
“Kau mau kemana?“ tanya Rey yang melihat Bella berjalan membawa koper nya menuju gudang.
“Aku mau membereskan barang-barang ku Rey.“ Jawab Bella sambil menunjuk koper yang sedang di bawa nya.
“Bawa barang-barang mu ke atas. Mulai hari ini, kau akan tidur dengan ku di kamar kita.“ Perintah Rey. Mendengar kata "kita", Bella sedikit terkejut.
“Cepat lah bereskan barang-barang mu, apa kau mau tidur di gudang selama nya?“ pinta Rey ulang karena Bella hanya diam menanggapi perkataan nya.
“Ti-tidak Rey! akan ku bereskan barang-barang ku sekarang juga.“ Jawab Bella gugup.
***
Siang itu mereka sedang beristirahat di dalam kamar, karena merasa sedikit lelah dalam perjalanan tadi. Ketika sudah hampir sore, Bella terbangun lalu beranjak ke dapur untuk memasak makanan untuk nya dan Rey.
“Kau sedang apa?“ tanya Rey yang baru turun dari tangga dan melihat Bella di dapur.
“Kenapa kau bangun?“ Bukan nya menjawab pertanyaan Rey, Bella malah balik bertanya.
“Jadi, kau mau aku tidak usah bangun lagi?“
“Bukan seperti itu, Rey. Bukan nya kau lelah, kenapa kau tidak tidur lagi saja?“
“Aku masih memasak makanan untuk kita makan nanti malam,“ lanjut nya lagi.
“Besok kita akan mencari asisten untuk mengurus rumah ini,“ ujar Rey.
“Tidak perlu Rey, aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah ini sendiri,“
“Sudah lah, kau ikuti saja perkataan ku. Kau pasti sangat lelah jika harus membersihkan rumah ini sendirian,“
“Jadi, besok aku akan mencarikan orang untuk mengurus rumah ini.“ Ucap Rey lagi.
“Walau pun aku masih sangat menyukai masakan mu,“ tambah Rey.
“Kalau begitu, aku akan tetap memasak untuk mu, Rey.“
“Benarkah?“ Bella mengiyakan nya.
Setelah selesai memasak, Bella beranjak ke atas untuk membersihkan tubuh nya. Lebih kurang 25 menit, Bella sudah selesai dengan aktivitas mandi nya. Lalu Bella menyuruh Rey untuk mandi.
Ketika Rey sedang berada di dalam kamar mandi, tiba-tiba ponsel nya berbunyi, ada orang yang menelepon. Bella mengambil ponsel tersebut dan dilihat nya nama yang tertera di sana adalah nama "My dear Kia". Walau pun terasa sakit melihat nama itu tapi harus bagaimana lagi.
"Kia, kenapa kau seperti ini, kenapa kau mau menghancurkan rumah tangga ku, Ki? aku menganggap mu sebagai sahabat ku, tapi apa yang kau perbuat pada ku,“ batin Bella sambil menahan tangis nya.
Rey keluar dari kamar mandi, dan di lihat nya Bella sedang memegang ponsel nya yang tengah berbunyi.
“Kenapa tidak kau angkat?“ tanya Rey sambil berjalan ke arah Bella.
“Kau saja yang mengangkat, Rey!" Bella menyerahkan ponsel tersebut kepada Rey. Melihat nama yang tertera di sana, Rey enggan untuk mengangkat nya. Akhir nya Rey meletakkan kembali ponsel tersebut di atas tempat tidur.
“Rey, kenapa tidak kau angkat?“ tanya Bella yang melihat Rey melemparkan ponsel nya ke atas ranjang.
“Tidak ada, aku hanya malas saja,“
“Angkat lah Rey! barang kali ada yang ingin di sampai kan nya pada mu,“
“Biarkan saja.“
“Rey ... aku sudah merasakan sakit nya di khianati, dan saat ini adalah saat-saat terpuruk nya Kia, Rey. Bagaimana pun juga, Kia itu tetap lah sahabat ku.“ Mendengar penuturan Bella, Rey pun langsung mengangkat telepon dari Kia.
