
4 hari berlalu, setelah kejadian rem mobil Rey yang blong, Rey semakin berhati-hati. Ia takut kalau itu adalah jebakan untuk mencelakakan nya.
Hari ini adalah hari pernikahan Chelsea dan Ronald. Rey dan Bella tengah bersiap-siap untuk pergi ke pesta tersebut.
"Rey, bagaimana penampilan ku?" ucap Bella sambil mengembangkan senyum nya ke arah Rey. Rey langsung menoleh ke arah Bella, Rey diam tak bergeming melihat Bella seperti itu. Satu kata yang terlintas di dalam pikiran nya pada saat ini "Cantik".
"Cantik sekali." Mendengar jawaban Rey, pipi Bella langsung memerah. Ia tertunduk malu dan langsung memalingkan wajah nya.
Rey berjalan mendekati Bella dan langsung merangkul pinggang wanita itu. Ia mendekat kan bibir nya ke daun telinga Bella, jantung Bella semakin memompa dengan kencang.
"Ayo berangkat, Sayang!" bisik Rey yang membuat Bella terperangah dengan ucapan nya. Bella langsung mendorong tubuh Rey dan mengiyakan perkataan nya. Rey menahan senyum nya melihat Bella malu seperti itu.
***
Ketika sampai di sana, Bella melihat papan Bunga yang bertuliskan nama Ronald dan Chelsea. Ia merasakan sedikit sesak di hati nya melihat itu, karena pernikahan nya dan Rey tidak semewah ini. Jangankan papan bunga, orang-orang saja banyak yang tidak tau kalau Bella telah menikah dengan Rey.
"Bella," teriak Lily ketika melihat sahabat nya baru saja turun dari mobil nya. Lily berlari menghampiri Bella, ia langsung berhambur ke dalam pelukan Bella.
"Bella ... tinggal aku sendiri yang jomblo." Ujar Lily yang masih berada di dalam pelukan Bella.
Bella langsung melepaskan pelukan Lily dari tubuh nya. " Makanya, kurangi lah sifat manja mu itu, dan jangan terlalu galak! Bisa-bisa lelaki yang mau mendekatimu, pada lari semua," ujar Bella.
"BELLA!! kau ini bukan nya membantuku mencari, tapi malah memarahiku," Lily mengerucutkan bibir nya.
"Hey, seperti inikah kelakuan seorang dokter?" ledek Bella.
"Bella, sudah lah! Aku tidak mau berdebat dengan mu lagi."
"Ya sudah, ayo masuk ke dalam!" Bella langsung menggandeng tangan Lily, sedangkan Rey ia tinggalkan di belakang sana.
"Wanita ini, saat bersama teman nya, dia melupakan ku. Awas saja di rumah nanti, akan ku hukum kau," gumam Rey.
Rey pun berjalan masuk mengikuti langkah kedua wanita di hadapan nya ini.
***
"Chelsea, selamat ya. Akhirnya kamu nikah juga," ucap Bella sambil menyalami tangan sahabat nya itu.
"Iya, Bella. Makasih, ya." Chelsea dan Bella bercipika-cipiki.
"Congrate ya, Ron," Bella gantian menyalami tangan Ronald.
"Thanks, Bella." Sahut Ronald sambil tersenyum.
"Lah kamu kapan, Ly? ntar keburu keduluan sama anak Bella loh," ledek Chelsea. Bella dan Rey langsung menoleh ke arah Chelsea.
"Memangnya Bella bakalan punya anak?" celetuk Lily.
"Tentu saja. Pertanyaan mu itu, yang ada-ada saja. Makanya kamu buruan nikah!"
"Kalian berdua sama saja, sama-sama suka meledek ku," Lily kembali mengerucutkan bibir nya.
Bella langsung memeluk Lily, dan begitu juga dengan Chelsea.
"Tenang lah, jodoh mu pasti datang. Tapi sekarang belum waktu nya," ujar Bella, Lily pun hanya mengangguk.
Rey masih saja memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Chelsea. Pasal nya sampai sekarang, walaupun Rey sudah bisa menerima Bella, tapi untuk mempunyai seorang anak, Rey masih belum yakin akan hal itu.
"Selamat ya, Ron. Akhirnya dapat juga yang di incar selama ini," Rey memberi ucapan pada sahabat nya.
"Makasih Rey, ini juga berkat kebodohan mu," Rey langsung menatap tajam ke arah Ronald.
"Apa kau bilang?"
