
Tok ... tok ... tok ....
Bella mengetuk pintu kamar Rey. Namun tidak ada balasan dari dalam sana. Bella kembali mengetuk pintu kamar itu. Tapi, lagi-lagi ia tidak mendapat respon.
Bella menggapai handle pintu kamar tersebut dan membuka nya. Ternyata Rey tidak mengunci kamar itu. Bella langsung melangkahkan kaki nya ke dalam. Di lihat nya Rey sedang tertidur di atas ranjang. Bella mendekati Rey dan duduk di tepi ranjang.
Rey tertidur sambil memeluk sebuah foto. Bella penasaran foto siapa yang sebenarnya sedang di peluk oleh suami nya itu. Bella memindahkan tangan lelaki itu lalu mengambil foto tersebut.
Terlihat disana foto seorang perempuan dengan rambut lurus nya yang sedang tergerai, dan senyum manis nya yang menghiasi wajah cantik nya itu. Iya benar, itu adalah foto Kia, foto mantan pacar dari suami nya ini, sekaligus sahabat nya sendiri.
Bella tak sanggup menahan rasa sakit nya. Bella meneteskan air mata nya melihat suaminya tidur sambil memeluk foto wanita lain.
Rey yang mendengar suara isakan tangis seseorang pun langsung terbangun. Ia mendapati Bella sedang menangis sambil memegangi foto Kia. Rey langsung bangun dari tidur nya.
"Rey, ayo turun! Makanan nya sudah siap." Ucap Bella mengalihkan pandangan nya dan menghapus sisa-sisa air mata nya. Ia tidak mau jika Rey melihat nya sedang menangis seperti ini, tapi apa boleh buat, Rey sudah terlanjur melihat nya.
Bella beranjak bangun dari duduk nya meninggalkan Rey, tapi tangan Rey sudah terlebih dulu menarik tangan Bella, yang membuat nya kembali terduduk di atas ranjang.
"Bella, aku minta maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hati mu," ucap Rey sambil memegang dagu Bella dan mengarahkan wajah nya untuk menatap mata nya.
"Aku tadi ingin membuang semua foto-foto Kia, tapi aku merasa sedikit mengantuk, jadi aku tidur terlebih dulu," jelas Rey. Ia memang tadi ingin membuang foto-foto Kia, agar tidak tersisa lagi kenangan tentang wanita itu dihati nya. Tapi, Bella tidak percaya, ia masih saja menangis.
"Bella, percayalah padaku. Aku tadi benar-benar ingin membuang semua foto-foto itu," sambung Rey lagi karena Bella masih menangis.
"Apa kau yakin, kalau kau tidak berbohong?" tanya Bella, Rey pun mengangguk.
"Maafkan aku, aku kembali menyakiti hatimu Bella," Rey menarik Bella ke dalam pelukan nya, dan berulang kali mengecup puncak kepala istrinya itu.
"Hapus dulu air mata mu! setelah itu kita turun ke bawah untuk makan. Kasihan ibu dari tadi menunggu kita," ucap Rey sambil melepas pelukan nya dari Bella dan menghapus sisa-sisa air mata dari pipi wanita itu.
Bella beranjak dari duduk nya menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya, supaya ibu tidak curiga kalau ia habis menangis.
***
Rey dan Bella turun ke bawah sambil bergandengan tangan menuju meja makan. Terlihat disana Bu Shinta sudah menunggu mereka.
"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Bu Shinta ketika melihat Rey dan Bella baru turun.
"Kamu kenapa, Sayang? kamu habis nangis ya?" Bu Shinta tidak lagi mempertanyakan kenapa mereka lama turun nya, karena melihat mata Bella sedikit memerah seperti orang yang habis menangis.
"Kenapa ibu masih tanda saja? padahal aku sudah berulang kali membasuh nya dengan air tadi," batin Bella panik.
"Tidak Bu! Bella hanya kemasukan debu saja. Mungkin karena kamar Rey sudah lama tidak di tempati Bu," ujar Bella sambil mengusap matanya.
