Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Kenyataan pahit



Pagi itu Bella terbangun dari tidur nya, dan melihat jam sudah berada tepat pukul 08 pagi. Perut nya terasa sakit karena ia terakhir kali makan kemarin siang saja, makanan yang sempat di pesan kan oleh Rey kemarin hanya cukup di makan satu kali.


Bella beranjak bangun dari tidur nya menuju kamar mandi. Setelah hampir 25 menit, Bella telah menyelesaikan ritual mandi nya. Bella berniat untuk membersihkan rumah nya, akan tetapi ia mendengar suara mobil yang mamasuki pekarangan rumah tersebut.


"Itu pasti Rey." Batin Bella. Bella melangkahkan kaki nya keluar untuk membukakan pintu.


"Kia ...." Panggil Bella seakan tak percaya, karena yang datang itu sahabat nya. Bella langsung memeluk erat Kia, tanpa mencari tau darimana Kia datang, dan bersama siapa Sahabat nya itu datang. Air matanya seketika berlinang, entah mungkin karena kerinduan nya yang mendalam terhadap sahabat nya, atau mungkin karena kesedihan yang sedang di alami nya kini.


"Kia ... aku merindukan mu. Sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Bella lirih sambil masih memeluk Kia. Kia masih diam tak bergeming, ia sama sekali tak berniat untuk membalas pelukan Bella.


"Ekhem," Rey berdehem ketika melihat Bella memeluk Kia sambil menangis. Mendengar suara seseorang yang ia kenali, seketika itu Bella melepas pelukan nya dari Kia, dan langsung menatap ke arah Rey.


"Rey, kau sudah pulang?" tanya Bella sambil menghapus sisa-sisa air mata nya.


"Apa mata mu itu buta?" ketus Rey yang membuat Bella hampir saja meloloskan air mata nya, tetapi masih ia tahan karena ia tidak mau terlihat lemah.


"Ehmm ... iya maaf, Rey." Ujar Bella sambil menundukkan pandangan nya.


"Oiya Rey, kebetulan sekali ada Kia disini. Pasti kalian berdua juga sudah lama tidak bertemu kan?" ucap Bella sambil menunjuk ke arah Kia dan Rey secara bergantian. Bella ingat saat masih SMA, Rey dan Kia sempat berpacaran.


Rey berjalan mendekati Kia dan merangkul pinggang wanita itu agar lebih dekat dengan nya, bahkan Rey tak segan mencium pipi Kia di hadapan Bella.


Bella begitu terkesiap melihat apa yang di lakukan Rey dengan sahabat nya itu.


"Siapa yang bilang kami sudah lama tidak bertemu, bahkan kemarin malam saja aku tidur di apartemen nya. Kia pacar ku, dan aku yang membawa nya kemari," ujar Rey yang kembali mencium pipi Kia. Kia tersenyum penuh kemenangan, ia sangat senang bisa membuat Bella semakin tersiksa.


"Ini baru permulaan Bella, kau tunggu saja tanggal main nya!" gumam Kia.


Jlebb


"Baru saja aku menangis bahagia karena bisa melihat sahabat ku, dan sekarang tangisan itu akan berubah menjadi luka, karena aku mengetahui bahwa sahabat ku adalah pacar suami ku. Aku tidak menyangka kalau mereka masih bersama setelah sekian lama. Kalau dulu, mungkin aku masih tidak terlalu tersakiti, karena aku dan Rey tidak ada hubungan apa pun. Tetapi ... sekarang kan berbeda. Saat ini aku lah istri nya Rey, tapi kenapa Rey masih tidak bisa menjadi milikku ..."


"...mendengar Rey punya pacar saja hatiku terasa sakit. Apalagi sekarang aku tau, kalau pacar nya adalah sahabat ku sendiri." Batin Bella sambil menahan sesak yang menghujam jantungnya.


"Bawa koper ini ke atas! Mulai hari ini, Kia akan tinggal disini bersama ku," seru Rey sambil membawa Kia masuk ke dalam rumah.


Jlebb


"Melihat kalian masih bersama saja sudah membuat ku merasa sangat tersakiti dan terkhianati. Dua orang sekaligus mengkhianati ku, suami ku dan sahabat ku. Apalagi sekarang mereka akan tinggal bersama di rumah ini, ya Tuhan ... kuat kan lah hati ku." Batin Bella meringis.


"Tunggu Rey!" panggil Bella. Rey dan Kia menoleh ke belakang menghadap ke arah nya.


"Ada apa? kau tidak setuju dengan keputusan ku? kalau iya, kau bisa pergi dari sini!" cetus Rey.


"Bukan itu Rey," Bella mencelah pernyataan Rey sembari menggeleng kan kepala nya.


