minggu. Sedangkan Chelsea, perut nya sudah semakin membesar, karena usia kandungan nya yang sudah memasuki bulan ke-5.
"Kalian ini, membuat para jomblo iri saja!"
Dari ranjang pasien, Kia ikut menyambung pembicaraan.
"Maaf Kia ... kami terlalu bahagia," ujar Rey.
"Tidak! seharusnya aku yang minta maaf. Aku minta maaf padamu Bella, mungkin ini lah karma yang harus aku terima, karena sudah berulang kali menyakiti mu. Aku juga minta maaf pada kalian semua, sudah banyak sekali kesalahan ku selama ini." tutur Kia.
"Terimakasih, Bella." Bella pun mengangguk.
"Maaf anak ayah, ayah terlambat menyadari keberadaan mu." Ucap Rey sambil mengelus perut Bella yang belum terlalu membesar.
"Tunggu, Rey! kau jangan lupa kalau Bella bukan lah istrimu lagi!" Mike memperingatkan. Rey pun kembali teringat.
Rey tiba-tiba berlutut sambil mengambil sesuatu dari saku celana nya.
Terlihat sebuah kotak kecil yang sedang di pegang Rey. Di buka nya kotak tersebut, yang ternyata berisikan sepasang cincin.
Rey memegang tangan Bella, sambil menatap lembut wanita itu.
"Bella ... maukah kau menikah untuk kedua kali nya dengan orang yang sama? namun akan ku buktikan, kalau aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu lagi." Bella tertegun mendengar penuturan Rey.
Cincin itu sudah lama di beli oleh Rey. Cincin itu memang sengaja di beli nya untuk kembali mengikat Bella dalam pernikahan. Rey benar-benar menyesal karena sudah salah mengambil keputusan.
"Rey, apa kau serius?" tanya Bella.
"Yeah ... i'm serious, Baby. Will you marry me?" tanya Rey sekali lagi.
"Maaf, Rey. Aku tidak mau!" Rey tertegun mendengar jawaban Bella. Terasa sedikit sesak hati nya ketika mendengar jawaban wanita itu.
"Kenapa?"
"Aku mau kau menjadi ayah dari anak-anak ku," Bella langsung mengambil cincin tersebut dan memasangkan nya sendiri ke jari nya, lalu memasangkan cincin satu lagi ke jari Rey. Bella langsung memeluk Rey dengan sangat erat.
"Aku mencintaimu, Sayang."
"Aku juga."
"Ekhem ... ekhem ... apa drama nya sudah selesai? aku seperti menonton drama Korea di televisi," Kia mengerucutkan bibir nya.
"Kuharap kau bahagia bersama Rey. Rey, jangan kau sakiti Bella lagi!" ucap Kia.
"Tenang saja! tidak akan ku sakiti wanita yang hampir membuatku gila 3 bulan ini." Rey masih memeluk Bella, sambil sesekali mencium puncak kepala wanita itu.
"Sekarang, tinggal aku, Steve dan Kia yang jomblo disini. Jadi, kalian jangan pamer kemesraan di depan kami!" ucap Mike.
"Makanya, buruan di cari, nanti jodoh nya di tikung orang, baru tau rasa!" seru Ronald yang mendapat tatapan tajam dari Kia, Steve, dan juga Mike.
"Papa ...." Bella langsung berlari ke arah papa Steve dan langsung memeluk lelaki itu. Rey bingung kenapa Bella tiba-tiba berlari dan melepaskan pelukan nya.
"Papa ... Bella sangat merindukan papa. Terimakasih, karena papa sudah mau mendonorkan sumsum tulang belakang untuk Bella. Bella sayang papa ...." Ucap Bella lirih sambil mengeratkan pelukan nya pada papa nya.
"Ini maksudnya apa, Pa?" Steve pun langsung bertanya, karena melihat adanya kejanggalan.
"Bella adalah anak kandung papa. Dulu, papa meninggalkan Bella dan mama nya, lalu menikahi mama mu, Steve. Mama mu adalah sahabat baik mama nya Bella. Pada saat itu, mama mu bekerja di kantor papa menjadi sekretaris. Setelah meninggalkan mereka, papa langsung mengikut marga dari keluarga kalian, yaitu Scott," jelas Edi.
"1 bulan yang lalu, Mike datang mencari papa dan membicarakan tentang penyakit Bella. Mike menceritakan semua yang terjadi dengan Bella dan mama nya. Papa merasa sangat bersalah karena tidak memperdulikan mereka, sampai pada akhirnya seperti ini. Dan tepat 1 bulan yang lalu, papa mendonorkan sumsum tulang belakang milik papa untuk Bella." Jelas Edi panjang lebar.
Hanya Steve, Kia dan Rey saja yang belum mengetahui nya. Mereka cukup terkejut mendengar penjelasan itu.
"Berarti Steve dan Bella sekarang saudara?"
"Benar, Steve!" Semua orang yang berada disana menjawab, kecuali Rey dan Kia.
"Ya sudah, sekarang semua nya sudah jelas! Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan. Papa harap kamu bahagia bersama Rey. Rey, kamu jaga baik-baik anak papa, ya!" Rey pun mengangguk yakin.
"Pasti, Pa! Rey akan menjaga anak papa dengan baik, dan memberikan banyak cucu-cucu yang lucu untuk papa," ucap Rey sambil tersenyum menggoda ke arah Bella.
"Hey, kenapa harus bilang banyak cucu? dasar, Rey mesum," Bella mencebikkan bibir nya.
"Kau ini menggemaskan sekali." Rey langsung memeluk Bella dan menjatuhkan banyak ciuman ke wajah wanita itu.
***
1 tahun telah berlalu. Kini Rey dan Bella telah memiliki seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Hidung dan Mata yang mirip dengan Rey. Serta Mulut dan lesung pipi yang menurun dari Bella. Mereka memberi anak perempuan yang cantik itu dengan nama Rella Naomi Smith. Rella untuk singkatan dari nama Rey dan Bella. Naomi di ambil dari nama tengah Bella, sedangkan Smith adalah marga dari keluarga Rey.
Ronald dan Chelsea memiliki seorang anak laki-laki yang sangat tampan, yang biasa di panggil dengan sebutan Roy.
Fikri dan Lily juga sudah memiliki anak. Namun anak mereka sepasang, perempuan dan laki-laki. Biasa mereka memanggil anak-anak mereka dengan sebutan Fahri dan Lani.
Steve juga tetap bersama Kia. Setelah sekian lama bersama, ada perasaan yang muncul di hati Steve untuk Kia. Maka dari itu, Steve memutuskan untuk hidup bersama Kia, walaupun dengan kekurangan wanita itu.
Mike masih tetap jomblo, tapi sebenarnya dia sedang masa pendekatan dengan seorang wanita berdarah Jepang. Teman kampus nya yang sedikit menarik perhatian nya. Semoga Mike bisa cepat-cepat mendapatkan hati gadis itu.
END