Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Terjatuh



Setelah pulang dari rumah Bu Shinta. Rey dan Bella beristirahat di dalam kamar mereka. Dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka, Rey dan Bella mampir sebentar membeli makanan untuk makan malam. Karena mereka pulang dari rumah Bu Shinta sekitar pukul 5 sore.


"Bella," Bella menoleh ke arah Rey.


"Ya."


"Apa kau masih PMS?" Bella pun mengangguk.


"Kenapa memang nya?" Kini Bella yang gantian bertanya.


Rey menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, hanya bertanya saja," seru Rey.


"Oo." Bella pun membulatkan bibir nya membentuk huruf O.


"Kau mau kemana?" tanya Bella ketika melihat Rey beranjak dari duduk nya.


Rey menoleh ke arah Bella. "Aku mau mandi. Kenapa, kau mau ikut?" tanya Rey dengan tatapan menggoda.


Pipi Bella langsung memerah. "Rey, kau ini ada-ada saja. Pergilah sana mandi, memang nya siapa yang mau mandi dengan mu!" cetus Bella sambil menutupi wajah nya dengan bantal.


"Tentu saja kau," seru Rey sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


"Rey ... kau ini sangat menyebalkan. Pergilah sana!" Bella melempari Rey dengan bantal.


Rey tertawa melihat Bella yang malu seperti itu. "Kau ini, pemalu sekali." Rey langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Seperti inikah rasanya bahagia, aku sampai lupa bagaimana rasanya bahagia karena terlalu lama berpura-pura bahagia." Gumam Bella pelan sambil tersenyum melihat Rey yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa aku selalu merasa bahagia jika melihat Bella tertawa? apa aku sudah mulai mencintai wanita itu? Tapi, kenapa perasaan itu cepat sekali tumbuh nya, bahkan aku belum bisa melupakan Kia. Bagaimana bisa aku mencintai dua wanita sekaligus dalam satu hati?" Rey berucap sambil menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di dalam kamar mandi.


***


Rey yang baru keluar dari kamar mandi melihat Bella tengah tidur dengan pulas nya sambil memeluk bantal. Rey berjalan mendekati Bella dan mendudukkan tubuh nya di samping wanita itu.


Tiba-tiba saja terlintas dipikiran Rey untuk menjahili Bella. Ia mendekatkan bibir nya ke telinga istri nya itu.


"Sayang," Bisik Rey di telinga Bella. Bella merasakan hawa panas tiba-tiba menyelimuti tubuh nya.


Bella langsung membuka mata nya. Betapa terkejut nya ia ketika melihat diri nya sudah berada di bawah kukungan Rey. Bella langsung mendorong dada bidang Rey yang masih basah akibat ia baru selesai mandi.


"Rey, apa yang kau lakukan?" Bella masih berusaha mendorong lelaki itu, tapi Rey malah semakin menindih nya. Rey kembali mendekatkan bibir nya ke daun telinga Bella.


Bella merasa detak jantung nya sudah tidak bisa lagi diatur, dan wajah nya yang mulai memerah bersamaan dengan keringat yang berjatuhan membasahi tubuh nya.


"Rey, aku masih PMS," Bella berucap dengan suara pelan. Rey sedikit terkejut mendengar kata-kata Bella. Rey menarik sudut bibir nya, ia mulai berbicara dengan menempelkan bibir nya ke telinga Bella.


"Apa yang kau fikirkan? cepatlah mandi! kau bau sekali," bisik Rey di telinga Bella. Mendengar perkataan Rey, perasaan Bella langsung berubah. Yang awal nya wajah memerah nya karena takut Rey akan meminta hak nya, tapi sekarang ia malah malu karena salah mengartikan keinginan Rey.


Bella langsung mendorong tubuh Rey dengan sekuat tenaga, karena ukuran tubuh Bella dan Rey tidak terlalu jauh beda nya, akhir nya Bella bisa terlepas dari kukungan Rey.


"Kau mau kemana?" tanya Rey yang melihat Bella berlari.


"Menurut mu aku mau kemana?" cetus Bella sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi tanpa menoleh ke arah Rey.


"Aku mau ikut!" pinta Rey manja dengan memasang wajah imut nya. Bella langsung menutup pintu kamar mandi dengan kuat sampai menimbulkan suara yang cukup keras.


"Kau kan baru saja mandi," ucap Bella ketika sudah berada di dalam kamar mandi.


