
Setelah Bella pergi, Rey semakin bingung di buat nya. Rey memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar nya, meninggalkan Kia dan bi Ira.
***
Saat ini, Rey tengah duduk di tepi ranjang. Tangan nya sibuk memijat pelipisnya yang terasa sedikit pusing. Namun tiba-tiba pandangan nya teralihkan, pada sebuah kotak kecil diatas meja sebelah tempat tidur, yang terlihat sangat menarik perhatian nya. Rey meraih kotak tersebut dan membaca note di atas nya.
For my hubby.
Rey langsung membuka kotak tersebut. Sama seperti yang di berikan nya untuk Bella kemarin, kini Bella memberikan sebuah jam tangan yang kemarin sempat di belinya bersama Fikri. Rey mengambil jam tangan tersebut, dan melihat ada lipatan kertas kecil yang terselip disana. Nyatanya kertas kecil itu lebih menarik perhatian nya, daripada jam mahal. Rey mengambil kertas tersebut,dan membaca nya.
Selamat ulang tahun, Suami ku ....
Maaf ... karena selama seminggu ini aku mengacuhkan mu. Sebenarnya aku juga tidak tega melihatmu selalu meminta maaf seperti itu kepadaku. Tapi, aku hanya ingin menguji kesabaran mu saja, sampai mana kau akan berjuang untuk mendapatkan maaf ku. Aku ingin tahu, kau akan terus berjuang atau malah menyerah.
Terimakasih untuk gelang couple itu. Aku sangat menyukai nya. Tanpa kau tahu, aku selalu memakai gelang itu kemanapun aku pergi.
Rey ... aku hanya minta satu hal, jangan pernah sakiti aku lagi ya! aku benar-benar sudah tidak tahan kalau harus tersakiti atau terkhianati kembali. Rey ... aku hanya ingin kau percaya padaku. Jangan pernah dengarkan kata orang lain, kalau kau belum tau apa yang sebenarnya terjadi!
Rey ... sampai kapanpun, Bella yang mencintaimu akan tetap ada. I Love You My Hubby.
Ketika membaca surat tersebut, Rey menjadi semakin merasa bersalah. Rey mengusap kasar wajah nya.
"Kenapa aku begitu egois? aku marah karena melihat foto Bella dengan laki-laki lain. Sedangkan aku sendiri sudah menghilangkan kehormatan Kia. Jadi, apa bedanya aku dengan Bella?" Rey semakin menyesali perbuatan nya.
"Kenapa aku tidak mendengarkan penjelasan nya terlebih dahulu, dan malah langsung menampar nya? Bahkan aku sampai mengucapkan kata cerai dengan begitu mudah nya. Bella, aku harus bagaimana sekarang?"
***
Rey langsung bergegas keluar kamar untuk mencari Bella. Namun ketika ia tiba di bawah, Ronald dan Chelsea sudah berdiri disana sambil menatap ke arah nya.
Rey berlari melewati Ronald dan Chelsea begitu saja untuk keluar rumah. Namun, kata-kata Ronald menghentikan langkah nya.
"Kau mau kemana? mau mencari Bella? kesalahan mu kali ini sudah tidak bisa di tolerir lagi, Rey. Saat ini kau dan Bella sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Jadi, berhentilah berpura-pura menyesal seperti itu!" Ronald menatap Rey dengan tatapan dingin.
"Sekarang, sudah tidak ada lagi yang bisa menyakiti Bella. Kau jangan pernah lagi mengusik hidup Bella!" Chelsea ikut menimpali.
"Sudah cukup penderitaan yang selama ini kau berikan kepada Bella, Rey. Apa kau masih kurang puas terus menerus menyakiti nya?" Chelsea sudah tidak tahan melihat nya.
Ceklek
Tiba-tiba pintu rumah tersebut terbuka, yang membuat mereka langsung mengalihkan pandangannya kesana.
"Kalau aku jadi Bella, mungkin sudah lama ku tinggalkan lelaki macam kau ini!" Lily yang baru masuk pun ikut menyambung kata-kata Chelsea. Pandangan Rey teralihkan ke arah laki-laki yang saat ini ada di sebelah Lily.
"Kau!!" Tangan Rey mengepal ketika melihat Fikri juga berada di sana.
"Kenapa?" Fikri mengerutkan kening nya karena tidak mengerti.
"Kau lelaki yang pergi bersama Bella waktu itu, dan bermesraan dengan nya,"
"Ck, dasar bodoh ... aku meminta Bella supaya menemaniku membelikan cincin untuk Lily. Bella juga sekalian ingin membelikan mu jam tangan," Fikri berbicara sambil menatap tajam ke arah Rey.
