
“Tunggu Mike!” Mike melihat tangan nya yang tengah di pegang oleh Kia. Mata nya menatap tajam ke arah wanita itu. Seketika itu, Kia langsung melepaskan pegangan nya dari tangan Mike.
“Ada apa lagi?”
“Kenapa kau tidak melaporkanku saja, ke kantor polisi? Apa ini semua karena Bella?”
“Apa kau benar-benar mau tau alasan nya?” Kia pun mengangguk.
Mike kembali duduk di sebelah Kia, dan menceritakan nya kepada wanita itu.
FLASHBACK ON
2 hari setelah terjadi kecelakaan pesawat, Shinta-ibu nya Rey menghubungi Reni-bunda Kia. Shinta menceritakan semua nya kepada Reni, tentang kejahatan yang telah di lakukan oleh anak nya.
Bunda Kia mempercayai apa yang di katakan oleh ibu nya Rey. Karena sebagai seorang ibu, Reni sangat mengerti sikap Kia yang dapat melakukan apapun untuk membuat orang yang di bencinya terluka.
“Maaf Reni … walaupun kau sahabatku, tapi aku tetap tidak bisa terima, karena anakmu hampir saja membunuh Rey, anakku.” Ucap Shinta dengan tegas.
“Shinta, ku mohon … jangan masukkan Kia ke dalam penjara! Aku mohon Shinta ….” Terdengar isakkan tangis dari balik telefon itu.
“Aku mohon Shinta … Aku sangat menyayangi Kia, sudah lama sekali dia tidak pulang ke rumah, aku juga tidak tau apa masalah nya. Aku mohon Shin ….” Reni kembali berucap.
“Baiklah! Tapi, kalau sampai sekali lagi Kia seperti ini, aku akan langsung memenjarakan nya!” Shinta langsung mematikan panggilan itu.
“Kalau bukan karena kamu juga memohon sama ibu, Nak. Sudah ibu masukkan wanita itu ke dalam penjara,” ucap Shinta sambil memeluk Bella.
“Terimakasih ya, Bu. Bunda Reni itu orang baik bu, dia selalu saja membantu Bella, menyayangi Bella seperti anak kandung nya sendiri, sama seperti ibu. Jadi, Bella mau membalas kebaikan nya, Bu.” Ucap Bella.
“Kamu memang anak yang baik, Nak.” Gumam Shinta sambil mengecup puncak kepala menantu nya.
FLASHBACK OFF
Kia terdiam mendengar cerita Mike. Air mata nya kembali mengalir membasahi kedua pipi nya.
“Kia … aku tau kau membenci Bella, karena kau berpikir kalau bunda mu sudah tidak menyayangi mu lagi, iya kan? Bunda mu masih menyayangimu Ki, bahkan sangat-sangat menyayangimu. Tapi, apa yang telah kau perbuat? Kau pergi meninggalkan bunda mu 6 tahun yang lalu, apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan seorang ibu saat ditinggal pergi anak nya? Bunda mu mengkhawatirkan mu karena dia sangat menyayangimu. Kenapa kau tidak bisa berpikir panjang?” ucap Mike. Kia kembali meneteskan air mata nya.
“Kembali lah kepada bunda mu! Minta maaf kepadanya! Dan, jangan pernah kau ganggu rumah tangga Bella dan Rey lagi!” cetus Mike.
“Bukan nya kau mencintai Bella?” tanya Kia.
“Aku memang mencintai nya, tapi kalau memang dia tidak bahagia dengan ku, untuk apa aku bersama nya. Terkadang, kita harus merelakan kebahagiaan diri sendiri, demi orang yang kita cintai. Supaya orang yang kita cintai bisa bahagia, walaupun bukan dengan kita. Kita tidak bisa memaksa hati seseorang untuk mencintai kita, Ki,” tutur Mike.
“Aku mengerti bagaimana Rey dari dulu, dia menjadi seperti orang bodoh saat jatuh cinta. Dan sekarang aku yakin, kalau Rey memang benar-benar mencintai Bella. Buktinya, dia tidak akan meninggalkan mu sendiri di rumah untuk menyusul Bella kemari, kalau bukan karena dia mencintai Bella. Tapi, Rey bukan lah tipe orang yang suka jujur dengan perasaan nya. Mungkin saja dia akan menyadari perasaan nya, saat Bella sudah tidak bersama nya lagi,” sambung nya lagi.
“Jadi kumohon … biarkan mereka bahagia!” pinta Mike dan langsung meninggalkan Kia untuk kembali ke ruangan tempat Bella berada.
