
Rey dan Bella masih fokus dengan makanan mereka masing-masing, tidak ada yang berbicara satu pun diantara mereka.
“Bella, kesibukanmu sekarang apa? Kuliah atau bekerja?” tanya Rey memulai pembicaraan di antara kedua nya. Bella mengambil gelas lalu meneguk air minum yang ada di dalam gelas tersebut.
“Aku tidak mempunyai kesibukan apa pun.” Jawab bella sambil meletakkan gelas yang baru saja ia pakai untuk minum di atas meja.
“Jadi, apa yang kau lakukan selama ini?”
Bella menaikkan bahu nya. “Tidak ada. Aku hanya makan, tidur, dan bersantai-santai saja.” Bella lalu meneruskan makan nya. Rey mengerutkan kening nya.
“Bukan nya kau seharusnya kuliah?”
Bella tersenyum “ Ya, seharusnya memang seperti itu, tapi tidak dengan kenyataan nya.” Ujar Bella yang semakin membuat Rey bingung.
“Apa maksud dari perkataan mu itu?”
“Sudahlah Rey, lupakan saja! Aku tidak terlalu suka membahas tentang kehidupan ku.” Bella kembali mengunyah makanan yang ada di dalam mulut nya. Rey pun langsung terdiam dan tidak berniat untuk membahas tentang Bella lagi.
***
Keesokan paginya, Rey sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Bella sedang membuatkan sarapan untuk Rey di dapur. Rey berjalan menuruni tangga menuju meja makan, Bella sudah duduk menunggu suami nya disana. Rey mendudukkan tubuh nya di kursi samping Bella.
“Kau tidak ada niatan untuk mengambilkan makanan untuk ku?” ucap Rey ketika melihat Bella hanya mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
“Kau kan punya tangan, kenapa tidak mengambil sendiri!” Rey langsung melirik tajam ke arah wanita itu.
“Apa kau mau di kutuk menjadi batu seperti malin kundang, karena tidak berbakti pada suami?“ celetuk Rey. Bella langsung menatap ke arah suami nya itu.
“Malin Kundang itu karena tidak berbakti pada ibu nya, bukan pada suami nya,” cetus Bella.
“Sama saja, sama-sama tidak berbakti!”
“Bagaimana bisa sama? Sudah jelas itu berbeda!”
“Kenapa kau suka sekali berdebat dengan ku? Cepat lah, Kau ini tinggal mengambilkan makanan saja harus berdebat dulu!” Rey menyodorkan piring kosong nya kepada Bella.
“Padahal dia yang selalu mengajak ku untuk berdebat terlebih dulu,” gumam Bella namun masih bisa terdengar di telinga Rey. Rey langsung melempar pisau dengan tatapan mata ke arah Bella. Bella yang mendapat tatapan mata seperti itu dari Rey, langsung mengambilkan makanan dan di letakkan ke piring suami nya itu.
“Ingat! Mulai hari ini, ini adalah tugas baru untukmu, yaitu mengambilkan makanan untuk ku,” seru Rey sambil mengambil piring yang sudah di isi makanan oleh Bella dari tangan wanita itu. Bella mendengus kesal, sedangkan Rey menahan senyum nya melihat wajah Bella sedang cemberut seperti itu.
***
Setelah selesai makan, Rey berpamitan pada Bella untuk pergi ke kantor. Bella mengantarkan Rey sampai ke depan pintu rumah.
Rey mengulurkan tangan nya ke hadapan Bella. “Kenapa tanganmu?” tanya Bella yang tidak mengerti maksud Rey. Rey mendengus kesal karena Bella tidak mengerti apa maksud nya.
Rey memalingkan pandangan nya ke arah lain. Melihat Rey seperti itu, Bella baru mengerti apa maksud laki-laki yang telah menjadi suami nya itu. Bella langsung menarik tangan Rey dan menyalaminya.
“Hati-hati di jalan!” ucap Bella sambil mencium tangan Rey. Bella belum terbiasa jika harus bersikap seperti itu kepada Rey. Rey langsung menatap Bella yang sedang mencium tangan nya.
“Belajar lah tentang bagaimana memperlakukan suami dengan baik!” ujar Rey lalu membalikkan tubuh nya menuju mobil. Bella hanya diam memperhatikan punggung suami nya.
“Ada apa lagi? Apa ada yang kau lupa?” tanya Bella yang melihat Rey membalikkan tubuh nya dan mendekat ke arah Bella.
Cup
“Iya, aku lupa mencium mu. Aku pergi dulu, Sayang.” Ucap Rey sambil mengecup kening Bella, dan berlalu pergi meninggalkan istri nya yang masih bingung. Bella Menatap punggung suami nya yang sudah hampir masuk ke dalam mobil nya.
