Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Proses hujan



“Rey, ayo kembali ke resort!“ ajak Bella. Rey menoleh ke arah wanita itu.


“Apa kau tidak mau melihat matahari terbenam dari sini?“ tanya Rey.


“Tidak Rey, besok saja. Sekarang aku sudah kedinginan,“ jawab Bella sambil memeluk lutut nya.


“Ya sudah, ayo kita kembali!“ Rey mengulurkan tangan nya ke arah Bella. Bella bingung apa yang harus ia lakukan, bagaimana caranya menanggapi sikap Rey yang berubah seketika, yang sudah mau menyentuh nya.


“Ayo lah!“ Akhir nya Bella pun menerima uluran tangan Rey, mereka berdua berjalan bergandengan sampai masuk ke dalam kamar mereka.


***


“Siapa yang akan mandi terlebih dulu, Rey? “ tanya Bella ketika mereka sudah sampai di kamar.


“Kau saja dulu, bukan nya kau sudah kedinginan?“ Bella mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah hampir 25 menit, Bella sudah selesai dengan ritual mandi nya. Bella keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono saja.


“Rey, aku sudah selesai.“ Rey melihat ke arah Bella yang sedikit berlari menuju lemari.


“Kenapa kau berlari seperti itu?“ tanya Rey sambil menyipitkan kedua matanya.


“Aku lupa membawa baju ku, Rey. Kau cepat lah mandi!“ pinta Bella sambil menutupi sebagian tubuh nya dengan pintu lemari dan hanya memperlihatkan kepala nya saja. Rey pun langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Dia menggemaskan sekali jika sedang malu seperti itu. Padahal dia sedang memakai kimono, kenapa harus malu? apalagi di depan ku, aku ini kan suami nya. Berbeda sekali dengan Kia,“ gumam Rey ketika telah sampai di kamar mandi. Tanpa sadar dia menyebutkan kalau dirinya adalah suami Bella.


***


Rey keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana jeans di bawah lutut berwarna Hitam, dan kaos oblong berwarna Putih. Rey bukan lah sosok pria yang suka berolahraga, maka dari itu Rey tidak memiliki tubuh sixpack seperti pria pada umum nya.


Rey yang baru keluar dari kamar mandi melihat Bella yang sedang duduk menatap ke arah luar jendela. Langit yang sudah gelap bertambah gelap karena hujan akan turun.


Duarrr


Terdengar suara petir yang membuat Rey reflex menutup telinga nya. Tidak lama setelah itu hujan turun membasahi bumi, di lihat nya Bella hanya diam dan tidak bereaksi sama sekali. Rey berjalan menghampiri wanita itu.


“Bella, apa kau baik-baik saja?“ tanya Rey memastikan. Bella hanya mengangguk.


“Apa kau tidak takut petir?“ Bella menggelengkan kepala nya.


“Aku suka hujan, petir adalah pertanda hujan. Jadi, aku menunggu petir untuk melihat hujan.“ Ujar Bella sambil melihat hujan yang turun membasahi bumi.


"Biasanya para wanita sangat takut dengan petir, tapi kenapa dia malah menyukai nya. Dia sungguh berbeda dari wanita lain.“ Batin Rey.


“Kenapa kau menyukai hujan?“ tanya Rey penasaran.


“Aku menyukai proses nya...“ Bella menarik nafas dalam.


“Di balik awan yang hitam, ia menyimpan berjuta air hujan. Lalu, dia menuangkan nya ke bumi, seolah-olah ingin berbagi kesedihan dengan makhluk yang ada di bumi ini,“ lanjut nya.


“Jika tidak ada hujan yang diiringi dengan petir yang menyambar, bagaimana aku bisa menangis tanpa di dengar oleh orang lain?“ sambung nya lagi yang membuat Rey menoleh ke arah nya.


“Apa maksud nya?“ tanya Rey.


“Sudah lah Rey, lupakan saja! aku tadi hanya asal bicara saja.“


“Rey, apa kau tidak lapar?“ tanya Bella mengalihkan pembicaraan, Rey pun mengangguk.


“Ayo turun! kita makan di bawah.“ ajak Rey.


“Rey, aku sedang tidak ingin berjalan,“


“Jadi, kau mau ku gendong begitu?“ ketus Rey.