"Hey, sudah lah! Apa kalian mau menghancurkan pesta ini?" ucap seseorang dari belakang sana, yang ikut masuk ke dalam pembicaraan mereka.
"haha kompak sekali," seru Mike sambil menahan tawanya.
"Selamat ya untuk kalian berdua. Aku ikut senang melihat nya," Mike menyalami tangan sahabat nya itu.
"Thanks, Mike. Cepetan nyusul, Mike!" Seru Ronald.
"Haha akhirnya aku punya teman, gantian bully dia!" celetuk Lily sambil tertawa.
"Sesama jomblo, dilarang saling menjatuhkan!" ucap Mike dan mereka pun tertawa.
"Oiya, dimana Kia?" tanya Mike yang tidak melihat Kia disana.
"Kenapa nanyain Kia?" tanya Ronald.
"Biasanya kan mereka selalu berempat, kalau bertiga kurang lengkap lah. Kan CLBK," seru Mike.
"CLBK? cinta lama bersemi kembali, begitu?" tanya Rey.
"Bukan itu. CLBK itu kan singkatan dari Chelsea, Lily, Bella, Kia," ujar Mike yang membuat mereka seketika langsung tertawa.
"Ada-ada saja kau, Mike. Kami baru tau kalau nama kami di singkat, jadi nya CLBK," ujar Bella. Chelsea dan Lily pun mengangguk. Mike hanya tertawa mendengar nya.
"Lagi pada ngomongin aku ya?" tiba-tiba ada suara seseorang dari belakang mereka.
"Kia," ucap mereka bersamaan.
"Ck, kompak nya," ucap Kia.
"Iya Kia. Aku juga tadi begitu," sahut Mike. Kia hanya tersenyum.
"Congrate ya Ron, Chelsea." Ronald dan Chelsea pun mengangguk tersenyum sembari mengucapkan terima kasih.
"Cepetan nyusul, Ki!" ujar Chelsea.
"Iya Ki buruan nikah kamu, biar nggak gangguin rumah tangga Rey dan Bella lagi," celetuk Lily yang langsung mendapat pelototan mata dari semua nya.
"LILY!" Chelsea menoyor bahu sahabat nya itu sambil menajamkan mata nya.
"Oops maaf," ujar Lily, lalu menundukkan kepala nya.
"Aku kesana dulu, ya!" pamit Kia dan berlalu meninggalkan mereka berenam yang sedang menatap Lily dengan marah.
"Tuh kan Lily, gara-gara kamu ini. Kenapa harus bahas itu lagi sih, Ly?" ucap Bella.
"Pasti sakit banget tuh hati nya Kia. Kan sekarang Rey udah cinta sama Bella, jadi dia nggak bisa balas dendam lagi," ucap Lily polos.
"Maksud nya?" tanya Rey yang bingung, yang lain nya masih menatap Lily dengan tatapan tajam.
"Iya Rey, dulu kan Kia pacaran sama kamu cuma mau buat Bella sakit hati saja," seru Lily tanpa merasa bersalah.
"Maksud nya gimana sih, Ly. Bicara lah yang jelas!" ucap Rey meninggikan nada bicara nya.
"Jadi begini, Rey. Kamu ngejar Kia dari kapan, dari SMP kan? dan baru di terima Kia pas waktu SMA. Kamu nggak bertanya-tanya begitu, kenapa Kia bisa nerima kamu. Selama 3 tahun penolakan akhirnya di terima begitu saja. Kamu mau tau kenapa Kia nerima kamu, Rey? itu karena Kia tau kalau Bella suka sama kamu, jadi dia mau buat Bella sakit hati," jelas Lily polos tanpa merasa bersalah. Rey menyimak apa yang di katakan oleh Lily.
Rey terkesiap mendengar penjelasan Lily. Antara percaya atau tidak, tapi ia lebih memilih untuk percaya, karena memang itu lah yang terjadi.
"LILY! " Teman-teman nya berteriak ke arah Lily. Dari dulu sampai sekarang, mulut Lily memang tidak bisa menjaga rahasia apa pun. Makanya mereka jarang sekali memberitahukan masalah mereka kepada Lily.
"Lily, ceritakan saja semua nya pada Rey!" ucap Mike sambil menatap tajam ke arah Lily.
Lily menundukkan kepala nya. "Maaf,"
Rey masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Sudah lah jangan bicara lagi! aku lapar, ayo kita makan!" ajak Bella dan mereka pun mengiyakan nya.
"Sepertinya banyak sekali yang tidak ku ketahui. Tapi, kenapa mereka menyembunyikan nya dari ku?" batin Rey.