Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Merasa terancam



"Kau! untuk apa kau kemari?" tangan Ronald sudah mengepal. Kalau bukan karna dia itu seorang wanita, mungkin sudah lama Ronald menghabisinya.


"Tidak, Rey! jangan dengarkan omongan nya!" Wanita itu adalah Kia. Kia menghampiri Rey dan bergelayutan di lengan kekar lelaki itu.


"Kau mau membuat Rey curiga dengan sikap mu yang seperti ini?" ucap Ronald sambil berusaha menahan amarah nya.


Dari dalam ruang UGD, mereka mendengar suara gaduh dari luar. Mike pun permisi keluar untuk mengecek keadaan.


Ketika membuka pintu, Mike melihat Kia tengah berdebat dengan Ronald. Mike langsung berjalan menghampiri Kia dan menarik tangan wanita itu. Kia memberontak minta di lepaskan, namun Mike masih saja menarik tangan Kia, sampai tangan wanita itu terlepas dari lengan Rey.


Rey hanya melihat saja, ia tidak berniat untuk menghentikan Mike. Karena sebenarnya, Rey juga sedikit risih jika Kia ada di dekat nya.


"Ron, lanjutkan saja! biar aku yang bicara dengan wanita ini," ujar Mike sambil menarik paksa tangan Kia. Namun, Kia masih saja memberontak, akhirnya Mike pun melepaskan cengkraman nya dari wanita itu.


Mike mengeluarkan ponsel yang terselip di saku jas nya. Dia menunjukkan sesuatu kepada Kia, yang membuat wanita itu seketika langsung diam, karena melihat sesuatu dari ponsel Mike.


"Ikuti aku, atau ku bongkar semua nya!" ucap Mike dengan nada mengancam. Wajah Kia langsung berubah menjadi pucat, terlihat wajah nya begitu ketakutan. Kia pun langsung mengikuti langkah kaki Mike.


"Baiklah Rey! biar aku lanjutkan," ujar Ronald. Rey pun mengangguk.


"Bella sudah lama menderita penyakit leukimia. Dari dulu sampai sekarang, Bella terus bergantung dengan obat," ucap Ronald yang membuat Rey langsung menundukkan kepala nya.


"Penyakit itu sudah sangat lama di derita nya, tapi baru ketahuan saat dia beranjak remaja, saat kelas 2, sekolah menengah pertama. Mulai hari itu juga, Bella selalu melakukan kemoterapi untuk mengobati penyakit nya. Tapi, ia menghentikan kemoterapi itu 4 tahun yang lalu, yang menyebabkan penyakit nya menjadi Leukimia mieloblastic akut (AML). Karena Bella sudah lama tidak menjalankan kemoterapi, jadi jalan satu-satunya yang bisa di lakukan hanyalah melakukan transplantasi sumsum tulang belakang," jelas Ronald.


"Dan sekarang, kami masih mencari orang yang bersedia mendonorkan nya kepada Bella. Tapi itu sangat sulit Rey, karena kita harus mencari kecocokan nya terlebih dulu," Ronald mengusap kasar wajah nya. Rey merasa hati nya sangat tertusuk mendengar penjelasan dari Ronald.


"Kenapa Bella menghentikan pengobatan nya?" tanya Rey.


"Karena Bella tidak memiliki cukup uang, Rey. Pada saat itu, Bella harus membayar hutang-hutang ibu nya selama di rumah sakit jiwa. Dan pada saat itu juga Bella harus membayar uang semester kuliah nya. Bagaimana bisa dia membayar itu semua hanya dengan bekerja di toko kue?" ucap Ronald. Rey semakin tidak tega mendengar nya.


"Aku akan mendonorkan nya untuk Bella," ucap Rey yang sedari tadi hanya diam tanpa menanggapi perkataan Ronald. Ternyata Rey sedari tadi memikirkan bagaimana rasa sakit yang di alami Bella selama ini. Hatinya terasa tertusuk, begitu perih ketika mendengar nya.


"Apa kau yakin?" tanya Ronald. Rey pun mengangguk.


"Ya sudah, mari kita temui dokter terlebih dulu, untuk memastikan cocok atau tidak nya sumsum tulang belakang mu dengan yang dimiliki Bella," Ronald beranjak dari duduk nya, di ikuti dengan Rey yang berjalan di belakang Ronald.


