Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Bahagia



Rey masih melihat Bella yang kagum terhadap pemandangan yang ada di hadapan nya saat ini.


“Tuan, Nyonya, ini adalah grand palladium white island...“ ucap supir yang mengantar mereka tadi.


“Tuan dan nyonya akan tidur di resort ini selama 3 hari kedepan.“ Sambung nya lagi.


“Apa yang dia katakan?“ Rey melihat ke arah Bella.


“Kita akan menginap disini untuk 3 hari kedepan.” Jawab Bella. “Sejak kapan aku menjadi translator mu!“ protes Bella.


"Sejak hari ini.“ Jawab Rey santai.


“Enak saja kau!“


“Mari saya antar ke dalam, Tuan, Nyonya!" Bella hanya mengangguk dan mengikuti dari belakang, begitu juga dengan Rey dan segala kebingungan nya.


"Si*l ... sepertinya aku harus belajar bahasa Spanyol. Memalukan sekali seperti ini!“ gumam Rey dalam hati.


***


“Ini kamar kalian, Tuan, Nyonya!“ seru nya sambil menunjuk ketika sudah sampai di depan salah satu kamar.


“Dan ini kartu kamar nya, Tuan!“ lanjut nya sambil menyodorkan kartu kamar tersebut kepada Rey. Rey pun menerima nya.


“Terima kasih, Pak.“ Ucap Rey tanpa sadar.


“Sama-sama, Tuan.“ Jawab nya yang membuat Rey langsung menatap nya penuh keheranan.


“Tunggu! kau bisa berbicara dengan menggunakan bahasa indonesia?“ tanya Rey yang bingung dengan lelaki yang ada di hadapan nya saat ini.


“Tentu saja, Tuan. Saya juga berasal dari Indonesia.“ Jawab nya sambil tersenyum tanpa merasa bersalah.


“Terus kenapa kau berbicara menggunakan bahasa Spanyol dari tadi? membuat ku bingung saja!“ cetus Rey.


“Maaf, Tuan. Saya hanya menyesuaikan dengan nyonya Bella.“ Lelaki itu berbicara sambil melihat ke arah Bella. Rey menoleh ke arah Bella dan memelototkan mata nya, dan Bella pun hanya membalas nya dengan senyuman.


“Kau sudah tau?“ tanya Rey. Bella tersenyum dan mengangguk.


“Kenapa kau tidak memberitahu ku?“ ucap Rey kesal.


“Karena kau tidak bertanya."


“Kalian berdua sama saja, sama-sama menyebalkan!“ Rey langsung membuka pintu kamar tersebut dan masuk kedalam nya, meninggalkan Bella dan supir itu dalam keadaan kesal.


“Nyonya, saya permisi dulu. Jika ada masalah, nyonya bisa hubungi saya. Minta saja nomor saya dari nyonya Shinta.“ Pamit nya.


“Baik, Pak. Sekali lagi terima kasih ya, Pak." Lelaki tersebut mengangguk sopan lalu pergi meninggalkan Bella. Bella pun masuk ke dalam kamar tersebut dan mengunci pintu nya lalu berjalan masuk menyusul Rey.


***


Terlihat Rey sedang membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur. Bella berjalan melewati Rey menuju jendela. Bella melihat pantai yang terlihat sangat jelas dari jendela resort tersebut, ia langsung menoleh ke arah Rey.


“Rey ... ayo main keluar!” ajak Bella. Akan tetapi Rey hanya diam.


“Rey, ayo lah!“


“Rey, apa kau masih marah padaku?“


“Jangan berbicara pada ku!“ cetus Rey.


“Kau ini, begitu saja marah!“


“Kau ini seperti anak kecil saja, Rey.“


“Ayo lah Rey keluar! kita bermain di pantai. Lihat lah di luar sana! orang-orang sedang bersenang-senang bersama pasangan mereka,“ ajak Bella sambil menunjuk keluar jendela.


“Pergi lah sendiri! kenapa harus mengajak ku?“


“Apa kau lupa dengan apa yang kau katakan pada ku di pesawat tadi, Rey? kau sudah berjanji pada ku, selama disini kau akan menemani ku kemana pun yang aku mau,“ jelas Bella yang membuat Rey langsung beranjak dari tidur nya dan meninggalkan wanita itu.


