
"Tunggu dulu! darimana kau tau bahwa rem mobil ku tidak berfungsi? dan kenapa kau bisa berfikir kalau kecelakaan pesawat tersebut di lakukan oleh Bella?" tanya Rey sambil mengerutkan kening nya.
"Ya ampun bodoh sekali kau Kia. Kenapa kau tidak memikirkan hal ini terlebih dahulu?" batin Kia mengingat kebodohan nya sendiri.
"Rey, seharusnya kau bisa mengambil kesimpulan. Siapa lagi yang bisa membuat rem mobil mu blong, kalau bukan orang-orang yang berada di sekitarmu. Dan apa kau tak ingat, kalau dulu kau sangat membenci nya? Bisa saja ini bentuk balas dendam nya pada mu, Rey. Percayalah padaku!" Kia kembali mengeluarkan jurus andalan nya, yaitu air mata.
Rey masih belum mempercayai kata-kata Kia. Rey terus saja menanyai nya tentang apa yang sudah ia ketahui tentang Kia dari Ronald.
"Bisa kau jelaskan padaku, kenapa kau menyebarkan foto-foto mama nya Bella saat sedang berada di rumah sakit jiwa?" pertanyaan Rey berhasil membuat Kia membelalakkan kedua mata nya.
"Astaga, ternyata Rey sudah mengetahui nya. Aku harus mencari alasan, agar dia mempercayai ku." batin Kia.
"Rey, apa kau ingat sehari sebelum kau terjatuh dari atas gedung? sebelum kejadian itu, Bella sempat mengungkapkan perasaan nya padamu, tapi kau menolak nya, kan. Dan setelah aku mengetahui bahwa Bella lah penyebab kau terjatuh dari atas gedung, aku sangat marah Rey. Secara tidak sengaja, aku menempel kan foto-foto mama nya Bella di mading. Aku benar-benar tidak sengaja Rey, aku sudah kehilangan akal pada saat itu. Aku sangat mengkhawatirkan mu, aku takut kau tidak bisa di selamatkan, Rey," Kia kembali menangis. Kali ini air mata nya jatuh semakin deras.
Saat Kia mengatakan kalau Bella pernah mengungkapkan perasaan nya kepada Rey. Rey kembali teringat akan kejadian itu.
FLASHBACK ON
Siang itu di SMA, Rey bersama Ronald dan Mike tengah berjalan menuju tempat tongkrongan mereka di belakang sekolah. Namun sebelum itu, mereka terpaksa berhenti karena banyak orang tengah menghalangi jalan menuju ke sana.
"Bella, cepatlah!" ucap orang-orang yang berada disana. Tiba-tiba orang-orang itu mengelilingi Rey.
"Hey, ada apa ini?" tanya Rey ketika melihat teman-teman sekolah nya semakin mendekat ke arah nya.
"Rey ... aku menyukaimu." Ungkap Bella gugup sambil menundukkan kepala nya. Rey terkejut mendengar penuturan Bella. Bahkan bukan hanya Rey, Mike juga terkejut karena ia telah lama menyukai Bella.
"Hey, apa kau sudah gila? bukan nya kau tau kalau aku adalah pacar sahabat mu, dan kau masih berani untuk merebut ku dari sahabat mu, sahabat macam apa kau ini. Cih ... dasar wanita penggoda." Ucap Rey sambil meludah di depan Bella dan sedikit lagi mengenai ujung sepatu wanita itu. Rey berlalu pergi meninggal kan kerumunan orang-orang yang tengah menyoraki Bella. Bahkan mereka melempari Bella dengan kertas.
FLASHBACK OFF
Rey kembali tersadar dari lamunan nya dan kembali menatap Kia. Ia kembali mencerna perkataan Kia.
"Sebentar! apa katamu? Bella yang menyebabkan aku terjatuh dari atas gedung?" tanya Rey.
"Iya, Rey. Apa kau tidak ingat terkahir kali sebelum kau jatuh, kau melihat Bella berada di atas gedung itu kan?" Rey pun menganggukkan kepala nya.
Rey semakin bingung, kata-kata yang di ucapkan oleh Kia memang benar semua nya. Rey mencoba untuk menjernihkan fikiran nya.
"Kenapa kau membuat Bella di usir dari kontrakan nya, dan dari kampus nya juga?"
"Sialan, berani sekali mereka mengatakan hal itu pada Rey. Aku harus menjawab apa sekarang? Aku tidak boleh terlihat gugup." Batin Kia yang mulai geram.
Rey memalingkan wajah nya ke arah lain. Ia tidak mau menatap mata Kia, Rey takut luluh pada nya.
"Lantas, kenapa kau menyuruh pemilik kontrakan untuk mengusir Bella?" Kia tampak berfikir untuk menjawab pertanyaan Rey.
