
"Ayo ku gendong ke kamar!" ucap Rey sambil mengangkat Bella.
"Rey, turunkan aku! aku bisa jalan sendiri, Rey," bantah Bella.
"Diamlah!" tukas Rey sambil menajamkan mata nya. Bella pun terpaksa menuruti kemauan Rey.
"Bi, tolong bawakan handuk dan air hangat ke atas ya, Bi!" Bi Ira pun mengangguk mengiyakan perkataan Rey.
Bella melingkarkan tangan nya ke leher suami nya, agar Rey lebih mudah untuk menggendong nya. Bella memperhatikan wajah Rey, dahi nya mengkerut seakan-akan menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.
***
Rey membaringkan tubuh Bella di atas ranjang, lalu ia memegang kembali tangan istrinya tersebut.
"Rey ... apa kau mengkhawatirkan ku?" tanya Bella sambil menatap mata Rey.
"Apa masih perlu ku jawab lagi pertanyaan mu itu? sudah jelas kalau aku sangat mengkhawatirkan mu,"
"Nak Rey, " Panggil Bi Ira dari luar kamar mereka.
"Masuk, Bi!" pinta Rey. Bi Ira pun langsung masuk ke dalam kamar mereka.
"Ini Nak handuk dan air hangat nya," Bi Ira menyodorkan handuk dan air hangat tersebut kepada Rey.
"Makasih ya, Bi." Rey tersenyum lalu mengambil handuk dan air hangat tersebut dari tangan Bi Ira.
Rey mengusap tangan Bella dengan handuk yang telah ia basahi menggunakan air hangat.
Lalu, ia mengambil obat dari dalam laci nya, untuk di oleskan ke tangan Bella.
"Tahan sebentar ya!" ujar Rey sambil mengoleskan obat tersebut ke tangan Bella dengan perlahan.
Bella menarik tangan nya. "Auww," Bella meringis kesakitan.
"Sedikit lagi, Sayang. Tahan ya!" Mendengar suara Rey yang begitu lembut, membuat Bella tersentuh. Bella pun akhirnya membiarkan Rey untuk mengobati tangan nya.
"Jangan melukai dirimu seperti ini lagi, ya! kau tau kan, kalau aku sangat mengkhawatirkan mu," Rey menarik Bella ke dalam pelukan nya, dan berulang kali menjatuhkan ciuman ke puncak kepala wanita itu.
Rasanya Bella sangat bahagia melihat Rey sebegitu mengkhawatirkan nya. Apa Bella sudah bisa menyimpulkan, kalau saat ini Rey sudah mencintai nya?
Bi Ira melihat pemandangan mengharukan pasutri satu ini.
"Bibi pamit dulu, ya!" ucap Bi Ira.
"Bi, tunggu!" panggil Bella. Bi Ira langsung menoleh ke belakang.
"Bi ... Bella mau, bibi manggil Bella dengan sebutan nak, boleh ya, Bi?" ucap Bella dengan wajah memelas. Bi Ira tersenyum lalu mengiyakan permintaan Bella.
"Ya sudah, bibi kembali ke kamar dulu ya, Nak. Kalau ada sesuatu, panggil bibi saja," ucap Bi Ira sambil berlalu meninggalkan kamar Rey dan Bella.
***
"Apa kau merindukan mama?" tanya Rey yang melihat Bella sebegitu antusias nya meminta bi Ira memanggil nya dengan sebutan "Nak".
"Iya, Rey," Bella menunduk. Rey langsung memegang dagu Bella dan mengangkat nya sampai mereka saling berhadapan.
"Besok kita akan pergi mengunjungi makam mama," ucapan Rey membuat Bella membelalakkan kedua mata nya.
"Kau tau kalau mama sudah tidak ada?"
"Mana mungkin aku tidak mengetahui hal yang berhubungan dengan istri ku ini," ujar Rey sambil mencubit pelan hidung Bella.
"Terima kasih, Rey." Bella langsung memeluk Rey. Rasanya ia ingin sekali menangis, akan tetapi tangisan ini berbeda dari tangisan-tangisan sebelum nya. Hari ini, Bella ingin menangis karena terlalu bahagia melihat Rey yang sudah mulai menyayangi nya.