“Terimakasih Mike, kau sudah membuat ku sadar, kalau perbuatan ku selama ini salah,” gumam Kia dalam hati.
***
Saat ini, Rey dan Ronald hanya tinggal menunggu hasil kecocokan sumsum tulang belakang milik Rey dengan Bella. Rey dan Ronald memilih untuk pergi ke ruangan Bella terlebih dulu.
“Bi, apa Bella sering mimisan ketika di rumah?” tanya Mike pada bi Ira.
“Iya, Nak. Bibi sering melihat Bella mimisan saat di rumah, bahkan dia juga pernah pingsan tanpa sepengetahuan nak Rey,” jawab bi Ira.
“APA?” Mereka di kejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba masuk dan menyambung pembicaraan mereka.
“Rey, untuk apa kau kemari? Untuk membuat Bella semakin tersakiti lagi?” cetus Chelsea.
“Apa bi, Bella sering mimisan dan pingsan?” tanya Rey lagi pada bi Ira.
“Iya, Nak Rey. Tapi, Bella tidak memperbolehkan bibi untuk mengatakan nya kepada kamu, Nak. Bella takut kalau kamu khawatir,” ucap bi Ira.
“Rey, kau masih bingung kan dengan kecelakaan pesawat itu?” ucap Mike. Rey pun mengangguk.
Mike mengeluarkan ponsel nya dan memutar kembali rekaman suara Kia, untuk di perdengarkan kepada Rey. Rey terdiam mendengar suara itu, ia langsung menatap Bella dengan tatapan sendu.
“Bella, maafkan aku sayang. Kau benar, aku sudah melanggar janji ku, dan menyakitimu lagi. Aku membuatmu menangis lagi untuk kesekian kali nya. Maaf sayang … maaf ….” Rey memeluk Bella yang masih tertidur karena terpengaruh obat tidur. Ia ingin menangis, tapi setidaknya dia tidak mau harga dirinya jatuh di hadapan teman-teman nya.
"Aku sudah pernah memberitahumu kebenaran tentang Kia, tapi kau malah tidak mempercayai nya," cetus Ronald.
"Tapi, kenapa Kia ingin membunuhku?" tanya Rey.
"Kau sendiri yang harus menyelidiki nya. Kalau ku beritahu, takut nya kau tidak percaya," ucap Ronald lagi.
“Rey, aku memberimu satu kesempatan lagi untuk membuat Bella bahagia. Tapi, jika sekali lagi kau membuat Bella menangis seperti ini. Aku benar-benar akan membawa nya pergi darimu, dan kau tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi,” ujar Mike. Rey langsung melihat ke arah sahabat nya itu.
“Tapi aku tidak tau, Bella akan memberimu kesempatan lagi atau tidak,” sambung nya.
Tiba-tiba ponsel Rey berbunyi, dia langsung mengambil ponsel tersebut yang terselip di saku celana nya.
“Halo, Bi. Iya ada apa, Bi?”
“….”
“APA?”
“….”
“Ya sudah, Bi. Rey segera kesana!” Rey langsung mematikan sambungan telfon tersebut dan kembali memasukkan nya ke dalam saku celana nya.
“Ada apa, Rey?” tanya Ronald.
“Ibu ku masuk rumah sakit,”
“Kenapa? Apa yang terjadi dengan ibumu?” Kini Mike yang gantian bertanya. Rey menggelengkan kepala nya.
“Aku tidak tau. Aku pergi menemui ibuku dulu, dia juga ada di rumah sakit ini,” ucap Rey.
“Ya sudah, kalau begitu aku ikut!” ujar Mike. Rey pun hanya mengangguk.
“Aku titip istriku, tolong jaga baik-baik!” pinta Rey.
“Kau tenang saja, sudah pergilah sana!” usir Ronald.
Rey dan Mike pun langsung keluar dari ruangan Bella, menuju ruangan tempat ibu nya di rawat.
***
“Ibu,” panggil Rey ketika sampai di ruangan ibu nya.
“Pergi kau, aku tidak mau melihatmu!” ucap bu Shinta sambil melempar bantal ke arah Rey. Rey bingung dengan apa yang terjadi pada ibu nya. Rey berjalan mendekati ibu nya.
“Ceraikan Bella!” ucap Bu Shinta tanpa memandang Rey. Rasanya ia sudah geram melihat anak nya itu. Sedangkan Rey masih terdiam di tempat nya. Rey tidak tau kenapa ibu nya tiba-tiba berbicara seperti itu.