Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Part Ronald and Chelsea



Rey sedang duduk sambil menatap layar monitor laptop di depan nya. Ia teringat kembali dengan masalah obat kontrasepsi kemarin.


"Aku tidak menyangka kalau Kia akan berbuat seperti itu terhadap Bella. Bahkan aku lebih tidak menyangka lagi karena Bella masih menganggap nya sebagai sahabat. Terbuat dari apa hati wanita itu, sampai-sampai sudah di perlakukan seperti itu saja, dia masih baik sekali," batin Rey sambil memijat pelipis nya dengan sebelah tangan nya.


"Rey," Tiba-tiba Rey di kejutkan dengan suara seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya dan langsung memanggil nya.


"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu baru masuk?" cetus Rey yang sedikit kesal melihat sahabat nya itu masuk dan mengangetkan nya.


"Kenapa kau jadi menyalahkan ku?" ucap Ronald.


Rey berdecak kesal. "Jadi aku mau menyalahkan siapa? buku-buku yang sedang kau bawa, begitu?" Rey semakin kesal melihat Ronald.


"Jelas-jelas aku mengetuk pintu dari tadi, tapi kau masih saja termenung di tempat mu. Bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku tidak mengetuk pintu?" Ronald ikut meninggikan nada bicara nya.


Rey mengerutkan kening nya. "Apa benar kau sudah mengetuk pintu?" tanya Rey lagi seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan sahabat nya itu.


"Kau bisa periksa cctv nya kalau kau tidak percaya!" cetus Ronald.


"Kenapa kau suka sekali berdebat dengan ku seperti wanita itu," ucap Rey tanpa sadar. Ronald menyipitkan kedua mata nya.


"Wanita itu? wanita mana lagi yang kau maksud?" Rey tersadar dengan apa yang baru saja ia katakan. Ia langsung membungkam mulut nya dengan tangan nya.


"Ehmm tidak ada. Aku tidak membicarakan wanita manapun," elak Rey. Ronald semakin penasaran.


"Wanita mana yang berani berdebat dengan mu?" tanya Ronald yang merasa keheranan.


"Sudahlah lupakan saja! " Rey langsung kembali fokus dengan laptop nya, sedangkan Ronald pergi ke tempat duduk nya.


"Wanita pujaan mu sudah kembali." Ujar Rey. Ronald langsung menatap ke arah nya.


"Maksudmu Chelsea?" tanya Ronald seakan tak percaya.


"Memangnya siapa lagi," Ronald langsung berjalan menghampiri Rey.


"Darimana kau tau?" tanya Ronald yang masih sedikit tak percaya.


"Apa kau lupa kalau istriku sahabat Chelsea. Kemarin mereka berkunjung ke rumah ku,"


"Mereka?" ucap Ronald sedikit bingung. Tiba-tiba saja terlintas dipikiran Rey untuk mengerjai sahabatnya itu.


"Iya, Chelsea bersama suami dan kedua anak nya," celetuk Rey yang berhasil membuat Ronald membulatkan kedua bola matanya.


"Apa maksudmu, Rey? apa benar Chelsea sudah menikah?" Ronald mengguncangkan tubuh sahabat nya itu dengan cukup keras.


"Rey, apa benar yang baru saja kau katakan?" tanya Ronald kembali dengan wajah yang begitu antusias. Rey langsung mengangguk kan kepala nya.


Terlihat jelas kekecewaan di wajah Ronald ketika mendengar wanita yang selama ini di sukai nya sudah menikah, bahkan sudah memiliki dua orang anak. Rey hanya menahan senyum nya melihat wajah sahabat nya yang seperti itu.


"Itu semua karena kesalahan mu! dari dulu hanya memendam perasaan mu saja, dan tidak pernah mengungkapkan nya. Bagaimana wanita yang kau sukai bisa tau perasaan mu?" ujar Rey yang membuat Ronald hanya terdiam dan menundukkan kepala nya. Tersirat kesedihan di mata nya yang begitu mendalam.


