
Pagi ini Bella terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekeliling ruangan namun tidak ada satupun yang bisa di lihat nya. Apakah memang masih gelap, atau memang dia yang tidak bisa melihat? begitulah yang ada di dalam fikiran nya.
"Rey, tolong aku! kenapa disini gelap sekali?" Nama yang pertama muncul di dalam benak Bella adalah nama Rey, suaminya.
"Rey, Ibu, Chelsea, Lily, Mike, Ronald, siapapun itu ... tolong aku! kenapa aku tidak bisa melihat?" Bella terus-terusan berteriak memanggil nama-nama orang yang dekat dengan nya. Bella meremas seprai rumah sakit itu dengan cukup kuat. Buliran bening mulai keluar membasahi pipi mulus wanita itu. Bella masih saja berteriak sambil menangis.
Tiba-tiba lampu kamar itu menyala. Bella menutup mata nya karena lampu kamar tersebut begitu menyilaukan pandangan nya.
"HAPPY BIRTHDAY, Bella!" Terdengar ramai suara orang-orang sedang mengucapkan selamat ulang tahun untuk nya. Bella langsung membuka mata nya dan melihat ke arah asal suara. Bella mendapati teman-teman nya tengah berdiri, dengan membawa kue ulang tahun dan banyak makanan lain nya. Mereka juga memakai topi ulang tahun, Ronald dan Mike membawa terompet layak nya anak kecil.
Meeka langsung berjalan menghampiri Bella yang tengah menangis. Kali ini tangisan nya karena merasa terharu. Padahal baru beberapa detik yang lalu, ia dilanda ketakutan yang amat mendalam.
Mereka sudah mengira, bahwa nama yang pertama akan di panggil oleh Bella adalah Rey. Karena teman-teman nya itu sangat tau, bagaimana cinta nya Bella terhadap Rey.
"Hey, kenapa kau menangis? kami hanya mengerjai mu saja!" ucap Chelsea sambil memeluk Bella.
"Iya, Bella. Kami sengaja mematikan lampu dan menutup semua jendela nya. Kalau tidak, bagaimana kami bisa membuatmu menangis? sedangkan kau tidak takut dengan kegelapan," timpal Lily yang langsung ikut memeluk kedua sahabat nya.
Bella bukan lah wanita yang takut dengan kegelapan. Tidak seperti wanita lain yang takut dengan kegelapan. Bella malah menyukai kegelapan, seperti ia menyukai hujan dan petir.
"Selamat ulang tahun, Bella. Maaf kami terlambat mengucapkan nya kepadamu!" ujar Chelsea.
"Iya, Bella. Selamat ulang tahun. Maaf juga, ya!" sambung Lily.
"Aku juga minta maaf, Bella. Biasanya kita selalu merayakan ulang tahun mu setiap tahun nya," ucap Ronald.
"Benar, Bella. Aku juga minta maaf karena tidak bisa menjagamu!" Mike ikut menimpali.
Bella benar-benar terharu melihat sahabat-sahabat nya itu.
"Kalian tidak perlu meminta maaf. Aku sangat senang karena kalian masih mengingat ulang tahun ku," tutur Bella.
"Bagaimana kami bisa melupakan ulang tahun mu? kau kan sahabat kami," ucap Ronald yang di angguki ketiga teman nya.
"Sekarang waktunya memotong kue!" ucap Mike yang langsung memotong kue tersebut, dan menyerahkan nya kepada Bella.
"Apakah potongan pertama tetap pada orang yang sama?" tanya Chelsea yang membuat semua nya langsung fokus pada kue yang tengah di sendok kan oleh Bella.
Setiap tahun nya, Bella akan menyisihkan kue suapan pertama untuk Rey. Bella selalu berharap, bahwa suatu hari nanti, Rey akan hadir dalam ulang tahun nya, dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada nya. Bella sangat berharap bahwa Rey akan memakan kue suapan pertama itu. Ia selalu menyisihkan nya setiap tahun di hari ulang tahun nya.
"Iya, Chelsea. Suapan pertama itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun," ucap Bella sambil mengulas senyum di bibir nya.
"Baiklah! kalau begitu, siapa yang akan mendapat suapan kedua tahun ini?" tanya Lily.
Bella langsung mengarahkan kue tersebut ke arah Mike, dan menyuap kan nya kedalam mulut laki-laki itu.
"Wah, tahun ini Mike yang mendapatkan suapan itu!" ujar Lily yang terlihat sangat senang.
