Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Te amo



Pertengahan malam, Bella tersadar dari tidur nya, dan dia masih berada di dalam pelukan Rey. Di angkat nya tangan suami nya itu yang masih melingkar di pinggang nya dengan perlahan, agar tidak membangunkan Rey. Bella memindahkan tangan Rey ke atas tempat tidur.


Bella turun dari ranjang dan menuju jendela. Dilihat nya disana masih ada sisa-sisa tetesan air hujan dari atas ranting pohon dan dedaunan. Bella menghirup udara segar dalam-dalam lalu menghembuskan nya.


“Mama ... aku sudah berada di tempat impian kita, Ma. Aku datang kesini bersama dengan orang yang aku cintai. Maaf, Ma ... karena aku tidak sempat membawamu kesini. Dan sekali lagi aku minta maaf, karena sampai detik ini juga aku belum bisa menemukan dimana keberadaan papa,“ Bella menahan tangis nya yang akan pecah.


“Ma ... aku sangat merindukan mu.” Tangis nya kini kian memecah. Bella sudah tidak bisa lagi membendung air mata yang sudah berada di pelupuk mata nya.


“Selamat ulang tahun, Ma.” Ucap nya sesenggukan. Rey yang masih tertidur, samar-samar mendengar suara tangisan seseorang. Ia membuka mata nya walaupun masih terasa sangat berat, akan tetapi tetap ia paksakan karena rasa penasaran nya itu.


Pada saat Rey membuka mata nya, ia sudah tidak mendapati Bella yang tertidur di dalam pelukan nya. Di edarkan pandangan nya ke setiap penjuru kamar. Terlihat lah di depan jendela kamar ada seseorang yang sedang duduk sambil menatap ke arah luar jendela. Dengan berat langkah, Rey pun berjalan menghampiri wanita itu.


“Hey, kenapa kau tidak tidur?“ tanya Rey sambil mendudukkan tubuh nya di kursi kosong sebelah Bella. Bella dengan cepat menghapus air mata nya yang sempat jatuh membasahi pipi nya.


“Apa kau menangis?“ tanya Rey sambil menatap Bella. Bella hanya menunduk.


“Hey, lihat aku! Ada apa dengan mu? Kenapa kau menangis seperti ini? “ Rey memegang dagu Bella dan mengangkat wajah wanita itu dan dihadapkan ke arah nya. Bella hanya memejamkan mata nya dan menggelengkan kepala nya.


“Apa yang terjadi dengan mu? Katakan padaku!“ Bella hanya menggeleng. Rey tidak mau memaksa Bella, karena bagaimana pun Rey memaksa nya, Bella tetap tidak akan mau menjawab. Kalau pun dia menjawab, pasti jawaban nya itu bohong.


“Ya sudah, jika kau tidak mau bicara dengan ku. Tapi, jangan menangis lagi, ya!” Rey menarik Bella ke dalam pelukan nya. Seketika tangisan nya kembali pecah di dalam pelukan Rey, yang membuat baju suami nya itu menjadi basah.


"Apa yang membuat nya menangis seperti ini? seperti nya banyak sekali beban hidup yang harus ia jalani. Tapi kenapa aku malah menambah beban hidup nya, dengan menyiksanya setiap hari," gumam Rey dalam hati.


"Atau mungkin selama ini senyum nya hanya untuk membuat nya agar terlihat bahagia saja. Padahal di balik senyum itu terdapat banyak luka yang harus ia tutupi, supaya orang lain tidak mengetahui nya. Bella ... maaf kan sikap ku selama ini terhadap mu,“ Rey merasa bersalah dengan apa yang di lakukan nya selama ini, terhadap wanita yang saat ini ada di dekapan nya. Ia masih menenangkan Bella yang menangis dalam pelukan nya.


Setelah di rasa Bella hampir tenang, Rey pun melepaskan pelukan nya dan menangkup wajah wanita itu dengan kedua tangan nya, lalu menatap dalam mata istri nya tersebut.


