Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Mantan istrimu, calon istriku



"Sekarang, kau dan aku sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi!" cetus Rey masih dengan suara lantang nya. Bella sontak terkejut mendengar apa yang baru saja di lontarkan oleh Rey. Kata-kata yang selama ini ia takutkan, akhirnya ia dapatkan juga. Bukan hanya Bella, bi Ira juga ikut terkejut mendengar kata-kata tersebut.


"Rey ... apa kau serius dengan kata-kata mu?" tanya Bella kembali untuk memastikan.


"Apa kau melihat kalau aku sedang bercanda?" Rey semakin murka di buat nya.


Saat ini yang ingin Bella lakukan hanyalah menangis. Namun, ia tidak mau terlihat lemah, di depan orang yang bahagia ketika melihat nya sedang terluka.


"Lihatlah Kia! sekarang kau senang, kan? kau sudah berhasil menghancurkan rumah tangga ku!" ujar Bella dengan nada santai namun penuh penekanan dan ancaman di setiap kata nya.


"Kenapa kau menyalahkan ku, Bella? itu semua karena kesalahan mu, yang terlalu dalam mencintai seseorang yang hatinya sudah dimiliki oleh orang lain." Ucap Kia sambil menatap tajam ke arah Bella.


"Kenapa? salahkah aku mencintainya melebihi diriku sendiri? salah kalau aku hanya mencintai satu pria seumur hidupku? apa aku salah karena terlalu percaya bahwa kami akan saling mencintai selama nya?" Bella berbicara melihat Kia sembari menunjuk ke arah Rey. Bella sudah tidak tahan lagi, air mata nya kini mulai mengalir membasahi pipi nya.


"Kau tidak pernah mencintai siapapun, Kia. Kau tidak akan pernah paham!" Bella kembali melanjutkan kata-katanya.


Rey sedikit terkejut mendengar pernyataan Bella, yang mengatakan kalau Kia tidak pernah mencintai siapapun.


"Bagaimana kau bisa menyimpulkan, kalau aku tidak pernah mencintai siapa pun?" Kia mulai gusar dengan pernyataan-pernyataan yang di lontarkan oleh Bella.


"Jika ada orang yang kau cintai, kau tidak akan menjadi seperti ini. Kau tidak pernah mencintai Rey, aku tau itu, Kia! Kalau kau memang benar-benar mencintai nya, sudah lama aku akan mengikhlaskan nya untuk mu," Bella mulai terisak, rasa sesak menghujam jantung nya hingga membuat nya sulit bernafas.


Kini Bella beralih menatap Rey dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Rey ... terimakasih atas waktumu selama ini. Setidaknya aku pernah merasakan, bagaimana rasanya dicintai walaupun pun kau hanya berpura-pura." Ujar Bella sambil menghapus sisa-sisa air mata dari pipi nya.


"Aku tidak menyangka, kenapa kau lebih percaya dengan apa yang Kia katakan padamu?" Bella menatap lekat kedua mata Rey.


"Aku percaya pada apa yang aku lihat. Aku tidak mempercayai kata-kata Kia. Semua bukti sudah ada Bella, kau tidak bisa mengelak lagi," Rey kembali berbicara, namun kali ini suara nya terlihat rendah sehabis mendengar kata-kata Bella.


"Apa yang kau lihat?" tanya Bella sambil mengerutkan kening nya.


"Kau tidak bisa menjelaskan apapun, kan?" Rey melempar ponsel nya ke arah Bella. Layar ponsel tersebut memperlihatkan beberapa foto Bella saat sedang bersama Fikri, dan di bar tadi malam.


Bella hanya tersenyum miris, lalu mengembalikan ponsel tersebut kepada Rey.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu? pasti kau sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi kan?" Rey di buat bingung oleh sikap Bella.


"Aku pergi sekarang!" ucap Bella sambil membalikkan tubuh nya.


"Apa kau tidak mau menjelaskan apapun soal ini?" kata-kata Rey menghentikan langkah Bella. Bella membalikkan tubuh nya dan menghadap kembali ke arah Rey.


"Aku tidak perlu susah-susah menjelaskan, karena pada akhirnya, kau juga tidak akan percaya," ucap Bella.


"Berarti kau benar-benar wanita penggoda," ucap Rey dengan rahang yang sudah mengeras sedari tadi.