"Ya tuhan, aku malu sekali. Bagaimana bisa aku mengira Rey ingin meminta hak nya padaku sebagai istri nya. Bahkan dia saja belum mencintaiku. Ya ampun Bella, bodoh sekali kau ini! Aku harus bagaimana di depan Rey nanti, aku sangat malu, aku tidak ingin bertemu dengan nya. Bella, kenapa kau bodoh sekali?" Bella merutuki kebodohan nya sendiri.


"Bagaimana bisa dia selucu itu?" Rey masih mengulas senyuman di bibir nya. "Tadi dia bilang, dia masih PMS. Apa tadi dia berfikir kalau aku ingin melakukan sesuatu terhadap nya?" ucap Rey yang masih menatap pintu kamar mandi.


***


Setelah hampir 35 menit, Bella belum juga keluar dari kamar mandi. Rey khawatir kalau Bella tertidur lagi di bathub seperti terakhir kali di Spanyol. Akhirnya Rey memutuskan untuk mengecek wanita itu.


Rey mengetuk pintu kamar mandi tersebut. "Bella, kenapa kau mandi lama sekali? apa kau tertidur lagi?" ucap Rey sambil masih mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Bella," Panggil Rey setengah berteriak.


"Bella, apa kau mau aku masuk dan memandikan mu?" Rey berucap masih dengan setengah berteriak.


Bella langsung membuka pintu kamar mandi itu dan berlari keluar dengan sengaja menabrak lengan Rey yang sedang berkacak pinggang.


"Hey, kau ini kenapa? bisa tidak jangan berlari seperti itu. Bagaimana kalau kau ja-" Belum lagi Rey menyelesaikan kata-kata nya dan dia sudah mendengar suara teriakan Bella.


"Auww ... sakit ...." Bella meringis kesakitan. Rey langsung berlari ke arah istrinya itu.


"Apa kau baik-baik saja? mana yang sakit?" ucap Rey sambil meraba-raba tubuh Bella untuk melihat ada yang terluka atau tidak.


"Sudah ku katakan jangan berlari, tapi kau masih saja berlari. Seperti anak kecil saja!" ucap Rey lagi.


Bella mengerucutkan bibir nya. "Kau ini, bukan nya menolongku, kau malah memarahiku," Bella menepis tangan Rey dan langsung memegangi kaki nya. Ketika Bella berlari tadi, Bella tidak melihat ke depan; Ia hanya menunduk sampai akhir nya dirinya menabrak lemari pakaian.


Rey menghela nafas. "Ya sudah, aku minta maaf. Ayo ku bantu berdiri!" Rey memegang tangan Bella dan membantu wanita itu untuk berdiri.


Saat hendak berdiri, tiba-tiba kaki Bella terasa sakit, akhir nya Bella kembali terjatuh, untung saja Rey langsung memegang tubuh nya.


"Auww ... ss-sakit Rey," Seru Bella yang saat ini tengah berada di pelukan Rey.


"Seperti nya kaki mu terkilir, biar ku gendong saja!" Rey langsung mengangkat tubuh Bella menuju ranjang dan membaringkan nya di sana.


Rey memegang kaki istrinya. "Apa masih sakit?" tanya Rey yang melihat wajah Bella menahan sakit. Bella hanya mengangguk.


"Apa mau ku panggilkan tukang pijat?" Bella menggeleng.


"Jadi, kau mau apa?" tanya Rey yang bingung. Bella tersenyum jahil.


"Aku mau kau yang memijat kaki ku!" perintah Bella.


"Kau berani menyuruh ku?" tukas Rey dengan nada sedikit tinggi.


"Auww sakit sekali kaki ku ini," Bella memegangi kaki nya sambil memperlihatkan wajah kesakitan. Rey berdecak kesal, ia terpaksa menuruti kemauan istri nya itu.


Rey menghela nafas berat. "Baik lah, kali ini saja. Kau juga, cepatlah tidur! supaya aku tidak terlalu lelah memijat mu," Rey langsung memijat kaki Bella.


Bella tersenyum penuh kemenangan. "Pijatlah pelan sedikit Rey!" Bella meringis kesakitan karena pijatan Rey sedikit terlalu kuat. Rey melirik ke arah wanita itu.


"Kau ini menyusahkan saja!" Rey lalu memijat Bella dengan perlahan.


"Terima kasih, Rey." Bella menahan senyum nya melihat Rey begitu menurut seperti itu.


Tapi tiba-tiba saja Bella berpikir setelah melihat jam yang berada di dinding tersebut.


"Kenapa dia menyuruhku untuk tidur? bukan nya ini baru pukul 07, bahkan kami juga belum makan malam," batin Bella sambil mengerutkan kening nya.