Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Aku yang menang



Setelah matahari hampir terbenam, bu Shinta pamit pulang ke rumah nya.


“Rey, ibu pulang dulu, ya. Tolong kamu jaga baik-baik menantu ibu yang paling cantik ini!“ ucap bu Shinta sambil mencubit kecil dagu menantunya itu. Bella hanya tersenyum dan Rey pun mengiyakan perkataan ibu nya.


“Sayang, ibu pamit pulang dulu, ya. Kamu harus jaga kesehatan, besok kan kalian harus pergi honeymoon.“ Ucap bu Shinta pada Bella.


“Pasti bu, ibu juga harus jaga kesehatan ya!" bu Shinta pun mengangguk tersenyum.


"Kia, ibu pamit ya, Nak." Ucap bu Shinta pada Kia, dan Kia memberi anggukan kepala sambil tersenyum.


“Kalian berdua ingat ya, harus cepat berikan ibu cucu! Ibu sudah tidak sabar ingin menggendong cucu!“ seru bu Shinta sambil menunjuk Rey dan Bella, yang langsung membuat Rey menatap ibu nya. Bella langsung menunduk malu setelah mendengar perkataan ibu mertua nya.


“Hey, ada apa dengan pipi mu sayang, kenapa memerah seperti ini?“ bu Shinta tersenyum sambil memegang pipi Bella ketika melihat menantu nya itu tertunduk malu.


“Ibu … berhenti meledek ku!“ Bella langsung menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya yang membuat Bu Shinta terkekeh geli.


“Baik lah, ibu pergi dulu ya! kasihan taksi nya sudah menunggu lama.“ Pamit bu Shinta sambil menunjuk ke arah taksi yang sedang menunggu nya di perkarangan rumah anak nya tersebut.


Bu Shinta berjalan menuju taksi tersebut, membuka pintu taksi itu lalu masuk ke dalam nya. Bu Shinta melambaikan tangan nya sambil tersenyum ke arah anak dan menantu nya itu. Taksi tersebut pun melaju dari perkarangan rumah. Bella masih berdiri menatap kepergian bu Shinta sampai taksi tersebut sudah tidak terlihat lagi.


"Bukan nya aku tidak mau memberi mu cucu bu, sebenarnya aku juga sangat menginginkan seorang anak. Tapi ... bagaimana bisa kami memiliki anak, sedangkan Rey saja tidak mau tidur dengan ku.” Batin Bella.


“Bella,” Bella langsung menoleh ke belakang dan melihat ke arah Rey. “Terima kasih karena kau tidak memberi tahu ibu tentang bagaimana sikap ku selama ini terhadap mu.“ Ucap Rey lirih. Bella tersenyum mendengar nya, karena jarang sekali Rey berterima kasih kepada orang lain, bahkan bisa di bilang ini adalah pertama kali nya Rey mengucapkan terima kasih kepada nya.


“Aku hanya mengatakan apa yang aku impikan, bukan apa yang aku dapatkan.“ Setelah mengucapkan kata-kata itu, Bella langsung berlalu pergi meninggalkan Rey dan Kia untuk masuk ke dalam rumah. Rey dan Kia masih berdiri di sana menatap bella yang sudah memasuki rumah tersebut.


***


Keesokan pagi nya, Rey dan Kia sudah rapi dengan pakaian yang mereka pakai dan membawa sebuah koper.


“Apa kau sudah siap, Sayang?“ tanya Rey. Kia pun tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.


“Kenapa kau belum bersiap-siap juga?“ tanya Rey ketika melihat Bella yang baru keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan piyama tidur nya.


“Apa kalian mengajak ku?“ tanya Bella sambil menunjuk diri nya sendiri.


“Apa kau pikir kami akan meninggal kan mu disini!“ Ketus Rey yang mulai kesal dengan Bella.


“Kalau bukan karena permintaan ibu, aku juga tidak akan mau mengajak mu.“ Sambung nya lagi dengan nada kesal.


