
Rey dan Bella telah memasuki taksi yang mereka pesan, Rey melambaikan tangan nya ke arah Kia.
“Jalan, Pak!“ pinta Bella pada supir taksi tersebut. Bella yang mulai terbakar cemburu oleh tingkah Rey dan Kia, sampai-sampai ia tidak tau kenapa hari ini ia ingin sekali marah. Supir taksi tersebut pun mengiyakan permintaan Bella dan mulai melajukan taksi nya meninggal kan pekarangan rumah tersebut.
“Mas sama mbak nya ini suami istri, ya?" tanya supir taksi tersebut memecah keheningan di antara mereka, tetapi pandangan nya masih tetap fokus dengan jalanan.
“Iya, Pak.“
“Bukan, Pak.“ Jawab Rey dan Bella bersamaan akan tetapi dengan jawaban yang berbeda. Supir taksi tersebut mengerutkan kening nya. Pasal nya mereka berdua menjawab dengan jawaban yang berbeda. Mendengar jawaban Rey, Bella langsung menoleh ke arah nya dan memelotot kan mata nya tajam ke arah Rey.
“I-iya pak, ini istri saya.“ Jawab Rey gugup karena merasa takut dengan tatapan mata Bella yang masih setia memelototi nya.
"Kenapa aku jadi takut pada nya?“ batin Rey yang heran pada diri nya sendiri.
“Hey, berani sekali kau menatap ku seperti itu!“ ketus Rey.
“Seharusnya aku yang mengatakan itu pada mu. Berani sekali kau tidak menganggap ku sebagai istri mu ... suami macam apa kau ini!“ jawab Bella yang tak kalah ketus nya.
“Kenapa jadi kau yang galak?“ ucap Rey heran.
“Biasa lah mas, barang kali mbak nya lagi PMS.“ Ujar supir taksi tersebut dengan santai.
“Apa? PMS? apa itu PMS?“ tanya Rey sambil mengernyitkan dahi nya.
“PMS itu tamu bulanan kaum wanita mas. Iya kan, Mbak?“ jawab supir taksi tersebut, dan Bella hanya mengangguk.
"Iya aku lupa, pantas saja dari tadi aku ingin sekali memarahi orang, dan bagaimana bisa aku berani melawan Rey? “ Batin Bella.
“Hey, apa benar kau sedang PMR?“ tanya Rey.
"Apa kau pikir aku ini anggota organisasi!“ ketus Bella
“Jadi apa? bukan nya kata bapak ini kau sedang PMR.“ Seru Rey lagi tanpa merasa bersalah.
“Bukan PMR mas, tapi PMS.“ Jawab supir taksi itu sejelas jelas nya.
“Ooo ....” Rey hanya membulatkan bibir nya membentuk huruf O. “Salah satu huruf saja kau sudah marah!“ ketus Rey pada Bella
“Salah satu huruf tetapi beda arti.“ Jawab Bella.
Supir taksi tersebut hanya tersenyum melihat perdebatan pasutri yang satu ini. Tidak lama setelah itu, mereka telah sampai di bandara.
***
Di dalam pesawat, Rey masih diam dengan raut wajah kesal nya. Bella yang melihat nya pun langsung menegur nya.
“Rey ....” panggil Bella. Rey hanya diam.
“Rey ...” panggil Bella lagi sambil menarik-narik lengan Rey, yang membuat Rey langsung melihat ke arah nya dan menatap tajam ke arah tangan Bella yang sedang menyentuh lengan nya.
“Maaf Rey,” cicit Bella pelan sambil melepaskan tangan nya dari lengan Rey.
“Rey, aku ingin minta sesuatu pada mu!“ ujar Bella. Rey sama sekali tidak menanggapi nya.
“REY!” Akhirnya Bella berteriak yang membuat seluruh penumpang yang ada di pesawat tersebut melihat ke arah kursi mereka.
“Hey, apa kau sudah gila berteriak seperti itu di dalam pesawat!“ ketus Rey yang kesal melihat Bella.
“Itu salah mu karena tidak mendengarkan perkataan ku!“ jawab Bella yang tak kalah ketus nya. Mendengar Bella bicara seperti itu, Rey hanya bisa menghela nafas dalam.
“Baiklah, katakan apa yang kau ingin kan dari ku?“ ucapan Rey membuat Bella mengulas senyum di bibir nya.
“Ehmm ... aku hanya ingin meminta waktu mu selama berlibur. Aku ingin dalam 3 hari ke depan, kau akan menemani ku ke mana pun yang aku mau.“ Ujar Bella sambil menunduk, akan tetapi Rey malah membuang wajah nya ke arah lain, ia malas menanggapi perkataan Bella.
“Rey, ku mohon ... kali ini saja. Mau ya, Rey?“ pinta Bella memelas. Rey menoleh ke arah wanita yang sedang memohon kepada nya itu. Melihat wajah Bella yang seperti itu, Rey jadi tidak tega untuk menolak permintaan dari istrinya, apalagi ia hanya meminta waktu Rey selama 3 hari saja.
“Hmm,” jawab Rey singkat sambil menganggukkan kepala nya.
“Benarkah, Rey?“ tanya Bella memastikan, dan Rey pun kembali mengangguk.
“Terima kasih, Rey.“ Jawab Bella dengan senyum sumringah yang saat ini terpatri di wajah nya.
Hening seketika
Bella yang merasa mengantuk pun memilih untuk tidur sambil menyandarkan kepala nya ke jendela pesawat. Tapi sebelum itu, ia mengeluarkan headphone dari dalam tas nya, lalu menyetel sebuah lagu dari ponsel nya, supaya ia bisa lebih tenang lalu tertidur.
Rey melihat Bella sudah tertidur dengan berbantalkan lengan nya dan menyandar pada jendela pesawat. Rey berinisiatif menyandarkan kepala Bella yang bersandar di jendela menjadi bersandar di bahu nya.
Rey meletakkan kepala Bella pada bahu nya dengan perlahan, supaya tidak membangun kan wanita itu. Rey melepaskan headphone yang di pakai Bella dan ingin meletakkan nya di dalam tas wanita itu. Akan tetapi Rey penasaran dengan apa yang di dengar kan oleh Bella, Rey pun langsung meletakkan headphone tersebut ke telinga nya.
Alunan musik yang begitu menenangkan terdengar. Akan tetapi, di dalam nada yang menenangkan itu, terdapat lirik yang membuat seseorang bisa hanyut ke dalam nya.
[ R e y POV ]
Kenapa dia suka sekali mendengar kan lagu yang sedih sedih seperti ini, memang nya siapa yang akan hilang dari hidup nya?
Rey melihat ke arah Bella yang sudah tertidur pulas di atas dada bidang nya, entah kapan Bella berpindah tempat dari bahu Rey ke dada bidang lelaki itu. Rey memperhatikan wajah Bella dari dekat.
Kalau di perhatikan dari dekat seperti ini, dia terlihat cantik, apa lagi melihat senyum nya. Andai saja aku bertemu dengan mu terlebih dulu, sudah pasti aku akan menyukai mu. Tapi maaf bella, aku sudah berjanji tidak akan pernah meninggal kan Kia, karena dia sudah pernah menyelamatkan hidup ku, maaf kan aku Bella.
Rey menyibakkan rambut yang menutupi wajah Bella dengan tangan nya.