Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
Resto



Rey dan bella sedang menyantap makanan mereka. Terdapat live music di restoran tersebut yang sedang menyanyikan sebuah lagu milik Ajay Ideaz yang berjudul “Te amo mi amor.“


Bella ikut bernyanyi mengikuti irama lagu tersebut. Rey yang melihat nya pun langsung menegur nya.


“Hey, habiskan dulu makanan mu itu, baru ikut menyanyi!“ tegur Rey sambil menunjuk makanan Bella.


“Maaf Rey, aku terbawa suasana.“ Jawab nya sambil tersenyum, lalu melanjutkan makan nya.


“Hahaha,“ Tanpa sadar Rey tergelak yang membuat Bella langsung menatap ke arah lelaki itu.


“Rey, ada apa dengan mu?“ tanya bella yang menatap Rey penuh keheranan. Pasal nya, ia jarang sekali melihat lelaki yang ada dihadapan nya saat ini, tertawa seperti itu.


"Tadi kau melarang ku bernyanyi, tapi kenapa sekarang kau malah tertawa!" cetus Bella yang kesal melihat Rey.


“Arti dari lagu ini pasti lucu sekali,“ ucap Rey sambil masih tertawa.


“Kenapa kau bisa bilang seperti itu?“ tanya Bella sambil mengerutkan kening nya.


"Lagu seromantis ini bagaimana bisa menjadi lucu menurut nya!“ gumam Bella.


“Apa kau tidak dengar, banyak sekali kata Te amo di dalam nya...“ Rey menggantung kata-kata nya.


“...pasti lagu ini ia buat ketika dia sedang lapar,“ lanjut nya.


"Astaga ... berarti karena itu dia bilang lagu ini lucu. Dasar Rey bodoh!“ batin Bella menahan tawa nya yang akan pecah.


“Kau ini. Sudahlah habiskan makanan mu! Berhenti lah tertawa, nanti kau akan tersedak makanan mu sendiri!“ tutur Bella. Rey berusaha menghentikan tawa nya, lalu kembali melanjutkan makan nya.


***


Ketika selesai makan, mereka membayar makanan yang tadi mereka pesan lalu beranjak pergi dari restoran tersebut.


“Kemana kita akan pergi terlebih dulu?“ tanya Rey ketika keluar dari restoran tersebut.


“Kita telpon saja bapak supir yang menjemput kita kemarin,“ usul Bella.


“Apa kau memiliki nomor nya?“ Bella menggeleng.


“Lebih baik kau tidak usah bicara saja!“ ketus Rey yang kesal mendengar jawaban Bella.


“Coba telpon ibu!“ perintah Bella.


“Kau mau apa?“ tanya Rey bingung.


“Katakan pada ibu, aku ingin pulang.“ Cetus Bella yang kesal mendengar jawaban Rey.


“Apa kau serius?“ tanya Rey polos.


“Rey, cepat telfon ibu dan tanyakan nomor supir itu!“ ucap Bella setengah berteriak.


“Kau ini, apa salah nya tinggal bicara saja. Kenapa harus marah-marah seperti itu!“ ujar Rey yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Bella. Rey langsung mengalihkan pandangan nya, lalu mengambil handphone dari saku celana nya dan mencari nomor ibu nya.


"Sabar Rey, lagi PMS dia. Besok saja marah nya kalau dia sudah tidak PMS," ucap Rey dalam hati.


“Halo ibu,“ ucap Rey ketika telepon tersebut telah di angkat oleh ibu nya.


“Iya Rey, ada apa kau menelepon ibu? Bagaimana kabar menantu ibu?“ tanya bu Shinta yang membuat Rey langsung mendengus kesal.


“Ibu, kenapa kau malah menanyakan kabar Bella terlebih dulu? bukan nya yang anak mu itu aku?“ ketus Rey kesal. Bella terkekeh geli mendengar nya.


