
Seharian penuh Rey dan Bella berkeliling Ibiza. Bella terlihat sangat menikmati pemandangan indah pulau Ibiza tersebut. Sebenarnya yang sangat dia nikmati adalah waktu kebersamaan nya bersama Rey.
Mereka tidak sadar kalau matahari hampir terbenam dan akan di gantikan oleh bulan, yang akan menjadi penerang nya. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke resort.
"Tuan, Nyonya. Apa kita mau langsung pulang?" tanya pak Didi. Rey melihat ke arah Bella, dan Bella mengangguk memberi jawaban.
"Apa kau tidak mau makan terlebih dahulu?" Bella menggelengkan kepala nya.
"Aku sangat lelah Rey, nanti kita pesan saja makanan nya." Jawab Bella malas sambil menyandarkan kepala nya ke pintu mobil.
"Baik lah, terserah kau saja. Pak, langsung kembali saja ke resort!" pinta Rey. Pak Didi mengangguk dan langsung melajukan mobil tersebut menuju resort.
***
Setelah lebih kurang 35 menit, mereka telah sampai di depan resort. Pak Didi ikut mengantarkan mereka sampai ke depan pintu.
"Masuk lah duluan, aku akan memesan makanan untuk kita nanti!" pinta Rey sambil menepuk lembut kepala Bella, lalu menyuruh wanita itu untuk masuk. Bella pun menuruti nya, karena ia merasa tubuh nya sangat lelah sekali hari ini.
"Pak, te amo." Ucapan Rey sontak membuat Pak Didi langsung melihat ke arah nya.
"Maksud tuan?" tanya nya seolah memastikan.
"Te amo." Ucap Rey lagi dengan santai. Pak Didi membelalakkan mata nya karena terkejut dengan ungkapan Rey.
"Maaf tuan, saya masih normal." Pak Didi berucap sambil menundukkan kepala nya.
"Hey, apa kau pikir aku sudah gila? aku juga masih normal!" Rey sedikit bingung mendengar jawaban pak Didi.
"Kan aku sudah bilang, te amo." Rey kembali mengulang perkataan nya tadi dengan penuh percaya diri.
"Maaf, Tuan. Apa tuan tau arti Te amo itu apa? " tanya pak Didi.
"Tentu saja aku tau. Kalau tidak, untuk apa aku mengatakan nya," jawab Rey santai.
"Astaga ... bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" batin pak Didi.
"Memang nya apa arti te amo itu tuan?" tanya pak Didi memastikan sekali lagi.
"Kau ini, bukan nya seharusnya kau lebih tau di bandingkan aku," Rey sudah mulai kesal.
"Arti te amo itu kan, aku lapar." Lanjut nya lagi yang membuat pak Didi langsung melihat ke arah nya.
"Siapa yang memberi tahu itu kepada tuan?"
"Bella, memang nya kenapa? Apa arti nya bukan itu?" Rey malah balik bertanya, pak Didi pun mengangguk.
"Jadi, apa arti nya?"
"Arti te amo itu, aku mencintaimu, Tuan." Jawaban pak Didi berhasil membuat Rey membelalakkan kedua mata nya. Kini gantian Rey yang bingung harus menjawab apa.
"Apa itu benar, Pak?" tanya Rey memastikan, dan pak Didi kembali mengangguk. Rey merasa sangat malu dan langsung mengalihkan pembicaraan.
"Si*lan ... berani sekali dia membohongi ku!" batin Rey geram.
"Pak, tolong pesankan makanan untuk ku dan Bella, lalu antarkan ke kamar kami! Terserah bapak makanan apa saja, yang penting enak dan bisa dimakan." Setelah mengatakan itu, Rey memberikan beberapa lembar uang kepada pak Didi dan langsung masuk ke dalam kamar nya. Ia menutup pintu tersebut dengan cepat akibat menahan malu.
"Bagaimana bisa aku mengatakan itu pada pak Didi? bisa-bisa aku di kira gay oleh nya. Dasar kau Bella!" batin Rey merutuki kebodohan nya.
"Tapi kenapa dia tidak mengatakan arti yang sebenarnya? Apa mungkin karena dia takut aku tidak akan membalas perasaan nya?" Di satu sisi Rey kesal melihat Bella. Tapi disisi lain, ada sedikit rasa kasihan melihat wanita itu.
