
Kini mereka tengah duduk di sebuah kursi, setelah mengambil makanan masing-masing.
"Aku mau mengambil sup dulu!" ucap Bella yang langsung pergi meninggalkan teman-teman nya yang tengah duduk disana. Mereka pun mengangguk mengiyakan.
Bella melangkahkan kaki nya menuju kerumunan orang-orang yang sedang mengantri untuk mendapat sup. Setelah mengantri cukup lama, akhirnya Bella mendapat giliran nya.
Saat tiba giliran Bella, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak nya dari belakang, seketika sup yang tengah di pegang nya langsung tumpah mengenai tangan nya, dan mengenai orang yang berada di samping nya.
"Aww panas sekali," Ringis wanita itu sembari memegangi tangan nya. Bella pun juga merasakan panas itu, karena tangan Bella juga terkena tumpahan sup tersebut.
"Bella, apa harus seperti ini caramu membalas ku?" ucap wanita itu yang ternyata adalah Kia. Bella mengerutkan kening nya.
"Maksudmu apa Kia?" tanya Bella yang sedikit bingung.
Orang-orang mulai berdatangan mendekat ke arah mereka, Kia sudah menangis sambil memegangi tangan nya dan sesekali mengusap air mata nya.
"Ini panas sekali, Bella. Hiks ... hiks ... kenapa kau tega sekali berbuat seperti ini pada ku?" Orang-orang yang berada disana langsung melihat Bella dengan tatapan tidak senang.
"Apa kau tau aku juga tersiram?" tanya Bella sambil menunjukkan tangan nya yang juga tersiram oleh sup tersebut.
"Lihatlah! dia bukan nya meminta maaf padaku, tapi malah memarahiku," Kia semakin mengeraskan tangisan nya, orang-orang semakin geram melihat Bella. Bella mulai mengerti apa maksud Kia, mungkin ini adalah salah satu rencana nya.
"Kia ... jangan terlalu banyak menonton sinetron!" ujar Bella santai.
"Apa maksudmu?" tanya Kia sambil menatap Bella.
"Apa kau perlu mempermalukan dirimu terlebih dahulu, untuk mendapat simpati dari orang lain?" kata-kata Bella seketika membuat Kia marah, Kia langsung melayangkan tangan nya untuk menampar Bella. Ketika tangan Kia hampir menyentuh pipi Bella, tiba-tiba sebuah tangan kekar menahan tangan nya.
"Berani sekali kau menyentuh wanita ku! bukan nya tanganmu itu sakit, tapi ternyata masih digunakan untuk memukul orang ya!" teriak Rey yang membuat rahang nya mengeras, lalu ia menghempas kan tangan Kia sampai membuat wanita itu tersungkur di lantai.
Orang-orang yang tengah berkumpul di sana pun hanya melihat mereka. Sebagian ada yang fokus dengan kata-kata Rey yang menyebut Bella sebagai wanita nya. Karena setau mereka Kia berpacaran dengan Rey, dan Rey juga tidak pernah menyukai Bella. Dan sebagian lagi ada yang melihat Kia yang tengah tersungkur di lantai.
"Apa yang kau lakukan pada istriku?" tanya Rey masih dengan nada bicara yang tinggi.
"Rey kenapa kau menyalahkan ku, seharusnya kau menyalahkan Bella? Bella yang menyiram ku dengan sup, ini sangat panas, Rey," ucap Kia sambil menunjukkan tangan nya yang tersiram air panas ke arah Rey.
Bukan nya melihat Kia, Rey malah langsung melihat tangan Bella. Ketika melihat tangan Bella sedikit melepuh, Rey langsung menatap tajam ke arah Kia.
"Apa kau tau tangan Bella baru saja sembuh, karena tersiram kopi panas seminggu yang lalu? dan sekarang, kau menyiram nya lagi dengan sup," Rey sangat geram melihat Kia. Lelaki itu mengepalkan tangan nya dan menatap tajam ke arah Kia.
