Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Goodbye Spanyol



Rey dan Bella masih duduk di pinggiran pantai sambil menatap senja. Mereka melihat proses terbenam nya matahari dari pinggiran pantai yang terlihat sangat indah. Masih tetap pada posisi mereka yang sedang berpelukan. Rey memeluk Bella dan kepala Bella bersandar pada dada bidang Rey.


“Rey,“ panggil Bella sambil mendongakkan kepala nya melihat ke arah Rey.


“Ya.“ Rey menundukkan kepala nya dan menatap Bella


“Dari mana kau tau arti tea mo?“ tanya Bella. Rey kembali teringat dengan kebodohan nya kemarin.


“Kenapa kau berbohong?“ Rey balik bertanya dengan wajah sedikit kesal.


“Aa ... emmh ... i-itu Rey, aku bingung mau menjawab apa,“ jawab Bella sedikit takut.


“Apa kau tau, karena kebodohan mu kemarin, aku hampir saja di sangka gay,“ ketus Rey.


“Maksud mu, Rey?“ Bella mengernyitkan dahi nya karena tidak tau arti dari perkataan Rey. Akhirnya Rey pun menceritakan kejadian kemarin tentang dia dengan pak Didi. Bella tertawa mendengar apa yang di ceritakan oleh Rey. Rey memasang wajah kesal nya.


“Ya ampun Rey, kenapa kau bisa sebodoh itu?“ ucap Bella sambil tertawa. Rey masih memasang wajah kesal nya.


“Hey, kenapa jadi kau yang mengatakan aku bodoh? ini semua juga karena kesalahan mu!" cetus Rey.


“Kenapa kau jadi menyalahkan ku? ini semua karena kau yang terlalu sok tau,“


“Kenapa jadi aku?“


“Kau kan bisa berbicara bahasa Indonesia, kenapa harus memakai bahasa Spanyol?“


“Aku kan juga ingin tau bahasa Spanyol. “


“Besok akan ku ajarkan kepadamu, sekarang kalau kau tak tau, lebih baik diam saja. Dari pada kau mempermalukan dirimu sendiri seperti itu.“ Ucap Bella yang malas melanjutkan perdebatan nya dengan Rey. Rey pun mengangguk.


Hening sejenak


“Lihat lah Rey! indah sekali senja di lihat dari sini,“ Bella menunjuk ke arah matahari terbenam. Rey pun mengangguk.


“Rey … aku mencintaimu.“ Ucap Bella lirih sambil memeluk Rey. Rey tidak membalas kata-kata Bella, ia hanya membalas pelukan wanita itu dan mendekap nya.


Sore itu adalah hari terakhir mereka berada di Spanyol, karena besok pagi mereka sudah harus kembali .


***


Pagi ini Rey dan Bella telah bersiap-siap untuk pulang, Bella dan Rey terlihat sangat cocok mengenakan baju dengan warna senada seperti itu, mereka menggunakan baju berwarna cream dengan perpaduan hitam.


Rey dan Bella membawa koper masing masing sampai ke depan resort. Terlihat disana pak Didi sudah menunggu dengan mobil nya, pak Didi berjalan ke arah mereka dan mengambil koper tersebut lalu meletakkan nya di dalam bagasi mobil.


Rey menyerahkan kartu kamar resort tersebut pada pak Didi, lalu mengucapkan terima kasih.


“Selamat tinggal Platja Den Bosa.“ Ucap Bella menggunakan bahasa Spanyol, sambil melambaikan tangan nya ke arah pantai.


“Apa yang kau katakan?“ tanya Rey.


“Selamat tinggal.“ Bella menghela nafas berat.


“Sudah lah jangan bersedih seperti itu! kalau ada waktu, aku akan membawa mu lagi kesini lain kali,“ ucap Rey sambil merangkul pundak Bella.


“Benarkah?“ tanya Bella dengan mata berbinar, dan Rey pun mengangguk. Bella langsung memeluk Rey dan mengucapkan terima kasih.


“Mari tuan, Nyonya.“ Pinta pak Didi.


“Iya, Pak.“ Ucap Rey dan Bella bersamaan. Mereka masuk ke dalam mobil tersebut, Rey membukakan pintu mobil tersebut untuk Bella, lalu membuka pintu untuk diri nya sendiri.


***


Setelah beberapa menit, mereka telah sampai di bandara. Pak Didi mengambil koper milik Rey dan Bella yang sempat di letakkan nya di bagasi mobil.


“Itu sudah menjadi tugas saya nyonya.“ Jawab pak Didi sambil tersenyum.