"Bella tidak pernah mau menjelaskan apapun padamu, karena ia selalu berpegang teguh pada prinsip nya," ucap Fikri.
"Ada kalanya kita harus diam tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, agar seseorang itu mencari tau sendiri kebenaran nya. Karena tidak semua orang percaya dengan apa yang kita katakan." Lanjut nya lagi.
"Dan untuk kau Kia, tunggulah Karma mu!"
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Fikri pada ketiga orang itu. Mereka pun mengangguk dan langsung pergi keluar.
"Lelaki brengsek dengan psikopat, sangat cocok." Setelah mengatakan hal itu, Chelsea pun langsung pergi.
Rey menatap kepergian teman-teman nya itu. Kali ini ia benar-benar menyesali perbuatan nya.
***
3 bulan telah berlalu. Dalam 3 bulan ini, Rey selalu mencari Bella. Namun hasil nya nihil, ia tidak pernah menemukan dimana keberadaan wanita itu.
Hubungan Rey dengan ibu nya sudah lama merenggang, karena keputusan bodoh yang telah di ambilnya.
Dalam 3 bulan ini, Kia masih tinggal satu atap dengan Rey. Rey tidak memberikan status apa pun kepada nya. Hanya rasa tanggung jawab karena telah mengambil kehormatan nya saja. Namun, seminggu ini Kia pergi untuk berlibur.
"Sayang ... sekarang kau ada dimana? apa kau tau aku sangat merindukanmu?" Rey berucap sambil melihat foto Bella dari layar ponsel nya.
"Sayang ... aku minta maaf. Jangan pergi terlalu lama seperti ini! apa kau mau membuatku gila?" Rey terus berucap sambil menatap foto itu.
Tiba-tiba ntah suara dari mana, ada alunan musik yang terdengar sangat jelas di telinga Rey. dan ia sangat mengenali lagu tersebut, itu adalah lagu yang sering di nyanyikan oleh Bella.
Sraakk
Barang-barang di atas meja jatuh semua akibat ulah Rey. Ia semakin frustasi ketika mendengar lagu itu. Lagu yang sering di nyanyikan oleh Bella.
"Bella... aku minta maaf, Sayang. Hiks ... hiks ... Sayang, kembali lah! aku ingin kita memulai semua nya dari awal!"
Untuk pertama kalinya, seorang Rheynaldi Vincent Smith menangis karena seorang wanita.
"Bella ... apa aku terlalu jahat, sampai tidak bisa mendapatkan maaf mu?" Rey berteriak di dalam ruangan tersebut, yang membuat orang-orang di luar langsung berdatangan. Karena saat ini, ia sedang berada di kantor.
"Siapa yang menghidupkan lagu tersebut?" Rey kembali berteriak.
Di luar ruangan, Ronald menyuruh orang-orang untuk tidak memperdulikan nya, dan kembali ke pekerjaan nya masing-masing.
Ronald lah pelaku yang menghidupkan lagi tersebut. Ia ingin melihat seberapa menyesal nya Rey. Dalam 3 bulan ini, ia selalu mencari dimana keberadaan Bella.
***
Di lain tempat di dalam sebuah rumah, lebih tepat nya lagi di dalam kamar. Seorang lelaki tengah marah besar kepada seseorang.
"Pergi sekarang juga dari sini! kau sudah tidak bisa lagi di andalkan. Kau berhasil membuat istri Rey tersiksa, namun kau juga tidak bisa membantuku untuk menghancurkan Rey," Steve berteriak ke arah Kia.
"Apa kau tau aku selama ini hanya memanfaatkan mu saja? kalau bukan karena dulu Rey menyukaimu, apa kau pikir aku mau dekat-dekat denganmu?" Kia tidak menyangka dengan apa yang baru saja di katakan oleh Steve.
"Mulai sekarang, jangan pernah kau ganggu hidupku lagi! pergilah sejauh mungkin dari hidupku! cih ... dasar tidak berguna!" Kia sudah mulai menangis. Rasanya ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Steve.
"Cepat pergi!" Teriak Steve karena Kia malah menangis sambil terduduk. Mendengar teriakan Steve, Kia langsung beranjak dari duduk nya. Namun bukan nya keluar kamar, Kia malah pergi menuju balkon.
"Kalau aku mati, aku akan menghantuimu setiap hari, Steve!" Kia langsung menjatuhkan tubuh nya dari atas balkon yang tinggi nya cukup untuk membunuh diri nya sendiri.
"Jangan, Kia!"