"Tidak, Rey! aku tidak melakukan itu. Itu semua Bella yang melakukan nya, Rey. Dia yang membayar pemilik kontrakan untuk menuduhku bahwa sudah mengusir nya,"
"Untuk apa dia melakukan itu?" tanya Rey sambil menatap tajam mata Kia. Kia kembali menundukkan kepala nya. Tangan nya sudah gemetar, ia takut akan tatapan mata Rey.
"Tentu saja untuk alasan supaya dia bisa tinggal di rumah mu, Rey. Dan membujuk ibu untuk menikahkan mu dengan nya. Apa kau ingat waktu kau sedang kuliah di luar negri, dia pernah tinggal di rumah mu? setelah kau kembali, ibu langsung menikahkan mu dengan nya. Benar kan, Rey?" lanjut nya lagi.
Rey nampak marah ketika mendengar penjelasan Kia. Rasanya ia begitu kecewa pada Bella. Tidak seharusnya ia percaya pada wanita itu, dan malah memilih meninggalkan wanita yang selama ini ia cintai.
"Lalu, kenapa kau menolak ku selama di SMP, dan baru menerima ku ketika sudah masuk SMA?" Lagi-lagi Kia terperangah mendengar pertanyaan Rey.
"Rey apa kau tau? dalam 3 tahun itu, aku menguji kesetiaan mu padaku, Rey. Dan ternyata setelah 3 tahun, kau masih saja bersikeras untuk mengejar ku. Kau telah lulus ujian Rey, dan itu lah mengapa aku baru menerima mu saat di SMA. Karena aku juga butuh meyakinkan perasaan ku padamu, sebelum menerimamu. Apa kau tidak mengenalku, Rey? kenapa kau lebih percaya pada Bella daripada aku?" Kia kembali menangis. Rey mendekat ke arah nya lalu membawa wanita yang sedang menangis itu ke dalam pelukan nya.
"Maaf Rey, tidak seharusnya aku mengatakan hal ini padamu. Tapi aku sudah tidak kuat menahan nya lagi, Rey. Mereka selalu saja memojokkan ku, mereka selalu saja membela Bella. Sedangkan aku, selalu saja mereka salahkan. Mereka berusaha menghancurkan hubungan kita, supaya Bella bisa hidup bersama mu. Dan sekarang, akhirnya rencana mereka berhasil,"
"Mereka?" Rey mengernyitkan dahi nya.
"Iya Rey. Bella dan kedua teman nya. Lalu, kedua sahabat mu," ujar Kia sambil masih menangis di dalam pelukan Rey.
"Maksud mu Ronald dan Mike?" Kia pun mengangguk.
"Pantas saja Ronald mengatakan keburukan Kia padaku. Ternyata mereka sudah sepakat untuk menghancurkan hubungan ku dengan Kia. Awas saja kalian!" batin Rey geram. Rahang nya mulai mengeras.
"Sudahlah jangan menangis lagi! mulai saat ini, tidak akan ada yang bisa membuat mu menangis, karena aku akan selalu ada di samping mu. Maaf kan aku karena tidak mempercayai mu, Sayang." Ucap Rey lirih sambil mengecup puncak kepala Kia berulang kali.
"Akhirnya ... kau masuk kembali ke dalam perangkap ku, Rey. Sekarang, kita tinggal menunggu tanggal main nya saja," Kia tersenyum penuh kemenangan di dalam pelukan Rey.
"Kia, aku akan membalaskan dendam mu kepada orang-orang yang telah membuat mu seperti ini. Maaf sayang, aku sempat meninggalkan mu, demi wanita penggoda itu." Batin Rey.
Akhirnya, kata-kata "Wanita penggoda" kembali Rey ucapkan untuk Bella. Sebegitu mudah nya Rey mengatakan bahwa ia tidak akan membuat Bella menangis, dan sebegitu mudah nya juga ia mengucapkan kata-kata yang sama kepada Kia.
Apa memang setiap perkataan lelaki itu tidak bisa di percaya? bagaimana bisa mereka mengatakan hal seperti itu kepada setiap wanita? apa mereka tidak memikirkan perasaan wanita yang sangat mudah terluka?
Entah memang karena Rey masih belum yakin akan perasaan nya terhadap Bella. Selain itu, Rey juga belum pernah mengatakan kalau ia telah mencintai Bella. Bahkan hatinya saja masih sering memperdebatkan hal itu. Apakah perasaan nya terhadap Bella benar-benar cinta, atau hanya rasa kasihan saja?
Baru sebentar Bella merasakan kasih sayang dari seseorang yang selama ini ia cintai. Namun, semua nya sirna karena datang nya kembali orang ketiga dalam rumah tangga mereka.