***
Setelah itu Rey beranjak dari tidur nya dan langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah selesai mandi, Rey kembali membaringkan tubuh nya di samping Bella.
Tok ... tok ... tok ....
Terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu. Dengan malas, Rey berjalan menuju pintu tersebut untuk membuka nya.
"Ini makanan anda, Tuan." Pak Didi memberikan makanan tersebut kepada Rey.
"Terima kasih, Pak."
"Ada lagi yang bisa saya bantu, Tuan?" Rey menggelengkan kepala nya.
"Baik lah, kalau begitu saya permisi tuan!" Rey mengangguk.
"Selamat malam, Tuan." Ucap nya lalu pergi dari hadapan Rey. Rey sungguh malas menjawab perkataan pak Didi. Karena ia masih sedikit malu.
***
Rey masuk ke dalam kamar dan mendudukkan tubuh nya di tepi ranjang, lalu ia membangunkan Bella yang masih tertidur.
"Bella," panggil Rey sambil menepuk-nepuk pelan pipi Bella.
"Bella ayo bangun, kita makan dulu!" Bella menggeliat, namun masih tidak bangun.
"Bella, ayo bangun lah! Kalau kau tidak bangun, akan ku buang makanan ini!" ancam Rey yang membuat Bella langsung bangun dari tidur nya.
"Jangan! aku masih sangat lapar," teriak Bella sambil mengusap kedua mata nya yang masih terasa berat. Rey menahan tawa nya melihat Bella seperti itu.
"Ya sudah cepat lah bangun! makan lah makanan ini!" Rey menyodorkan makanan tersebut kepada Bella.
Bella beranjak dari duduk nya lalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya terlebih dahulu. Setelah itu, Bella berjalan ke arah Rey dan mendudukkan tubuh nya di samping lelaki itu. Kini mereka sudah duduk di atas sofa.
Bella ikut menyantap makanan tersebut sampai habis. Setelah itu, ia membersihkan tubuh nya dan kembali membaringkan nya di atas tempat tidur.
“Apa kau sudah mau tidur?“ tanya Rey yang melihat Bella sudah membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Bella pun mengangguk.
“Kenapa cepat sekali? ini baru jam 8,“ Rey memperlihatkan jam tangan nya ke arah Bella. Bella membuka mata nya yang terasa sangat berat, di lirik nya ke arah Rey lalu kembali memejamkan mata nya.
“Hey, apa kau benar-benar sangat mengantuk?“ Bella mengangguk.
“Apa kau tidak bisa memberiku sebuah jawaban? dari tadi kau hanya menganggukkan kepala mu saja!“ ujar Rey kesal sambil menirukan gerakan Bella.
“Kenapa kau ribut sekali, Rey? aku hanya ingin tidur saja, aku sangat lelah.“ Ucap Bella setengah berteriak sambil melemparkan bantal ke arah Rey. Rey yang hendak marah namun di urungkan nya, karena melihat Bella yang benar-benar lelah.
"Maaf ... ya sudah tidur lah!“ Rey berjalan menuju ke arah Bella dan ikut membaringkan tubuh nya di samping istri nya.
“Hey, menghadap lah kesini!” pinta Rey. Bella malas menanggapinya.
“Bella, apa kau tak mendengar ku?“ ucap Rey kesal karena Bella tidak mendengarkan nya.
Rey langsung memeluk Bella dari belakang dan membenamkan wajah nya pada tengkuk wanita itu. Rey mengusap-ngusap wajah nya ke punggung Bella yang membuat Bella merasa geli.
“ Rey ... berhenti bermain-main! aku sangat ngantuk Rey.“
“Menghadap lah kemari, maka aku tidak akan mengganggu mu!“ Dengan malas, Bella akhirnya menuruti kemauan Rey, untuk membalikkan tubuh nya menjadi menghadap ke arah suami nya itu.
Rey langsung menarik Bella ke dalam pelukan nya, dan Bella pun membenamkan wajah nya pada dada bidang Rey, lalu tertidur. Rey mencium kening Bella dan mengucapkan selamat tidur untuk wanita itu, lalu ia ikut tertidur sambil masih memeluk Bella.