"Ooh begitu, sudah di kasih obat belum?" Bella pun mengangguk.
"Ya sudah, ayo duduk! Cepat di makan makanan nya, nanti keburu dingin sudah tidak enak lagi di makan," ujar Bu Shinta.
Rey dan Bella langsung mendudukkan tubuh mereka.
"Bu, Bi Siti kemana? kenapa dari tadi Rey tidak melihat nya?" tanya Rey.
"Bi Siti sedang cuti, anak nya sakit,"
"Anak nya sakit apa, Bu?" tanya Rey.
"Hanya demam saja, palingan besok sudah bisa kembali bekerja." Ucap Bu Shinta.
"Ada apa kamu nanyain Bi Siti?"
"Kenapa baru sekarang mencari asisten nya?"
"Bella tidak mau Bu, Rey yang maksa," timpal Bella.
"Iya Bu, kasihan Bella kalau harus mengurus rumah sebesar itu sendirian," tutur Rey.
"Kamu kan dulu sudah ibu bilangin, kalian tinggal saja di sini sama ibu, tapi kamu tidak mau, mau nya tinggal sendiri di rumah kalian," ucap Bu Shinta.
"Ibu ... Rey kan juga harus mandiri Bu, kan Rey sudah menikah, Rey nggak mau selalu tinggal bareng ibu dan ngerepotin ibu," tutur Rey.
"Ibu tidak pernah merasa di repotkan kalian, ibu malah suka kalau kalian tinggal di sini,"
"Tapi Bu-" Bella langsung memotong kata-kata Rey.
"Rey, sudah lah! Bu, kami kan bisa sering-sering main kesini untuk melihat ibu," ucap Bella.
"Janji ya, kalian harus sering-sering meluangkan waktu untuk main kemari,"
"Iya Bu, kami janji."
"Nanti biar ibu tanyakan pada Bi Siti , ada atau tidak teman nya yang mau bekerja di rumah kalian," ucap Bu Shinta. Rey dan Bella hanya mengangguk.
Mereka kembali melanjutkan makan mereka, tidak ada terdengar lagi yang berbicara disana. Hanya ada suara piring dan sendok saja yang saling beradu.
***
Di sofa ruang tamu, terlihat Rey sedang tidur dengan berbantal kan paha Bella. Bella duduk sambil memegangi rambut Rey dan mengacak-acak nya.
"Bella, aku minta maaf ya soal yang tadi," ucap Rey sambil memandangi wajah Bella.
"Rey,"
"Iya,"
"Sudah lah, jangan bahas itu lagi!" ucap Bella. Rey pun mengangguk sambil masih merasa bersalah.
"Romantis nya pasangan yang satu ini," ucap Bu Shinta yang baru saja keluar dari kamar nya.
Bella menyuruh Rey untuk bangkit, tapi Rey malah memeluk pinggang istri nya.
"Ibu iri, ya?" ledek Rey sambil membenamkan wajah nya ke perut rata Bella, yang membuat wanita itu merasa geli.
"Kamu nemu dimana anak harimau ini, Sayang?" tanya Bu Shinta pada Bella. Bella hanya tertawa.
"Ibu, enak saja anak sendiri di bilang anak harimau," cetus Rey yang langsung melihat ibu nya.
"Memang iya kamu seperti anak harimau, manja sekali sama istri mu," ujar Bu Shinta.
"Mana ada anak harimau setampan Rey," jawab Rey dengan sombong nya.
"Tampan dari mana nya, seram gitu," ucap Bu Shinta sambil menaikkan bahu nya seakan-akan takut.
"Seram-seram menggemaskan ya kan, Bu," ucap Rey sambil mengedipkan sebelah mata nya. Bella hanya tertawa mendengar perdebatan ibu dan anak itu.
Bella tidak menyangka kalau Rey punya sisi seperti itu. Rey yang biasanya terlihat dingin dan datar jika dengan orang lain. Tapi, tidak ada yang pernah tau kalau Rey bersifat kekanak-kanakan jika di depan ibu nya.