
"Maaf Bella, aku tidak tau selama ini kau selalu tersiksa dengan ada nya Kia. Aku berjanji akan menjagamu dari Kia!" ucap Rey dalam hati sambil mengeratkan pelukan nya.
"Terima kasih Rey, karena kau sudah mau menjaga ku. Aku menyayangimu Rey, sangat menyayangimu," batin Bella.
Rey melepaskan pelukan nya dari Bella dan langsung menghidupkan mesin mobil nya. Rey melajukan mobil tersebut meninggalkan pesta pernikahan sahabat nya itu.
***
Di dalam mobil tersebut, Rey dan Bella hanya diam saja. Tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan sama sekali.
Tiba-tiba Bella merasakan ada yang mengalir dari hidung nya, seketika itu ada sesuatu yang menetes dan mengenai tangan nya. Bella langsung meraih tissue yang berada dalam mobil tersebut, dan meletakkan ke hidung nya. Ia mengarahkan wajah nya untuk menghadap ke arah luar jendela, supaya Rey tidak melihat nya.
"Astaga, kenapa harus keluar di saat seperti ini? Bagaimana kalau sampai Rey tau?" batin Bella sambil masih mengusap darah yang mengalir dari hidung nya menggunakan tissue.
Rey masih fokus dengan mobil yang sedang di kemudikan nya. Bella kembali mengambil tissue, namun pandangan nya tidak ia alihkan dari jendela mobil. Rey yang melihat Bella hanya menatap luar jendela, dan sesekali mengambil tissue membuat Rey sedikit curiga.
"Bella,"
"Iya, Rey." Jawab Bella sedikit terkejut, namun masih tidak mengalihkan pandangan nya.
"Kau kenapa?"
"Aku baik-baik saja. Kenapa memang nya?"
"Kalau orang sedang mengajak mu berbicara, tatap mata nya. Kenapa kau malah menatap jalanan?" ucap Rey yang semakin bingung dan sedikit kesal.
"Kalau aku melihat mu, kau juga masih fokus dengan jalanan, kan. Kau kan sedang menyetir,"
"Kau ini!" Rey kembali memfokuskan mata nya ke jalanan dan melajukan mobil tersebut menuju rumah mereka.
"Syukurlah Rey tidak curiga. Lagian kenapa harus keluar di saat seperti ini. Tapi, kenapa belakangan ini aku jadi sering mimisan, apa karena penyakit ku bertambah parah? ah sudahlah, lupakan saja!" gumam Bella sambil menyandarkan kepala nya pada pintu mobil.
"Bella apa kau baik-baik saja?" Rey kembali bertanya ketika melihat Bella hendak tertidur sambil menyandarkan kepala nya pada pintu mobil.
"Ya, Rey. Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit mengantuk," ujar Bella sambil menutup mulut nya karena sedang menguap.
Bella menurunkan kaca jendela mobil dan membuang tissue yang sudah berlumuran darah itu, karena ia pakai untuk membersihkan hidung nya.
"Apa yang kau buang?" tanya Rey.
"Tissue Rey." Jawab nya gugup.
"Ya sudah tidur lah lagi! nanti akan ku bangun kan ketika sudah sampai di rumah." Bella pun mengangguk dan kembali menyandarkan kepala nya pada pintu mobil.
Rey kembali memfokuskan pandangan nya ke jalanan, membelah jalanan yang saat ini tidak terlalu ramai oleh pengguna jalan.
***
Tidak sampai 30 menit, akhirnya mereka sampai di rumah. Rey memasukkan mobil nya ke garasi. Ia hendak membangunkan Bella, namun ia tidak tega melihat istrinya yang sudah tertidur pulas seperti itu.
Rey pun turun dari mobil dan berputar membukakan pintu mobil untuk membawa istrinya masuk. Rey mengangkat Bella dan melingkarkan tangan wanita itu pada leher nya. Lalu, membawa wanita itu masuk ke dalam kamar mereka.