“Rey, kau mau kemana?“ teriak Bella.


“Kau bilang ingin bermain di pantai. Apa kau mau ku tinggal?“


“Baik lah! ayo Rey kita pergi!“ Bella mengulas senyum di bibir nya, ia senang karena Rey menyetujui permintaan nya.


“Rey, terima kasih.“ Ucap Bella sambil berjalan mendahului Rey.


“Hey tunggu!“


“Ada apa Rey? “


“Apa kau sudah gila ke pantai dengan pakaian seperti itu?“ Rey menunjuk Bella yang memakai baju dengan lengan sebatas siku dan celana di bawah lutut.


“Apa kau mau aku ke pantai hanya memakai CD dan bra saja?“ ucapan Bella langsung membuat Rey terdiam.


“Kau tau sendiri kalau aku sudah menikah. Apa pantas ku perlihatkan lekuk tubuh ku kepada orang lain? seharusnya sebagai seorang suami, kau marah ketika istri mu menjadi tontonan pria lain diluaran sana,“ sambung nya lagi. Rey yang mendengar penuturan itu bukan nya marah, tapi malah sebalik nya, Rey kagum mendengar penuturan dari Bella.


"Dia berbeda sekali dengan Kia. Kalau Kia tidak akan berpikiran seperti itu,“ batin Rey sambil melihat Bella.


***


Rey dan Bella berjalan beriringan sampai ke luar resort tersebut. Bella langsung berlari menuju pantai dan berteriak ke arah Rey.


“Ini menyenangkan sekali, Rey ....“ Bella memasuki air itu dan memainkan nya. Terlihat jelas kebahagiaan di wajah wanita itu.


“Wanita kampungan!“ ujar Rey sambil melihat ke arah Bella.


“Rey, kemari lah!“ ajak Bella sambil melambaikan tangan nya ke arah Rey. Rey pun berjalan mendekat ke arah Bella. Walaupun rasanya enggan, tapi entah kenapa wajah bahagia dari wanita itu, seperti menariknya untuk ikut tersenyum.


“Kau ini kampungan sekali!“ cetus Rey ketika telah dekat dengan Bella. Bella tidak mendengarkan perkataan Rey. Ia malah menyipratkan air ke arah Rey sambil tertawa.


“Kau lucu sekali, Rey!” Bella tertawa melihat Rey yang cemberut ke arah nya. Rey yang hendak memarahi Bella pun mengurungkan niat nya, karena melihat wajah bahagia wanita itu yang terlihat menggemaskan menurut nya.


"Yang lucu itu kau Bella. Bagaimana bisa kau sesenang itu hanya karena bermain air di pantai?“ batin Rey sambil menahan senyum nya.


“Kemari Rey, main air dengan ku!“ ajak Bella lagi, Rey hanya diam dan tidak memperdulikan permintaan Bella.


“Ayo lah Rey, apa kau sudah lupa dengan janji mu?“ Rey masih diam di tempat.


“Ayo, Rey!” Bella menarik tangan Rey ke dalam air, dan Rey pun hanya pasrah mengikuti nya.


“Rey, kenapa kau diam saja? Kau tidak mau menyiram ku juga?“ ucap Bella sambil menyiramkan air ke arah Rey. Dan kali ini air itu mengenai wajah Rey, seketika Rey menatap Bella. Mendapati tatapan mata Rey, Bella langsung berlari menjauh dari Rey.


“Hey, berani sekali kau setelah menyiram ku lalu pergi!“ ucap Rey.


“Kesini kau Bella, jangan lari!“ Rey berlari mengejar Bella, tetapi karena mereka berlari di dalam air, Rey menjadi mudah untuk menangkap wanita itu.


“Mau lari kemana lagi kau sekarang? kau sudah tidak bisa lari lagi!“ Rey tanpa sadar memeluk Bella, lalu menyipratkan air ke wajah wanita itu.


Sore itu mereka berdua bermain-main di pinggiran pantai, dan saling menyipratkan air satu sama lain. Mereka tertawa dan gembira seperti tidak memiliki masalah apapun. Dan mereka berdua bercanda ria selayak nya pasangan suami istri sesungguh nya. Terlihat jelas kebahagiaan tergambar di wajah cantik wanita itu, begitu pula dengan Rey yang merasa senang karena melihat Bella bisa tertawa lepas seperti itu.