
.“Kenapa, Bu?” tanya Rey. Ia mengernyitkan dahi nya.
“Kau masih tanya kenapa, setelah apa yang telah kau perbuat pada Bella!” cetus bu Shinta. Rey seketika bungkam.
“Siapa yang memberitahukan nya kepada ibu?” gumam Rey.
“Cepat ceraikan Bella! Ibu tidak mau dia semakin terluka karena perbuatan mu,”
“Tidak bu, Rey tidak akan menceraikan Bella,”
“Kenapa? Supaya kau bisa menyiksanya lagi?”
“Tidak, Bu!”
“Jadi, untuk apa kau mempertahankan Bella, kalau kau lebih memilih selingkuhan mu itu?”
“Bu, Rey bisa jelas–”
“Tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi, ibu kecewa padamu Rey,” Rey terlihat menatap ibu nya dengan tatapan sendu. Rasanya hari ini, dunia begitu menyakitkan baginya. Tanpa ia sadari, dia telah menyakiti 2 wanita yang sangat berarti dalam hidup nya.
“Ibu, ku mohon … Rey tidak mau bercerai dengan Bella, Bu,” Rey berlutut di depan ibu nya.
“Kenapa? Apa kau mau bilang, kalau kau mencintainya?” ucap bu Shinta dengan suara yang terbilang cukup keras. Rey mengangguk pelan.
“Hahaha … apa kau pikir ibu akan percaya? Bahkan, lelaki hidung belang sekalipun tidak percaya dengan apa yang kau katakan,” Bu Shinta tertawa meremehkan. Sedangkan Mike tengah menahan tawa nya di belakang sana. Mike kasihan dengan sahabat nya itu, tapi jika dia menjadi ibu nya, Mike juga akan melakukan hal yang sama.
“Kalau kau benar-benar mencintai nya, kau tidak akan menyakitinya berulang kali,”
“Bu,” Tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampakkan seorang wanita dengan bibir yang terlihat pucat. Seketika pandangan mereka terpusat pada wanita itu.
“Bella,” Bu Shinta menatap Bella dengan tatapan sendu.
“Sayang, kenapa kau berlutut seperti ini?” tanya Bella sambil berjalan menghampiri Rey, dan membantu laki-laki itu untuk berdiri. Rey menatap Bella sedikit bingung. Terlihat jelas wajah Bella sangat pucat, dan tubuh nya yang lemas.
“Bella, kenapa kamu masih baik kepada laki-laki brengsek ini?” bu Shinta berucap sambil menatap tajam ke arah Rey. Rey sontak kaget dengan perkataan yang terlontar dari mulut ibu nya. Bahkan ibu nya sendiri mengatakan bahwa ia adalah laki-laki brengsek.
“Bu … Rey ini suami Bella, tentu saja Bella harus baik terhadap nya. Iya kan, Sayang?” ucap Bella sambil tersenyum ke arah Rey. Rey pun hanya membalas nya dengan anggukan kepala. Rey semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Bella menggandeng lengan Rey dan berjalan mendekati bu Shinta.
“Bu … Rey dan Bella baik-baik saja, tidak ada yang perlu ibu khawatirkan,” ujar Bella sambil menggenggam erat tangan bu Shinta.
“Cukup Bella, jangan kau tutupi lagi kesalahan Rey! Sudah jelas kalau dia bersalah!” cetus bu Shinta. Bella terkejut mendengar jawaban bu Shinta. Pasalnya Shinta tidak pernah berbicara seperti itu pada nya. Shinta selalu saja berkata lembut pada Bella.
“Bu, tidak ada yang Bella tutup-tutupi. Dalam berumah tangga, pasti selalu ada masalah kan, Bu? Dan saat ini, Bella dengan Rey masih bisa menyelesaikan masalah kami ini dengan cara baik-baik, ibu tidak perlu khawatir, ya,” tutur Bella.
“Sudahlah, sekarang ibu istirahat saja, ya! Jangan pikirkan masalah Rey dan Bella! Jangan membebani pikiran ibu dengan masalah kami ini! Bella kembali ke ruangan Bella dulu ya bu, nanti Bella datang lagi kesini, untuk menjenguk ibu. Selamat tidur, Ibu.” Bella mengecup kening bu Shinta dan langsung berjalan keluar menuju ruangan nya.
“Bella … terimakasih.” Ucap Rey sambil masih menatap mata Bella, namun Bella sama sekali tidak mau melihat wajah Rey.