"Tidak Rey! kau pasti berbohong padaku,iya kan?" Ronald menarik kerah baju Rey dengan cukup keras, sampai-sampai Rey merasa tercekik.


"Hey, lepaskan tanganmu! apa kau ingin membunuhku?" Rey langsung menepis tangan Ronald dengan kasar.


"Apa kau pikir selama 6 tahun berada di Jerman, tidak ada pria yang di sukai nya, begitu?" ketus Rey.


"Kalau kau tidak percaya, kau bisa tanyakan langsung pada orang nya," ucap Rey sambil mendorong tubuh teman nya itu untuk keluar dari ruangan tersebut.


***


Sebuah mobil telah berada di depan rumah Chelsea. Ya benar, itu adalah mobil milik Ronald. Ronald beranjak turun dari mobil nya dan langsung berlari menuju rumah Chelsea. Di pencet nya bel rumah tersebut.


Tidak lama setelah itu, keluarlah seseorang dari dalam sana. Seorang wanita yang dari dulu sudah menempati hatinya, sosok wanita yang selama 6 tahun ini tidak pernah di lihat nya dan yang sangat ia rindukan. Seseorang yang selama ini ia tunggu berada di hadapan nya.


"Chelsea," Ronald tidak bisa berkata-kata, terlihat jelas kesedihan di mata nya begitu mendalam. Air mata nya seolah tidak bisa lagi ia tahan karena kerinduan nya selama ini terhadap wanita yang ada di depan nya saat ini. Mengalir buliran bening dari mata nya.


Chelsea masih menatap Ronald dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Chelsea, kenapa kau tega sekali?" ucapan Ronald membuat Chelsea mengerutkan kening nya. Ia tidak mengerti sama sekali apa maksud dari perkataan laki-laki yang saat ini ada di hadapan nya.


"Apa kau tau selama ini aku sangat mencintaimu? selama ini aku tidak pernah membuka hati untuk siapa pun selain kau, Chelsea. Selama 6 tahun ini aku berjuang, agar aku pantas untuk bersanding dengan mu. Aku sangat mencintaimu Chelsea, bahkan melebihi cintaku terhadap diriku sendiri," Air mata Ronald semakin mengalir deras.


Ronald bukan lah tipe orang yang kuat seperti Rey dan Mike. Ia memang tidak pernah memperlihatkan sisi lemah nya kepada siapa pun, kecuali pada kedua sahabat nya. Akan tetapi, saat ini Ronald tidak bisa menahan sakit ini sendirian. Ia tidak perduli jika wanita yang saat ini berada di hadapan nya menganggap ia lemah, cengeng, atau pun yang lain nya. Ia sudah tidak perduli lagi, karena yang saat ini ada di fikiran nya adalah rasa sakit karena wanita yang selama ini ia cintai, wanita yang selama ini ia tunggu, yang sangat ia rindukan ini menikah dengan orang lain.


Chelsea membelalakkan kedua mata nya mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut Ronald. Dan Chelsea lebih terkejut lagi, karena Ronald tiba-tiba menangis di hadapan nya. Chelsea tidak mengerti apa yang sebenarnya di pikirkan laki-laki yang sedang menangis di hadapan nya ini.


"Aku mencintaimu, Chelsea ... sangat mencintaimu." Ujar Ronald sambil menatap lekat mata Chelsea.


"Kenapa kau tega memperlakukan ku seperti ini? kenapa Chelsea?" ucap Ronald dengan suara yang semakin melemah.


"Apa yang sudah aku lakukan, sampai membuatmu seperti ini?" tanya Chelsea yang semakin bingung mendengar perkataan Ronald.


"Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah menikah? bahkan kau sudah memiliki dua orang anak," ucapan Ronald membuat Chelsea langsung membelalakkan kedua mata nya dengan sangat sempurna. Chelsea mengerutkan kening nya. Ia berfikir, siapa yang mengatakan hal itu pada Ronald.