“Rey ... akhir nya kau mengangkat telepon ku juga,“ ucap Kia dari sebrang sana.
“Ada apa kau menelepon ku?“ tanya Rey datar.
“Rey, ku mohon jangan seperti ini. Aku tau kau masih mencintai ku kan, Rey,“
“Kia, sudah ku bilang aku akan melupakan mu. Jadi, tolong jangan ganggu hidup ku lagi, dan jangan pernah coba-coba untuk menghancurkan rumah tangga ku!“ ancam Rey.
“Rey ... kenapa kau seperti ini pada ku. Rey, aku sangat menyayangi mu Rey, aku sangat mencintai mu.“ Ucap Kia sambil terisak karena tangis nya. Rey langsung mematikan sambungan telfon itu.
“Rey," panggil Bella.
“Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan termakan oleh kata-kata nya.“ Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Rey membuat Bella bernafas lega. Rey menambahkan nama Kia ke daftar hitam, supaya Kia tidak bisa menghubungi nya lagi.
“Ya sudah, ayo kita turun Rey! makan malam nya sudah siap.“ Ajak Bella, dan Rey pun mengiyakan nya.
***
APARTEMEN KIA
Kia sedang mencari nomor Steve untuk menghubungi nya dan memberi tahu kabar itu kepada Steve.
Tersambung .…
“Sayang, apa yang harus kita lakukan sekarang?“ ucap Kia begitu telepon nya terhubung.
“Hey sayang, coba kau jelaskan apa yang terjadi?“ tanya Steve yang tidak mengerti arah pembicaraan Kia.
“Rey mengusir ku dari rumah nya, dia sudah mulai mencintai Bella, istri nya.“ Ucap Kia yang membuat Steve berhasil membelalakkan kedua mata nya.
“Tenang saja, ini saat nya menjalankan rencana kita.“ Steve tersenyum licik.
“Jadi, sekarang kau dimana sayang?“
“Aku di apartemen ku,“
“Diam lah di sana! aku akan segera datang menjemput mu.“
“Cepat lah datang!“ Steve pun mengiyakan nya.
***
Rey dan Bella tengah membaringkan tubuh mereka di atas ranjang, sambil melihat ke atas langit-langit kamar.
“Bella,“ panggil Rey. Bella menoleh ke arah lelaki itu.
“Kau suka bernyanyi, kan?“ tanya Rey. Bella mengangguk.
“Kenapa?“
“Nyanyikan sebuah lagu untuk ku!“ pinta Rey. Bella mengerutkan kening nya.
"Kenapa Rey tiba-tiba meminta aku untuk bernyanyi? “ batin Bella.
“Kenapa? Kau tidak mau?“ Bella menggelengkan kepala nya.
“Bu-bukan Rey, iya aku mau.“ Jawab Bella.
“Kau mau lagu apa?“ tanya Bella.
“Terserah kau saja, yang penting kau menyanyi.“
“Baiklah.“ Saat Bella hendak bernyanyi, tiba-tiba Rey menghentikan nya.
“Tunggu sebentar!“
“Ada apa, Rey?“ tanya Bella sedikit bingung.
“Aku mau kau menyanyikan lagu yang kau putar di headphone mu waktu di pesawat.“ Ujar Rey, Bella pun langsung mengerti lagu apa yang di maksud oleh Rey.
"Kenapa Rey meminta ku menyanyikan lagu itu. Tapi ya sudah lah, aku nyanyikan saja," batin Bella dan langsung bernyanyi.
Music : Rossa - Jangan hilangkan dia. (Ost. ILY From 38.000 feet)
Bella tengah asik dengan lagu yang di nyanyikan nya. Namun, Rey bukan nya mendengarkan, ia malah terpikirkan akan hal lain.
"Kenapa aku jadi teringat waktu dia bernyanyi saat di SMA dulu?“ batin Rey. Ia kembali teringat dengan Bella yang menyanyikan sebuah lagu waktu di SMA nya dulu.