Rey seperti orang bodoh yang kehilangan arah. Ia sungguh malas berbicara, rasanya semua ini seperti tidak bisa ia percayai. Namun dibalik itu semua, rasa khawatir nya terhadap Bella lebih membuat nya bingung.


****


Sedangkan di koridor rumah sakit, Kia masih berjalan di belakang Mike.


"Duduk!" pinta Mike kepada Kia. Wanita itu pun menuruti nya.


"Itu tidak penting! yang terpenting sekarang, jangan membuat masalah lagi!" ujar Mike


"Hey, memang nya kau siapa, berani sekali melarang ku!"


"Apa kau mau aku memasukkan mu ke dalam penjara, karena kau telah membunuh ribuan orang?" ucap Mike sambil menaikkan sebelah alis nya.


"Kau tidak punya bukti kalau aku penyebab ledakan pesawat itu," jawab Kia santai.


"Ooh aku tidak punya bukti, ya," Mike mengeluarkan ponsel nya dan memutar sesuatu, lalu mendekatkan nya ke telinga Kia.


"Kejutan Bella ... kau pasti sangat terkejut melihat berita yang ada di televisi saat ini, kan? Itu berita asli Bella, bukan settingan. Aku tau kau pasti akan memberitahukan Rey untuk menunda penerbangan nya, maka nya aku sengaja memasang 2 bom di dalam pesawat yang mengarah ke kota A,"


"Kau lihat sendiri kan, Bella! karena dirimu, orang-orang yang kau sayangi jadi terluka, orang yang berada di dekat mu terluka, penumpang pesawat yang tidak berdosa pun juga ikut mati karena mu. Sudah ku katakan padamu, jangan pernah bermain-main dengan ku! karna kau akan tau sendiri akibat nya!"


"Saat ini, aku hanya perlu mengambil orang-orang yang kau sayangi yang berada di sekitar mu, setelah aku puas melihat mu tersiksa, giliran mu akan datang Bella hahaha ...."


Kia menutup mulut nya dengan kedua tangan nya. Sontak ia terkejut mendengar suara nya yang sedang mengatakan itu. Bagaimana bisa Mike memiliki rekaman nya?


"Da-dari ma-na kau mendapatkan rekaman itu?" ucap Kia terbata-bata. Ia sudah sangat takut saat ini.


"Kejutan Kia ... kau pasti heran kan karena aku mempunyai rekaman itu. Kau mau tau aku mendapatkan nya dari mana?" ucap Ronald sambil tersenyum licik ke arah Kia. Kia pun hanya mengangguk.


"Saat pertama kali kau menelfon Bella dan memberitahukan bahwa kau telah memasang bom di pesawat itu, saat itu juga Bella berfikir untuk merekam pembicaraan mu dengan nya, saat kau kembali menelfon nya. Apa kau lupa, kalau Bella itu sangat cerdas? bukan sepertimu, dasar licik!" ucap Mike.


"Apa kau mau rekaman ini aku berikan ke kantor polisi?" ucap Mike sambil memegang dagu Kia, supaya wanita itu melihat ke arah nya.


"Ti-tidak, jangan Mike! aku tidak mau di penjara," Air mata Kia sudah mengalir membasahi pipi nya. Bukan nya kasihan, Mike malah jijik melihat nya. Mike menghempaskan dengan kasar dagu Kia.


"Kenapa kau baru menyesali nya sekarang? setelah semua nya terjadi," Kia masih menangis.


"Walaupun rekaman ini tidak ku berikan kepada polisi, apa kau pikir pihak kepolisian tidak akan menyelidiki kasus ini? kalian memasang bom pada dua pesawat sekaligus, dan pesawat tersebut sama-sama bertujuan ke kota A. Apa kalian pikir orang-orang tidak curiga mengenai hal itu? kalian bertingkah seperti itu, tapi tidak tau resiko apa yang akan kalian terima. Memang dua orang yang bodoh," Mike tertawa meremehkan.


"Siapa yang kau maksud kalian?" tanya Kia.


"Tentu saja kau dan kekasihmu," jawab Mike yang membuat Kia kembali menatap lelaki itu.


"Darimana kau tau kalau dia adalah kekasihku?"


"Tentu saja aku tau! apa yang tidak ku ketahui dari wanita jahat seperti mu?"


"Kalau kau berani macam-macam, aku akan menyerahkan foto ini kepada Rey!" ancam Mike yang langsung berjalan pergi dari sana meninggalkan Kia. Namun, tangan Kia lebih dulu menarik nya, yang membuat Mike menoleh ke arah wanita itu.