“...atau jangan-jangan anak mu itu Bella, bukan aku ya Bu?“ lanjut nya lagi.


“Hey bodoh, kau ini bicara apa. Ibu hanya takut kalau kau tidak memperlakukan Bella dengan baik,“ Bella mengambil handphone tersebut dari tangan Rey, dan langsung mendekatkan ke telinga nya.


“Ibu ... ibu tenang saja, ya. Rey memperlakukan ku dengan baik bu, dia bahkan mau menuruti apa pun permintaan ku,“ jelas Bella.


“Bagus lah kalau seperti itu.“ Bu Shinta menghela nafas lega setelah mendengar jawaban langsung dari mulut menantu nya itu.


“Jadi, ada perlu apa kalian menelepon ibu?“ tanya Bu Sinta.


“Oiya bu, Bella hampir lupa. Begini bu, Bella ingin meminta nomor supir yang menjemput Bella dan Rey sewaktu di bandara kemarin bu,“ Bella langsung menyampaikan maksud nya.


“Ooo... pak Didi maksud kamu?“


“Iya itu mungkin, Bu,“


“Ya sudah, nanti ibu kirimkan nomor nya ke kamu melalui pesan saja ya,“


“Iya bu, terima kasih.“


“Ya sudah, kalau begitu ibu tutup telepon nya ya, ibu takut mengganggu waktu kalian. Selamat bersenang-senang.“ Bu Shinta tertawa ringan sambil mematikan telfon nya.


"Ibu ini ada ada saja." Gumam Bella.


“Bagaimana? Apa ibu punya nomor nya?“ Bella mengangguk sambil mengembalikan ponsel milik Rey.


“Nanti ibu akan mengirim kan nya melalui pesan,“ Rey mengambil ponsel nya dari tangan Bella.


“Sudah masuk,“ ucap Rey yang melihat ada pesan masuk dari ibu nya, lalu dia membuka pesan tersebut.


“Ya sudah, langsung telepon saja!“ Rey mengangguk lalu menelepon nomor tersebut.


***


Tidak lama setelah itu, terlihat sebuah mobil mendekat ke arah mereka. Ya, mobil itu adalah mobil yang sama dengan mobil yang menjemput mereka kemarin di bandara.


“Selamat pagi tuan, Nyonya.” Sapa pak Didi sambil membungkukkan setengah tubuh nya.


“Pagi juga, Pak.“


“Silahkan masuk tuan, Nyonya.“ Pinta nya sambil membukakan pintu mobil tersebut.


“Terima kasih, Pak.“ Pak Didi tersenyum lalu menutup pintu mobil tersebut dengan perlahan.


“Kita mau pergi kemana tuan, Nyonya?“ tanya pak Didi ketika sudah duduk di dalam mobil.


“Pak, tolong bawa kami berkeliling Ibiza!“ pinta Bella dan pak Didi mengangguk mengiyakan.


Pak Didi menghidupkan mesin mobil nya, lalu menjalankan mobil tersebut keluar dari pekarangan resort itu.


“Tuan dan nyonya berapa lama akan tinggal disini?“ tanya pak Didi memecah keheningan.


“Lusa pagi kami sudah harus kembali, Pak,“ jawab Bella.


“Kenapa cepat sekali, Nyonya?“


“Rey tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlalu lama, Pak."


“Hmm seperti itu nyonya.“ Jawab pak Didi. Pak Didi kembali fokus dengan setir nya.


“Sebenar nya dia tidak bisa meninggalkan pacar nya terlalu lama lagi,” gumam Bella pelan, namun masih bisa di dengar oleh Rey.


“Kau bilang apa?“ tanya Rey.


“Memang nya aku bilang apa? aku tidak mengatakan apa pun.“ Bella menatap ke arah luar jendela, menahan rasa sakit nya. Ia tidak mau Rey mengira bahwa ia adalah wanita yang lemah. Rey hanya bisa mengernyitkan dahi nya, karena ia tidak tau harus melakukan apa.