
FLASHBACK ON
Hari itu bertepatan dengan hari ibu. Sekolah mengundang seluruh orang tua wali murid terutama ibu dari murid-murid. Semua murid membawa orang tua nya masing-masing, tapi tidak dengan Bella.
Saat itu Bella di minta untuk menyanyikan sebuah lagu, berhubung Bella anak seni dan mempunyai suara yang bagus, dia lah yang terpilih mewakili anak seni untuk menyanyikan sebuah lagu.
Di atas panggung, terlihat Bella sedang memainkan sebuah piano sambil melihat ke arah teman-teman nya yang sedang duduk berdampingan dengan ayah dan ibu mereka.
Bella menahan tangis nya yang akan pecah. Ia hendak menangis tapi di urungkan nya niat itu. Ia tidak mau orang-orang menganggap nya lemah, karena di sekolah dia di kenal sebagai murid yang periang dan mudah tersenyum.
Bella mulai menyanyikan lagu tersebut dengan hati-hati sambil mendalami nya
Disaat bait-bait awal ia nyanyikan, Bella tak kuasa menahan tangis nya, seolah-olah lagu dari Last child yang berjudul diary depresi ku tersebut memang di ciptakan untuk nya. Bella masih melanjutkan lagu nya walaupun air mata nya sudah mengalir deras di pipi.
Guru-guru pun langsung ikut naik ke atas panggung, begitu juga dengan ibu nya Rey yang ikut naik ke atas panggung. Rey menatap ibu nya heran, kenapa ibu nya sampai ikut ke atas panggung.
Bella kembali menyanyikan lagu tersebut sampai di bait terakhir. Ketika lagu tersebut telah selesai di nyanyikan oleh Bella. Ibu nya Rey langsung memeluk Bella, bella pun membalas pelukan ibu nya Rey. Bella sudah tidak perduli lagi jika ia di anggap lemah, karena yang ia butuhkan saat ini adalah pelukan hangat dari seseorang yang bisa membuat nya merasa di sayangi.
Rey bingung melihat reaksi ibu nya, ibu nya seperti sudah mengenal Bella sejak lama. Rey hanya memperhatikan mereka dari bawah.
Begitu juga dengan bunda nya Kia, bunda Kia adalah salah satu guru yang mengajar di SMA tempat mereka bersekolah, bunda Kia juga ikut memeluk bella.
Terlihat di bawah sana, Chelsea dan Lily sahabat Bella tengah berlari menuju atas panggung, tapi tidak dengan Kia. Ia menatap Bella dengan wajah marah, karena Bella selalu saja menarik perhatian orang lain, terutama perhatian bunda nya.
Chelsea dan Lily naik ke atas panggung dan langsung memeluk Bella.
“Bella, kami ini keluarga kamu,“ ucap Chelsea.
“Iya Bel, kita ini sudah seperti keluarga,“ timpal Lily.
“Kamu jangan nangis lagi ya! kami selalu ada buat kamu kok,“ ujar Chelsea.
“Makasih ya, kalian udah mau ngertiin aku.“ Jawab Bella terisak.
Guru-guru yang lain pun ikut menangis dan memeluk bella. Mereka tau apa yang terjadi dengan Bella selama ini, maka nya mereka bisa ikut merasakan sakit yang Bella rasakan saat ini.
Murid-murid yang lain nya pun ikut menangis walau mereka tidak tau apa sebab nya mereka menangis. Karena selain guru-guru, ibu nya Rey dan sahabat nya Bella, tidak ada lagi yang mengetahui kehidupan Bella yang sebenar nya, begitupun dengan keberadaan ibunya Bella.
FLASHBACK OFF
"Apa yang terjadi pada Bella selama ini? apa mungkin lagu itu menceritakan tentang kehidupan nya? Malang sekali Bella ku,“ batin Rey.