***
Malam itu, Rey dan Bella tidak keluar kamar. Rey meminta Bi Ira untuk membawakan makan malam ke kamar mereka.
"Bella," Bella langsung menoleh ke arah Rey.
"Apa kau tau-"
"Tidak."
"Hey, aku belum selesai bicara,"
"Oh benarkah? baiklah, lanjutkan!" ujar Bella tanpa merasa bersalah.
"Kenapa kau menyebalkan sekali seperti ini?" ucap Rey yang sedikit kesal dengan Bella. Rey mengacak-acak rambut Bella, yang membuat wanita itu memajukan bibir nya.
"Tapi aku sayang." Lanjut Rey sambil mencium gemas wajah Bella. Seketika itu, wajah Bella langsung panas dan berubah warna menjadi memerah.
"Apa? Rey bilang dia sayang padaku. Ya Tuhan, apa ini mimpi?" batin Bella.
"Eh, kenapa Merah seperti ini?" tanya Rey sambil memegang pipi Bella.
"Rey, berhenti menggodaku!" ucap Bella sambil mendorong Rey menjauh dari tubuh nya.
"Habis nya kau lucu. Aku kan jadi suka menggoda mu," Rey kembali mencium gemas pipi Bella yang saat ini semakin memerah. Rey menarik Bella ke dalam pelukan nya dan menciumi puncak kepala wanita itu.
Rey melepaskan pelukan nya dan menatap mata Bella.
"Kau tadi mau bicara apa?" tanya Bella
"Chelsea akan menikah." Ucapan Rey itu berhasil membuat Bella membelalakkan mata nya dengan sempurna.
"Dari mana kau tau? aku yang sahabat nya saja tidak tau,"
"Ronald baru saja melamar nya tadi,"
"Ronald sahabat mu itu?"
"Ya, dan seperti nya Minggu depan mereka akan melangsungkan pernikahan,"
"Kenapa cepat sekali?"
"Ini sudah terlalu lama. Ronald sudah memendam perasaan nya pada Chelsea hampir 10 tahun. Jadi, apa itu masih terbilang cepat?" Bella tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Rey.
"Benarkah, Rey?" Rey pun mengiyakan nya.
"Kalau aku jadi Ronald. Mungkin aku sudah melupakan Chelsea, bagaimana bisa Dia memendam perasaan nya selama 10 tahun?" ucap Rey.
"Itu menandakan kalau Ronald adalah tipe laki-laki setia, Rey." Rey merasa seperti kata-kata itu sangat berbanding terbalik dengan nya.
"Rey, apa kau tau? aku memendam perasaan padamu selama hampir 20 tahun. Sejak kau mengatakan kalau kau akan menikahiku, sejak itulah aku tidak pernah membuka hati ku lagi untuk siapa pun. Aku selalu menunggu mu, Rey. Walaupun saat itu kita masih sangat kecil untuk mengetahui tentang pernikahan, tapi sampai sekarang aku masih mengingat nya. Aku tau, kau pasti tidak ingat kejadian itu sama sekali," batin Bella.
"Rey, aku mengantuk. Ayo kita tidur!" ajak Bella sambil beranjak dari duduk nya.
"Ayo!" Rey langsung mengangkat tubuh Bella dan membawa nya ke atas ranjang. Bella terkejut dengan reaksi Rey yang tiba-tiba menggendong nya seperti itu.
Setelah membaringkan Bella di atas ranjang, Rey langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya dengan piyama tidur. Setelah keluar dari kamar mandi, Bella pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya juga.
***
Rey dan Bella sudah berada di atas ranjang, Rey memperhatikan wajah istrinya dengan seksama.
"Menghadap lah kemari! aku akan memeluk mu," Tanpa berfikir panjang, Bella langsung membalikkan tubuh nya menjadi menghadap ke arah Rey. Rey menarik tubuh Bella agar masuk ke dalam pelukan nya.
Cup
"Good night, Sayang." Ucap Rey sambil mengecup sekilas bibir Bella. Bella hanya diam tak bergeming, lalu ia menenggelamkan wajah nya ke dalam dada bidang Rey, dan tertidur.