Rey melambaikan tangan nya ke arah Bella saat sudah berada di dalam mobil. “Tetaplah di rumah, jangan pergi kemana-mana! Tunggu aku pulang, Sayang!” pinta Rey sambil melajukan mobil nya meninggalkan pekarangan rumah nya.
“Ya tuhan ... seperti inikah rasanya keluarga yang harmonis. Terima kasih, Tuhan.” Bella menatap mobil suami nya yang mulai hilang dari pandangan nya.
***
Rey masuk ke dalam ruang kerja nya. “Enak sekali ya, yang habis bulan madu,” ledek Ronald ketika melihat Rey masuk.
“Maaf, Ron. Jadi, bagaimana perusahaan beberapa hari ini?“ tanya Rey sambil mendudukkan tubuh nya di kursi milik nya.
“Dokumen yang harus kau tanda tangani sudah ku letakkan di atas mejamu,” ujar Ronald.
“Baiklah. Terima kasih, Ron.” Ronald hanya tersenyum menanggapi Rey, lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Ronald adalah sahabat Rey saat di sekolah menengah, sama seperti Mike. Ronald bekerja dengan Rey menjadi asisten di perusahaan nya. Rey tidak memperlihatkan sifat dingin nya ketika di depan sahabat nya.
***
“Ron, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” tanya Rey sambil melihat ke arah Ronald yang masih sibuk di depan komputer nya.
Ronald menoleh ke arah Rey. “Ya, tentu saja.”
Rey berjalan menuju sofa yang ada di ruangan tersebut, begitu juga dengan Ronald yang ikut berjalan menuju sofa.
“Apa kau tau sesuatu mengenai Bella?” tanya Rey ketika sudah mendudukkan tubuh nya di atas sofa.
Ronald mengerutkan kening nya. “Apa kau sudah mulai menyukai istrimu?” tanya Ronald sambil ikut mendudukkan tubuh nya di atas sofa, karena yang tau bahwa Rey masih mempunyai hubungan dengan Kia hanya Ronald, sedangkan Mike tidak.
“Itu yang seharusnya aku lakukan,” ujar Rey. Ronald bernafas lega.
“Baguslah kalau begitu. Aku harus menceritakan apa mengenai Bella?“ tanya Ronald yang bingung harus memulai dari mana.
“Apa kau tau kenapa dia tidak kuliah? Bukan nya dulu dia kuliah, ya? “ tanya Rey.
“Memang benar, Rey. Bella dulu sempat kuliah, tapi putus di tengah jalan,” Rey mengerutkan kening nya.
“Kenapa? “ tanya Rey.
“Kau benar-benar mau tau yang sebenarnya?“
“Bicaralah yang jelas, Ron. Jangan membuatku penasaran!” Rey mulai kesal dengan sahabat nya itu.
“Jadi waktu itu, tetangga Bella yang mengontrak rumah sama seperti nya tidak bisa membayar uang kontrakan. Mereka hampir di usir dari kontrakan tersebut karena sudah tidak bayar uang kontrakan selama 2 bulan. Mereka satu keluarga ada ayah, ibu dengan dua orang anak yang membuat Bella tidak tega melihat mereka kalau sampai harus pergi dari sana,” ucap Ronald menjelaskan.
“Bella yang pada saat itu juga belum membayar uang kontrakan, lebih memilih untuk membayarkan kontrakan tetangga nya, padahal itu uang untuk membayar kontrakan dan uang semester nya. Akhirnya, Bella di usir dari kontrakan tersebut dan di dropout dari kampus,” lanjut Ronald.
"Baik sekali kau Bella. Aku jadi semakin menyukaimu," batin Rey yang terharu mendengar penjelasan dari Ronald.
“Dan itu semua ulah Kia,” sambung nya lagi. Rey terkesiap mendengar nama Kia.
“Kenapa kau menuduh Kia?” ucap Rey dengan menajamkan mata nya ke arah Ronald.
“Aku tidak menuduh nya, aku mengatakan yang sebenarnya, Rey,”
“Saat itu Bella belum membayar uang kontrakan hanya satu bulan. Seharusnya Bella tidak di usir dari sana, tapi karena Kia memaksa yang punya kontrakan untuk mengusir Bella dengan memberi nya uang, jadi pemilik kontrakan tersebut terpaksa harus mengusir Bella,” ujar Ronald.
“Dari mana kau tau?” tanya Rey sambil mengernyitkan dahi nya.
“Tentu saja dari pemilik kontrakan,” seru Ronald.
“Setelah di usir dari kontrakan, Bella di minta oleh ibumu untuk tinggal di rumah mu. Makanya Bella bisa tinggal di rumah mu,” jelas Ronald.
“Apa Kia benar-benar sejahat itu? “
“Bahkan lebih jahat dari yang kau pikirkan, Rey.” Ucap Ronald yang membuat Rey semakin bingung menatap nya.