"Aku ingin kau membelikan makanan dan membawa nya kesini, aku ingin makan di kamar saja,“


“Hey, berani sekali kau memerintah ku!“ ucap Rey dengan nada kesal.


“Aku tidak memerintah mu Rey, kalau kau tidak mau ya sudah, kenapa harus memarahi ku seperti itu?“ ketus Bella sambil membuang wajah nya dari hadapan Rey.


"Kenapa jadi dia yang marah? oiya aku ingat, dia kan sedang PMS.“ Batin Rey.


“Bukan seperti itu Bella, kau kan tau sendiri aku tidak bisa berbahasa Spanyol, “ suara Rey mulai lembut.


“Kau bisa coba berbicara bahasa Indonesia seperti pada supir tadi, siapa tau mereka juga berasal dari Indonesia,“ celetuk Bella.


“Hey, apa kau sudah bosan hidup? kalau mereka menganggap ku gila bagaimana?“


“Itu kan masalah mu, kenapa aku yang kau bawa-bawa?“


“Bella, kau mau aku belikan makanan atau tidak?“ tanya Rey yang mulai geram melihat Bella.


“Mau,“ Jawab nya cepat sambil menoleh ke arah Rey.


“Kalau begitu, ayo ikut aku ke bawah untuk membeli nya!“


“Aku tidak mau!“ Bella membuang wajah nya melihat ke luar jendela.


“Ya sudah, kalau begitu tidak usah makan saja!“ Rey sudah sangat kesal melihat wanita yang ada di hadapan nya saat ini.


“Rey, kau kan bisa berbicara menggunakan bahasa inggris dengan mereka. Mereka pasti paham.“


"Kenapa aku tidak kepikiran kesana dari tadi?“ batin Rey merutuki kebodohan nya sendiri.


“Ya sudah, aku akan ke bawah untuk membelikan mu makanan!“ Akhirnya Rey pasrah. Bella langsung tersenyum mendengar nya.


“Kau mau makan apa?“ tanya Rey.


“Terserah kau saja, yang penting bisa di makan.“


“Cihh ... dasar wanita. Bahasa andalan nya selalu saja terserah." Gerutu Rey yang membuat Bella tertawa mendengar nya.


"Ya sudah, aku akan ke bawah sekarang!“ Pamit Rey.


“Iya, cepat pergi lah! aku sudah sangat lapar.“


“Kau ini merepotkan sekali!“ cetus Rey sambil berlalu pergi meninggalkan Bella. Ketika terdengar suara pintu sudah tertutup, tiba-tiba ada yang mengalir dari hidung wanita itu.


"Sudah ku tebak, di cuaca dingin seperti ini, aku pasti akan mimisan. Untung saja tepat waktu. Rey sudah pergi, jadi dia tidak melihat ku dalam keadaan seperti ini.“ Ucap Bella sambil mengusap darah yang mengalir dari hidung nya, dan menahan sakit di kepalanya.


***


Di belahan dunia lain, sepasang kekasih sedang melepas kerinduan nya karena sudah lama sekali tidak pernah bertemu. Mereka adalah Kia dan Steve ( note : Steve adalah pacar asli Kia dan sahabat masa kecil Rey, tetapi menjadi musuh nya saat ini. Di prolog sudah di jelaskan, ya). Ketika Rey dan Bella baru saja berangkat menaiki taksi menuju bandara, Kia telah menghubungi Steve untuk menjemput nya di rumah Rey.


“Sayang, aku sangat muak melihat wajah Rey setiap hari. Tetapi aku senang bisa menyiksa Bella seperti itu,“ ucap Kia yang berada dalam pelukan Steve.


“Sabar sayang, tidak lama lagi kita pasti bisa menghancurkan mereka,“ jawab Steve sambil mengecup kening Kia.


“Benarkah?“ tanya Kia memastikan dan Steve pun mengangguk.


“Setelah itu kita akan menikah.“ Ucap Steve yang membuat Kia tersenyum bahagia.


“Terima kasih, Sayang.“ Kia mengeratkan pelukan nya, dan Steve pun membalas pelukan wanita itu, sembari menghujani ciuman ke wajah kekasih nya.