“Lain kali jangan menangis di malam hari lagi..." ujar Rey sambil menghapus sisa-sisa air mata dari pipi Bella. Bella pun mengangguk pelan.


“... karena kau membuat kamar ini terasa sedikit horor,“ lanjut nya lagi yang membuat Bella langsung menatap tajam ke arah nya, dan mendorong dada bidang Rey sampai ia membentur sofa.


“Kau ini menyebalkan sekali!“ cetus Bella sambil mengerucutkan bibir nya lalu membuang pandangan nya ke arah lain.


“Hey, aku hanya bercanda,“ Rey mengacak-acak rambut Bella dan menarik nya kembali ke dalam pelukan nya. Menurut nya, Bella sangat menggemaskan jika sedang cemberut seperti itu. Rey pun mengecup puncak kepala Bella berkali kali. Tanpa sadar mereka tertidur di sofa itu hingga fajar datang.


***


Bella mengerjap kan mata nya ketika melihat cahaya matahari mulai memasuki kamar mereka. Bella melihat di hadapan nya Rey sedang tersenyum ke arah nya sambil masih memeluk nya.


“Pagi, Bella.“ Ucap nya sambil mengecup kening wanita itu.


“Pagi, Rey.“ Saat ini Bella sudah mulai terbiasa dengan sikap Rey yang seperti ini.


“Cepat lah mandi! nanti kita akan turun ke bawah untuk sarapan, setelah itu kita pergi mengelilingi Ibiza.“ Ujar Rey sambil menyibakkan rambut yang menghalang di wajah Bella.


"Tentu saja."


“Terima kasih, Rey. “ Bella tersenyum sambil beranjak bangun dari tidur nya menuju kamar mandi.


***


Setelah hampir 1 jam, Bella dan Rey telah sampai di restoran khusus makanan Spanyol.


“Selamat datang tuan, Nyonya.“ sapa salah satu pelayan di restoran tersebut menggunakan bahasa Spanyol, ketika Bella dan Rey telah mendudukkan tubuh mereka di salah satu kursi di restoran itu.


“Mau pesan apa?“ tanya nya sambil menyodorkan menu makanan. Bella dan Rey pun memilih makanan yang akan mereka pesan, lalu memberitahukan nya kepada pelayan tadi.


“Terima kasih. Mohon tunggu sebentar!" Pelayan tersebut tersenyum, dan langsung berlalu meninggalkan meja mereka.


“Ya, Pak.“ Jawab Bella membalas senyuman nya.


“Rey, aku bahagia sekali hari ini.“ Ucap Bella.


“Bahagia kenapa?“ tanya Rey.


“Kau mau menepati janji mu untuk menemani ku kemana pun yang aku mau,”


“Sudah seharusnya aku melakukan itu.“


***


Setelah beberapa menit kemudian, makanan yang tadi mereka pesan telah selesai. Pelayan yang tadi ketika mereka memesan makanan, kini kembali untuk mengantarkan makanan tersebut ke meja mereka.


“Selamat menikmati tuan, Nyonya.“ Ucap nya tersenyum dan membungkukkan sedikit tubuh nya lalu melangkah mundur ke belakang untuk kembali ke dapur. Bella dan Rey pun mengangguk sambil tersenyum ke arah pelayan itu.


“Rey,” Rey menoleh ke arah Bella.


“Tea mo.(Aku mencintai mu.)“ Ucap nya sambil menatap lembut mata Rey.


“Apa artinya itu?“ tanya Rey dengan kepolosan nya.


“Aku lapar.“ Bella berbohong.


“Ya sudah, makan lah makanan mu! Apa aku ada melarang mu untuk makan?“ Bella mengangguk dan langsung menyantap makanan tersebut.


"Aku sangat mencintaimu, Rey. Walaupun kau tidak tau bagaimana perasaanku terhadap mu, tapi aku akan tetap mencintaimu.“ Gumam Bella dalam hati sambil menatap Rey yang masih mengunyah makanan yang berada di mulut nya.