"Selamat ulang tahun, Sayang." Ucap nya sambil menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Bella. Bella sontak terkejut melihat hal itu. Selama bertahun-tahun, akhirnya hari ini datang juga. Hari yang seharusnya menjadi hari yang membahagiakan untuk Bella. Tapi kenapa di saat ia sudah tersakiti, lelaki itu baru bersikap baik kepada nya.
Bella meletakkan piring berisi kue yang sedang di pegang nya ke atas nakas. Dengan sedikit ragu-ragu, Bella mengambil kotak tersebut, dan langsung meletakkan nya di atas nakas, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Rasa penasaran nya terhadap isi di dalam kotak kecil tersebut ia tepis, karena ia tidak mau membuat Rey berfikir kalau dia sudah memaafkan nya.
"Bella, ini hadiah untukmu dari ku!" ucap Mike yang langsung memberikan sebuah kotak kecil juga kepada Bella.
"Terimakasih, Mike." Bella tersenyum sembari mengambil kotak kecil tersebut dari tangan Mike.
Berbeda dengan milik Rey, kali ini Bella langsung membuka kotak hadiah dari Mike. Terlihat sebuah cincin yang sangat indah nan cantik di dalam kotak kecil itu. Bella membelalakkan kedua mata nya ketika melihat hadiah yang di berikan oleh Mike tersebut.
"Mike, ini maksudnya apa?" tanya Bella yang sedikit bingung.
"Tentu saja aku ingin melamarmu, Bella!" ujar Mike dengan kepolosan nya, yang membuat semua orang yang berada disana langsung melihat ke arah nya. Rey langsung melemparkan tatapan tajam ke arah sahabat nya itu.
"Hey, apa maksudmu? apa kau lupa kalau dia istriku?" ucap Rey sambil masih menatap tajam ke arah Mike.
"Ya sudah! kalau seperti itu, aku menunggu Bella menjadi janda saja!" ujar Mike lagi, yang berhasil membuat Rey mengepalkan tangan nya.
Rey hendak melayangkan pukulan ke arah sahabat nya itu. Namun kata-kata Ronald berhasil menghentikan nya.
"Kalau pun Bella jadi janda, dia belum tentu mau menikah denganmu, Mike." Ucapan Ronald langsung membuat Chelsea dan Lily tertawa.
"Kau benar, Ron. Jangan sampai kau lelah menunggu Bella. Setelah dia jadi janda, dia juga tidak akan memilihmu," timpal Lily. Mereka kembali tertawa.
"Kalian memang tidak pernah memihakku," Mike mencebikkan bibir nya yang membuat mereka kembali tertawa.
"Sudahlah, aku kan hanya bercanda," ucap Ronald sambil menepuk bahu sahabat nya itu.
"Aku juga hanya bercanda ingin melamar Bella," ucap Mike.
"Tapi kalau memang dia benar-benar jadi janda, aku akan kembali mengejarnya." Sambung nya lagi yang mendapat pukulan kecil dari Rey.
"Aku tidak akan menceraikan Bella!" ucap Rey dengan tegas.
"Sudahlah, kenapa kalian jadi membahas aku akan menjadi janda? belum tentu umur ku sampai kesana," kata-kata Bella membuat mereka langsung menoleh ke arah nya.
"Hey, kenapa kau berbicara seperti itu? aku akan berusaha untuk mencari kan pendonor sumsum tulang belakang untukmu. Kau tenang saja, ya!" Rey mengusap bahu Bella, namun di tepis oleh wanita itu.
"Benar, Bella. Aku akan berusaha untuk membuatmu pulih kembali." Ucap Mike yang langsung membuat Bella tersenyum kembali.
"Terimakasih, Mike." Kedua kalinya Bella mengucapkan terimakasih kepada Mike, namun tidak dengan Rey. Jangankan mengucapkan terimakasih, bahkan Bella sama sekali tidak perduli dengan lelaki itu.
Hati Rey terasa sangat sakit ketika Bella bersikap seperti itu terhadap nya. Wanita yang selama ini selalu ceria. Wanita yang selalu tersenyum kepadanya, walau bagaimanapun perlakuan nya terhadap wanita itu. Tetapi sekarang, Rey seperti tidak mengenali wanita itu. Ia berubah dalam sekejap, menjadi wanita yang dingin dan cuek, tapi hanya kepada nya.
"Apa seperti ini rasanya diabaikan? apa seperti ini sakitnya tidak di perdulikan oleh orang yang kita cintai? Bella, bagaimana cara nya untuk membuatmu bisa memaafkanmu?aku tidak bisa terus menerus kau diamkan seperti ini, Bella. Ini sangat menyakitiku, hatiku tetasa sakit sekali, Bella." Gumam Rey sambil menatap Bella dengan tatapan sendu.