"Ya, kau benar Rey. Wanita penggoda ini yang sangat mencintaimu, bahkan sangat-sangat mencintaimu. Wanita yang kau sebut wanita penggoda ini, memberikan cinta tulus untuk mu, namun kau tak menyadari nya. Wanita penggoda ini juga yang rela menunggu, rela tersakiti, rela di khianati, hanya untuk mendapat balasan cintamu. Tapi, apa kau pernah memikirkan hati seorang wanita penggoda ini?" Tanpa terasa, air mata Bella kembali mengalir.


"Apa aku sehina itu, sampai kau selalu memanggil ku dengan sebutan wanita penggoda? aku merasa tidak punya harga diri, di depan orang yang ku cintai," Bella mulai terisak. Rey pun mulai merasa hati nya seperti teriris, ketika melihat wanita yang ada di hadapannya saat ini menangis. Bi Ira pun ikut menangis melihat Bella seperti itu.


Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam rumah tersebut, seseorang itu berjalan menghampiri Bella dan menarik wanita itu ke dalam pelukan nya.


"Kesempatan pertama tak kau jaga. Kesempatan kedua kau sia-siakan. Jangan harap kau akan mendapat kesempatan ketiga, Rey! saat ini kau bukan hanya menyakiti hatinya, tapi juga fisik nya, Rey," ucap seseorang yang tak lain adalah Mike. Bella tidak bergerak dari pelukan Mike. Ia sangat membutuhkan tempat untuk bersandar saat ini.


"Jangan memeluk nya seperti itu!" bentak Rey sambil menatap tajam ke arah Mike.


"Rey, jangan membuat nya salah faham akan sikapmu ini! kau terlalu posesif untuk seorang suami ... ehhm maaf... maksudku, mantan suami," ujar Mike sambil tersenyum ke arah Rey.


"Kau!"


"Aku sedari tadi melihat mu berbicara kasar bahkan sampai menamparnya. Saat aku merasa sudah tidak tahan lagi melihat Bella menangis seperti itu, aku memutuskan untuk masuk ke dalam," jelas Mike.


"Sekarang, aku akan membawa mantan istrimu, atau lebih tepatnya lagi calon istriku pergi dari sini. Tolong kau jaga baik-baik harimau betina ini, karena bisa saja suatu saat dia akan menerkam mu sampai habis!" ucap Mike memperingati dan langsung membawa Bella pergi dari sana.


Rey hanya bisa menatap kepergian mantan istri nya itu. Hati nya terasa sakit ketika melihat Bella begitu dekat dengan Mike. Ia juga merasa sangat sakit ketika mengatakan kata cerai pada Bella. Tapi, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut nya, tanpa adanya aba-aba sama sekali.


***


"Duduklah! minum ini!" Mike menyuruh Bella untuk duduk di kursi depan mobil nya, dan menyerahkan botol air minum kepada Bella.


Bella mengambil botol air minum tersebut, dan langsung meneguknya.


"Terimakasih, Mike." Ucap Bella sambil mengulas senyuman di bibir nya. Terlihat sekali senyuman paksa itu ia perlihatkan, hanya untuk membuat Mike tidak ikut bersedih.


"Bukan nya kau sedang berada di Jepang, kenapa sekarang ada disini?" Bella pun terkejut akan kedatangan Mike yang tiba-tiba saja.


"Pemilik bar yang kau datangi tadi malam adalah teman kuliah ku, Rey dan juga Ronald. Dia tau kalau aku mencintaimu, Bella. Malam tadi ketika kau hampir saja di lecehkan oleh pria-pria di bar tersebut, pemilik bar itu langsung menghubungi ku, dan menceritakan semuanya. Karena aku takut terjadi apa-apa padamu, aku langsung pulang ke Indonesia," jelas Mike panjang lebar. Bella tidak percaya kalau Mike akan sebegitu khawatir dengan nya.


"Mike, kau memang yang terbaik. Tapi maaf, aku tidak bisa membalas perasaan mu!" Bella menundukkan kepala nya.


"Tenang saja, aku sedang proses untuk melupakanmu," ujar Mike sambil tersenyum ke arah Bella.


"Bella ...." Mike terkejut ketika melihat Bella yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


"BELLA! BELLA, bangun Bella!!" Mike terus menerus berteriak sambil menepuk-nepuk pelan pipi Bella. Namun Bella tetap tak sadarkan diri.