***
"Eh Bi Ira. Bella baik-baik saja Bi, dia hanya kelelahan." Bi Ira pun mengangguk.
"Bi, bisa tolong buatin Rey dan Bella kopi?"
"Tentu saja Nak Rey, bibi buatkan sekarang ya," Rey pun mengangguk sambil mengembangkan senyum nya.
"Nanti antar ke kamar saja ya, Bi. Rey mau mandi dulu!" ujar Rey yang di angguki kepala oleh bi Ira.
Rey berjalan menuju kamar nya; Bi Ira melangkahkan kaki nya menuruni tangga menuju dapur.
***
Setelah selesai membuatkan kopi, Bi Ira ke atas untuk mengantar kopi tersebut ke kamar Rey dan Bella.
Bi Ira mengetuk pintu kamar tersebut berulang kali, namun tidak ada jawaban dari dalam. Bi Ira ingat kalau tadi Rey mengatakan bahwa ia sedang mandi. Jadi, Bi Ira memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar tersebut.
Bi Ira melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar itu, dan meletakkan kopi yang sedang di bawa nya ke atas nakas. Sejenak bi Ira memperhatikan Bella yang sedang tertidur, tanpa sengaja ia melihat ada yang mengalir dari hidung wanita itu, Bi Ira langsung berjalan mendekati Bella yang tengah terbaring di atas ranjang.
"Bella, ada apa ini?" ucap Bi Ira yang panik ketika melihat Bella seperti itu. Bi Ira hendak memanggil Rey, namun di urungkan nya niat itu karena teringat kembali dengan kata-kata Bella terakhir kali. Bahwa ia tidak mau membuat Rey khawatir.
Bi Ira langsung berlari turun untuk membawakan handuk dan air hangat. Bi Ira kembali berlari menaiki tangga menuju kamar Rey dan Bella.
Di dalam kamar, Rey masih belum terlihat di sana. Bi Ira dengan sigap membersihkan darah yang mengalir dari hidung Bella menggunakan handuk yang tadi ia bawa.
"Bella, sebenarnya kamu sakit apa, Nak. Kenapa sampai seperti ini? Berarti nak Rey tau nya Bella sedang tidur, padahal ia tengah pingsan saat ini." Gumam Bi Ira sambil masih membersihkan darah dari hidung Bella.
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Rey dengan kimono yang menutupi setengah tubuh nya, dan memperlihat kan bagian tubuh atas nya.
"Bi, bibi sedang apa disini?" bi Ira terlonjak kaget mendengar suara bas itu yang sudah berada di belakang nya. Bi Ira memutar leher nya untuk menghadap ke arah Rey.
"Aa ... ehmm ... ini, bibi sedang-" Bi Ira nampak gugup.
"Sedang apa, Bi? membersihkan tangan Bella yang terkena tumpahan sup?" tanya Rey.
"I-iya, bibi sedang membersihkan tangan Bella yang terkena tumpahan sup," ujar Bi Ira yang langsung mengalihkan tangan nya dari hidung Bella dan sekarang menjadi ke tangan wanita itu.
"Ya Tuhan, tangan nak Bella kenapa bisa seperti ini. Kenapa bisa terkena tumpahan sup? lebih baik aku tanyakan besok saja pada nya," batin bi Ira sambil memegangi tangan Bella.
"Kenapa bibi membersihkan hidung nya?" Rey menyipitkan kedua mata nya.
"Tadi ada kotoran yang menempel di wajah nak Bella, maka nya bibi bersihkan,"
"Ya sudah Bi, biar Rey saja yang lanjutin. Bibi balik saja ke kamar!" pinta Rey. Bi Ira pun mengangguk dan langsung membawa handuk yang tadi di pakai untuk membersihkan hidung Bella dan berlari keluar dari kamar tersebut.
Rey sedikit curiga dengan apa yang di lakukan oleh bi Ira, namun di tepisnya pemikiran itu. Rey pun berjalan menuju lemari pakaian dan memakai pakaian nya.