“Hah, apa aku tidak salah dengar? Kau berterima kasih kepada seorang pembunuh? atau lebih tepatnya lagi, kau berterimakasih kepada orang yang hampir membunuhmu,” cetus Bella sambil melipat tangan di depan dada.
“Bella … aku minta maaf. Aku tau aku salah, tidak seharusnya aku menuduh mu seperti itu,” ucap Rey sambil memegang tangan Bella, namun Bella kembali menepisnya.
“Setelah semua nya terjadi, kau baru mengakui kesalahan mu?”
“Aku mohon … maafkan aku Bella ….”
“Tidak, Rey! Aku sudah tidak bisa lagi mempercayai kata-kata mu. Kau selalu berjanji, tapi kau juga selalu melanggar janjimu. Kau selalu meminta maaf, tapi kau masih mengulangi kesalahan yang sama. Aku lelah Rey, aku lelah jika harus seperti ini terus. Apa kau pikir aku ini seseorang yang tidak memiliki hati dan perasaan? Kau tidak tau bagaimana rasanya di sakiti oleh orang yang kau cintai, karena kau hanya bisa menyakiti hati seseorang yang mencintaimu,” Air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata nya, kini sudah mengalir membasahi pipi wanita itu.
Rey merasakan sakit yang sangat mendalam di hatinya, ketika melihat wanita yang ada di hadapan nya ini tengah menangis.
“Ingat Rey, aku membantumu karena memikirkan kondisi ibu, aku tidak mau penyakit ibu bertambah parah. Jadi, kau jangan berfikir terlalu jauh! Aku permisi dulu!” ucap Bella sambil berjalan meninggalkan Rey yang tengah mematung menatap kepergian nya. Bella berjalan dengan langkah gontai. Kepala nya terasa sangat berat, tapi tetap ia paksakan sampai kembali ke kamar nya.
“Apa seperti ini rasanya disakiti oleh orang yang kita cintai? Bahkan hanya mendengar kata-kata seperti itu saja sudah sangat menusuk, apalagi sampai di selingkuhi? Maafkan aku Bella, maafkan aku. Aku akan berjuang sampai kau bisa memaafkanku,” gumam Rey dalam hati.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.
“Rey,” Mendengar nama nya di panggil, membuat Rey tersadar dari lamunan nya, dan langsung mencari asal suara tersebut.
Ketika Rey menoleh ke belakang, terlihat bi Siti sudah berdiri di sana.
“Iya, Bi. Ada apa, Bi?” tanya Rey.
“Maaf Rey, ini semua salah bibi. Karena bibi, ibu jadi seperti ini,” ucap bi Siti sambil menundukkan kepala nya.
“Kenapa bibi bicara seperti itu? Memangnya apa yang sudah bibi lakukan?”
“Tadi saat di rumah, Ira menelfon bibi dan menceritakan tentang apa yang terjadi pada nak Rey dan Bella. Bibi tidak tau kalau ibu ada di belakang bibi dan menguping pembicaraan kami. Setelah mendengar itu, asma ibu langsung kambuh, dan ibu jatuh pingsan. Bibi minta maaf, Nak Rey,” bi Siti masih menunduk.
“Sudahlah, Bi! lagian ini juga salah Rey. Lebih baik sekarang bibi kembali ke kamar ibu, kasihan ibu tidak ada yang menjaga. Nanti Rey akan kesana, setelah menemui Bella.” Ucap Rey. Bi siti pun hanya mengangguk dan langsung kembali ke kamar tempat dimana ibu Rey di rawat.
***
Setelah bi Siti pergi, kini Lily yang datang menemui Rey. Mereka pun akhirnya duduk di depan kamar ibu nya Rey di rawat.
“Apa kau tidak curiga, kenapa Bella tiba-tiba berada disana?” tanya Lily. Rey pun mengiyakan kata-kata Lily.
“Pada saat kau berbicara padanya, saat itu Bella sudah sadar, tapi dia memang sengaja berpura-pura masih tidur. Saat kau mendapat telfon dan buru-buru pergi, bi Ira menceritakan kejadian saat ia menelfon bi Siti. Bella langsung menyuruh kami memanggil dokter, dan memaksa dokter untuk melepas imfus dari tangan nya, dan langsung pergi menemui mu. Dan setelah itu, kau sudah tau apa yang terjadi, kan?” ucap Lily menjelaskan. Rey pun mengangguk.
Rey semakin merasa bersalah kepada Bella. Bagaimana bisa dia menyakiti wanita sebaik itu?