***
“Bella, apa kau benar-benar tidak mau menceritakan tentang keluarga mu pada ku?“ tanya Rey sambil menatap Bella.
“Maaf Rey. Kalau aku sudah siap, aku akan mencerita kan semua nya pada mu,“
“Ya sudah, terserah kau saja. Sekarang tidur lah!“ Rey memeluk Bella dan membenamkan wajah Bella pada dada bidang nya.
Maaf Rey, aku tidak mau membebani fikiranmu, dengan mengetahui masa lalu ku
***
“Tidak! aku tidak mau punya pacar.“
“Kenapa?“
“Aku mau nya langsung nikah sama kamu.“ Ujar Aldi masih dengan nada datar. Kata-kata seperti itu masih bisa di bicarakan nya dengan nada datar. Sambil menggenggam tangan mungil gadis kecil itu dan menatap mata nya.
“Beneran, Al?“ Aldi pun mengangguk.
“Kamu harus janji ya, aku bakalan tunggu kamu.“ Ucap gadis itu. Aldi langsung memeluk nya. Tanpa mereka sadari, ada seorang anak laki-laki lain yang tengah memperhatikan mereka.
***
Rey terbangun dari tidur nya. Dari dulu Rey sering kali memimpikan dua anak itu, dan dia tau bahwa yang laki-laki adalah diri nya, tetapi kenapa nama nya Aldi, dan dia juga tidak tau siapa anak perempuan itu.
Karena pergerakan Rey, Bella yang berada dalam pelukan nya pun terbangun, akan tetapi Rey tidak menyadari itu.
Rey melihat Bella yang masih tertidur di dalam pelukan nya.
Rey tiba-tiba saja melihat ke arah Bella dan menatap wajah wanita itu dengan sendu.
“Andai saja aku bertemu dengan mu lebih dulu, sudah pasti aku akan mencintai mu.“ Ucap Rey sambil mengecup puncak kepala Bella. Bella pura-pura masih tidur.
"Kalau kau mengingat nya, kau pasti tidak akan mengatakan hal ini Rey. “ Gumam Bella.
***
Keesokan pagi nya, Bella terbangun dan masih berada di dalam pelukan Rey. Bella sadar ia kesiangan, seharus nya ia memasakkan makanan untuk suami nya. Tapi ketika tidur dalam pelukan Rey, Bella merasa sangat nyaman, jadi dia malas untuk bangun.
“Pagi, Sayang.“ Ucap Rey tersenyum sambil mencium kening Bella.
“Ss-sa-sayang?“ Bella terkejut dengan sebutan yang di ucapkan Rey untuk nya.
“Iya, Sayang.“ Ucap Rey lagi.
“Kenapa? Kau tidak suka ku panggil sayang? “ tanya Rey. Bella menggelengkan kepala nya dengan cepat.
“Bu-bukan begitu, Rey. Aku hanya belum terbiasa saja kau panggil sayang.“ Ucap Bella sambil menundukkan kepala nya. Terlihat pipi nya sudah memerah karena malu. Rey jadi gemas melihat nya.
"Kau menggemaskan sekali jika seperti ini.“ Ucap Rey sambil menarik pelan hidung Bella.
“Auww ... sakit Rey,“ Bella memegangi hidung nya. Wajah nya semakin memerah karena Rey mengatakan kalau dia menggemaskan.
“Habis nya kau lucu, baru ku panggil sayang saja wajah mu sudah merah semua,“ Rey menyibakkan rambut Bella yang menutupi wajah wanita itu.
“Rey ... berhenti meledekku!“ cetus Bella sambil menutupi wajah nya dengan tangan nya. Rey terkekeh geli dan langsung menarik wanita itu ke dalam pelukan nya.
"Kurasa tidak sulit untuk menumbuhkan perasaan ku terhadap mu, Bella. Seperti nya aku sudah mulai nyaman berada di dekat mu.“ Batin Rey sambil mengecup puncak kepala Bella berulang kali.