“Ya sudah, pergilah sana! aku juga tidak mau pergi. Bagaimana bisa saat berbulan madu kau mengajak pacar mu? apa kau pikir aku sudah gila? Lebih baik aku tidur saja di rumah.“ Ketus Bella sambil melangkahkan kaki nya menuju sofa, dan kembali membaringkan tubuh nya di sana.


"Kenapa jadi dia yang kesal?“ gumam Rey sambil mengerutkan kening nya.


“Baik lah, jika itu mau mu. Ayo sayang, kita berangkat!“ Ajak Rey sambil menggenggam tangan Kia dan membawa koper tersebut menggunakan tangannya yang lain.


“Pergi lah! supaya aku bisa langsung menelepon ibu.“ Ucap Bella santai. Rey dan Kia menghentikan langkah nya dan langsung melihat ke arah Bella.


“Berani sekali kau!” teriak Rey dan langsung menatap tajam ke arah Bella.


“Kau saja berani membohongi ibu, kenapa aku tidak berani mengadukan mu kepada ibu." Rey menghembuskan nafas berat.


“Ehmm ....” Bella tampak berfikir. Rey mulai kesal melihat nya. “Aku ingin pergi honeymoon berdua bersama mu. Hanya kita berdua saja, tanpa Kia.“ Ucap Bella penuh penekanan.


“Apa kau sudah gila? bagaimana bisa aku pergi tanpa Kia?“ Rey semakin kesal mendengar jawaban dari istrinya itu.


“Yang sudah gila itu kau, Rey. Bagaimana bisa kau mengajak pacar mu untuk berbulan madu bersama istri mu? kau kira aku ini wanita seperti apa?“ cetus Bella yang tak kalah kesal nya.


“Tapi jika kau tidak mau ya tidak masalah, aku akan menelepon ibu sekarang!“ ancam Bella sambil memainkan ponsel nya.


"Wanita ini, berani sekali dia mengancam ku!“ Batin Rey geram.


“Baik lah! aku tidak akan mengajak Kia.“ Jawab Rey pasrah karena terpaksa.


“Rey, kau ingin meninggalkan ku?“ tanya Kia merengek sambil menggelayuti lengan Rey.


“Sayang, hanya 3 hari saja. Ini juga demi kebaikan hubungan kita, ya.“ Ucap Rey sambil menggenggam tangan Kia dan mencium nya.


“Tapi kau harus janji, kalau kau tidak akan melakukan apa pun dengan nya.“ Ucap Kia memberi peringatan.


“Tenang saja sayang, aku tidak akan tergoda oleh nya.“ Jawab Rey sambil mengecup kening Kia. Bella tersenyum penuh kemenangan.


“Cepat lah bersiap-siap, kita akan segera berangkat.“ Perintah Rey pada Bella.


“Baik lah, aku akan bersiap-siap. Tunggulah sebentar!“ Bella langsung masuk ke dalam kamar mandi.


***


Setelah hampir 25 menit, Bella sudah siap dengan membawa koper nya.


“Ayo Rey, kita berangkat!“ ajak bella.


“Sayang, kau tidak apa-apa kan di sini sendiri? “ tanya Rey yang khawatir pada Kia. Kia hanya mengangguk kan kepala nya.


“Ya sudah, aku pergi dulu ya!“ Pamit nya sambil mencium pipi dan kening Kia.


“Cepat lah Rey! kalian ini seperti akan berpisah bertahun-tahun saja“ ketus Bella yang risih melihat keromantisan mereka.


“Kau ini ribut sekali!“ ketus Rey.


“Aku pergi dulu ya, Sayang!“ pamit Rey pada Kia.


“Iya Sayang, berhati-hati lah! ingat hanya 3 hari saja, tidak lebih!“ seru Kia memperingatkan sekaligus membuat Bella cemburu.


“Iya sayang, aku akan merindukan mu.“


“Aku juga.“


“Huh ... terlalu banyak drama. Cepat lah!“ ketus Bella yang langsung masuk ke dalam mobil dan Rey mengikuti nya dari belakang.