"Pergi dari sini! sebelum aku membunuh mu!" teriak Rey yang membuat orang-orang takut ketika mendengar nya. Kia pun seakan tak percaya melihat reaksi Rey yang seperti itu. Rey teringat kembali dengan kata-kata Lily tentang Kia tadi, yang membuat Rey semakin geram melihat nya. Kia yang takut melihat Rey seperti itu, langsung bangkit dari duduk nya dan pergi menjauh dari pandangan lelaki yang sedang di rundung amarah itu.
"Rey sudahlah, aku baik-baik saja!" ujar Bella sambil menarik pelan tangan suami nya.
"Bagaimana bisa kau baik-baik saja? lihatlah! tangan mu sudah melepuh seperti ini," Rey memegang tangan Bella.
"Pasti sakit sekali, kan?" Terlihat jelas kekhawatiran di wajah Rey.
"Tidak Rey, ini tidak terlalu sakit," Bella menggelengkan kepala nya seraya menampilkan senyum nya.
"Chelsea, Ronald, aku minta maaf karena sudah mengacaukan acara pernikahan kalian," ucap Bella sambil menundukkan kepala nya.
"Kau ini bicara apa Bella? kami yang seharusnya minta maaf karena sudah membuat malu," ujar Ronald.
"Bawalah Bella pulang, Rey! " pinta Mike yang membuat Chelsea dan Lily langsung menoleh ke arah nya.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Lily.
"Nanti akan ku ceritakan. Sekarang, biarkan Rey dan Bella pulang terlebih dahulu," Mike ikut menimpali. Mereka pun mengangguk.
"Ayo pulang!" Rey merangkul pundak Bella. Bella masih diam tak bergeming.
"Rey, aku masih ingin disini. Aku mau menemani Chelsea dan Lily," rengek Bella.
"Apa kau mau aku menyiramkan sup ke wajah mu sekalian, supaya kau mau pulang?" tanya Rey sambil menajamkan matanya.
"Tapi Rey-" Rey langsung mengangkat Bella dan menggendong nya; ia membawa Bella menuju mobil nya. Bella berusaha turun dari gendongan Rey, karena dari tadi orang-orang memperhatikan mereka.
"Masuklah!" perintah Rey sambil menajamkan mata nya. Bella pun terpaksa mengikuti permintaan Rey, lalu Rey menutup pintu mobil tersebut.
Rey masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil nya. Ia mengambil obat yang ada di dalam mobil nya tersebut.
"Kemarikan tangan mu!" perintah Rey dan Bella pun mengulurkan tangan nya.
"Tahan ya!" tutur Rey lembut. Bella pun mengangguk.
"Rey," Ucap Bella lirih.
"Kalau sudah tau sakit, kenapa masih nekat saja untuk tetap di sana?" cetus Rey yang masih setia mengoleskan obat tersebut ke tangan Bella.
"Maaf," Cicit nya pelan. Rey meletakkan obat tersebut dan memandang Bella yang sedang menundukkan kepala nya.
Rey mengangkat dagu runcing wanita itu untuk menghadap kan ke arah nya. Lalu di kecup nya sekilas bibir mungil wanita itu, yang membuat Bella langsung menatap ke arah Rey.
"Apa kau bisa tidak membuat ku khawatir satu hari saja?" Bella merasa terharu mendengar perkataan Rey.
"Maaf,"
"Kenapa kau terus meminta maaf? aku yang seharus nya minta maaf, karena tidak bisa menjagamu," Air mata yang sedari tadi sudah tergenang di pelupuk mata Bella, akhir nya meluncur juga.
"Jangan menangis! ada aku disini. Aku minta maaf ... tidak akan ada hal seperti ini lagi lain kali. Aku berjanji!" tutur Rey sambil menarik Bella ke dalam pelukan nya, dan menghujani ciuman ke puncak kepala wanita itu.
"Maaf Bella, aku tidak tau selama ini kau selalu tersiksa dengan ada nya Kia. Aku berjanji akan menjagamu dari Kia!" ucap Rey dalam hati sambil mengeratkan pelukan nya.
"Terima kasih Rey, karena kau sudah mau menjaga ku. Aku menyayangimu Rey, sangat menyayangimu," batin Bella.