"Itu Rey ... ehm apa kau ada membeli makanan untuk ku? Aku lapar sekali. Makanan yang kau pesankan kemarin, hanya cukup untuk sekali makan saja, dan sekarang aku belum makan sama sekali," ujar Bella dengan wajah memelas sembari memegangi perut nya.


Rey melihat Bella dengan tatapan sendu. Entah kenapa hati nya terasa sakit melihat Bella seperti itu. Tapi sebelum itu, sudah ia tepis pemikiran aneh itu, dan kembali memasang raut wajah yang penuh dengan amarah.


"Ambil bahan makanan dari mobil ku! Mulai sekarang, kau harus memasak untuk kami," perintah Rey.


"Rey, apa kau fikir aku selemah itu? Kau bisa lihat seberapa tegar nya aku." Batin Bella sambil tersenyum miris menatap punggung Rey yang masih merangkul Kia, walaupun ia menahan tangisnya.


***


Di dalam kamar, Rey dan Kia langsung membaringkan tubuh mereka tepat di atas tempat tidur. Tiba-tiba terdengar suara ketukan yang berasal dari pintu kamar nya.


Tok ... tok ... tok ....


"Rey, ini koper nya!" panggil Bella sambil mengetuk pintu kamar Rey. Tak lama pintu tersebut terbuka, Rey menatap kesal wajah Bella.


"Ini Rey koper milik Kia," seru Bella sembari menyerahkan koper tersebut kepada Rey. Rey mengambil koper tersebut dan hendak menutup pintu, tapi ia mengurungkan niat nya ketika Bella memanggil nya.


"Rey ...." Rey pun menoleh ke arah asal suara dan menatap tajam wanita itu.


"Selamat bersenang senang. Aku permisi dulu ya! daa ...." Bella tersenyum sambil melambaikan tangan nya ke arah Rey, dan langsung turun ke bawah. Rey masih bingung dengan apa yang di dengar nya dari mulut Bella. Ia masih menatap punggung Bella, sebelum akhir nya tidak terlihat lagi.


"Apa yang ada di fikiran wanita bodoh itu? Dia bukan hanya tidak marah melihat ku membawa wanita lain pulang ke rumah, apalagi aku bilang bahwa kita akan tinggal disini. Tidak ada reaksi marah sama sekali, dan Sekarang malah menyuruh ku untuk bersenang senang ... dasar wanita gila." Batin Rey yang semakin bingung melihat tingkah Bella.


***


Bella sedang memasak di dapur, sedangkan Rey dan Kia masih berada di kamar. Entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar, Bella juga tidak tau.


Setelah selesai memasak dan menyiapkan nya di meja makan. Bella berjalan menaiki tangga, bermaksud untuk memanggil Rey dan juga Kia.


Tok ... tok ... tok ....


"Rey ... Kia ...." Panggil Bella sambil mengetuk pintu kamar, tapi tidak terdengar suara apa pun dari dalam.


"Rey ... Kia ... makanan nya sudah selesai. Ayo turun ke bawah untuk makan!" Bella mencoba memanggil nya lagi. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Kia yang sedang memakai piyama tidur, dan dengan rambut yang sedikit berantakan.


"Dimana Rey?" tanya Bella datar. Walaupun rasanya ingin sekali ia menampar wanita yang ada di hadapannya, namun masih ia tahan.


"Rey sedang mandi," ucap Kia sambil merapikan rambut nya yang sedikit berantakan.


"Ya sudah, aku kemari hanya ingin memanggil kalian untuk makan. Makanan nya sudah selesai, ku tunggu di meja makan!" Seru Bella sambil berlalu pergi meninggalkan Kia.


"Kau rasakan bagaimana rasa nya di khianati oleh orang yang sangat kau sayangi, Bella. Aku akan membuat mu lebih menderita lagi, kau lihat saja nanti, Bella!" Ucap Kia dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan.


[ B e l l a ]


Ya tuhan ... apa yang mereka lakukan siang-siang begini? hatiku sakit sekali melihat nya, Rey. Apa kau tidak pernah memikirkan perasaan ku sama sekali?


Rey ... kau boleh tidak mencintai ku, kau juga boleh membenci ku, tapi ku mohon jangan sakiti hati ku seperti ini, Rey. Apa kau tau bagaimana sakit nya di khianati oleh orang yang sangat kita sayang? aku berdoa, supaya kau tidak akan merasakan hal yang sama seperti ku Rey.


Sambil berjalan menuruni satu persatu anak tangga, Bella menangis sambil menahan isakan nya.


Tiba-tiba di rasakan nya ada yang kembali mengalir dari hidung nya. Di usap nya dengan tangan nya, dan benar saja ternyata darah, Bella kembali mimisan.


Bella langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan hidung nya.