“Ya sudah, Pak! kalau begitu kami pamit pulang ya, Pak.“ Pamit Bella.


“Iya nyonya. Hati hati tuan, Nyonya. Semoga selamat sampai tujuan.“ Ucap pak Didi.


“Terima kasih, Pak.“ Jawab Rey dan Bella bersamaan sembari mengulas senyuman.


***


Di dalam pesawat, Bella masih menatap ke arah luar dari jendela pesawat.


“Goodbye Spanyol. “ Ucap Bella.


“Sudah lah, kan sudah ku katakan kalau kita akan datang kesini lagi,“


“Rey apa kau tau, ini adalah tempat impian mama. Tapi, mama belum sempat datang kesini Rey,“ ucap Bella tanpa sadar, Rey mengernyitkan dahi nya.


“Besok kita akan mengajak mama kesini, ya.“ Rey menarik Bella ke dalam pelukan nya.


“Apa kau bisa menceritakan tentang mama kepada ku?” tanya Rey yang memang tidak pernah tau cerita tentang mertua nya itu, bahkan bertemu juga tidak pernah.


Bella bukan nya menjawab pertanyaan Rey, ia malah semakin memeluk erat tubuh lelaki itu, dan menangis di dalam pelukan nya. Rey tidak mengerti apa yang terjadi dengan Bella; ia mencoba untuk menenangkan nya. Ternyata Bella teringat kembali akan kenangan bersama ibu nya.


FLASHBACK ON


“Bella sayang, “ panggil mama Bella.


“Iya, Ma.“


“Kalau perusahaan kita sudah maju, kita akan pergi ke Spanyol dan menetap di sana ya, Sayang.“


“Kenapa harus Spanyol, Ma? “ tanya Bella.


“Karena mama sangat menyukai Spanyol, Nak. Sudah lama sekali mama ingin kesana, tetapi tidak pernah bisa, karena kita tidak punya cukup uang, Sayang.“


“Iya, Ma. Besok kalau kita sudah punya uang, kita pergi ke Spanyol ya Ma, “ jawab Bella sambil memeluk mama nya.


Papa dan mama Bella dulu menikah karena paksaan dari orang tua mereka, tapi seiring berjalan nya waktu, mereka bisa mencintai satu sama lain. Orang tua papa nya Bella bukan lah orang berada, begitu juga dengan orang tua mama nya Bella. Tetapi mereka terus saja berjuang sampai akhir nya mendapatkan hasil yang maksimal.


Pada saat Bella kelas 5 sd, orang tua nya berhasil membangun perusahaan milik mereka sendiri dari hasil jerih payah mereka selama ini, yang di beri nama perusahaan Pamela Group. Perusahaan tersebut bergerak di bidang obat-obatan. Selama 1 tahun berdiri nya perusahaan tersebut, perusahaan itu semakin berkembang pesat sampai akhir nya memiliki beberapa cabang.


Akan tetapi, papa Bella lupa kalau selama ini istri nya lah yang telah membantu nya bersusah payah untuk membangun perusahaan tersebut. Sampai akhir nya, papa Bella berselingkuh dengan sekretaris nya sendiri, dan meninggalkan istri dan anak nya. Saat itu Bella baru saja tamat dari sekolah dasar.


Ketika perusahaan mereka sudah maju, mereka tidak sempat pergi ke Spanyol karena keegoisan papa nya Bella yang pergi meninggalkan mereka. Papa nya lupa, bahwa yang berjuang bersama nya membangun perusahaan dari nol adalah istri nya. Tetapi dia malah menikmati keberhasilan nya itu dengan selingkuhan nya.


Semenjak saat itu, Bella sudah harus bisa hidup mandiri. Sebenar nya itu juga bukan keinginan nya, akan tetapi keadaan lah yang memaksa ia bersikap dewasa dan mandiri sebelum waktu nya.


FLASHBACK OFF


Rey masih menenangkan Bella yang menangis dalam pelukan nya. Rey melepaskan pelukan nya dan menatap sendu mata istrinya itu.


“Hey, kenapa kau menangis?“ tanya Rey sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi halus Bella.


“A-aku tidak bi-sa menceri-takan tentang ma-ma Rey, maaf.“ Ucap Bella terisak menahan tangis nya.


“Aku yang minta maaf, tidak seharusnya aku bertanya tentang mama padamu,“ Rey kembali memeluk Bella.


Setelah lelah menangis, Bella tertidur dalam pelukan Rey. Rey mengecup kening wanita itu.


"Apa yang sebenar nya terjadi pada mama mu, Bella?“ gumam Rey bertanya dalam hati.