
Pagi ini Rey kembali dari luar kota, karena pekerjaan nya memang sudah selesai. Setelah perjalanan lebih kurang 7 jam menaiki pesawat, akhirnya Rey sampai di rumah.
Rey turun dari dalam taksi, dan membayar ongkos taksi tersebut. Rey membawa koper nya menuju rumah. Saat hendak masuk ke dalam rumah, niat nya terurung kan karena melihat ada dua pasang sepatu pria di sana.
Dengan perasaan kesal, Rey langsung berteriak memanggil taksi yang tadi mengantarkan nya. Taksi tersebut hampir keluar dari pekarangan rumah Rey, namun karena ia mendengar suara teriakan Rey, supir taksi tersebut langsung memberhentikan taksi nya.
"Pak, tolong antar saya ke bar xxx!" pinta Rey pada supir taksi tersebut. Rey langsung membuka pintu taksi itu dan masuk ke dalam sambil membawa koper nya.
"Jalan, Pak!" supir taksi tersebut langsung menjalankan taksi nya, menuju tempat yang baru saja di ucapkan oleh Rey.
Rey tidak tau apa yang ada di dalam fikiran nya saat ini. Sungguh rasanya sangat sakit.
"Kenapa Bella membawa pria ke dalam rumah? apa dia tidak memikirkan ku sama sekali? Bella ... apa kau memang benar-benar tidak bisa memaafkan ku?" Rey mengusap kasar wajah nya. Ingin rasanya ia berteriak, tapi ia masih menjaga image nya di depan orang lain.
***
"Sepertinya kita berhasil membuat Rey masuk kembali ke dalam perangkap kita," ucap Steve sambil tersenyum licik.
"Kau benar, Steve," jawab Kia.
"Sayang, sekarang kau bisa jalankan rencana kita selanjutnya!" ujar Steve. Kia hanya mengangguk.
"Hey, ada apa denganmu? kenapa kau jadi sangat jarang berbicara?" Kia tidak menanggapi pertanyaan Steve. Ia hanya menggeleng. Semenjak kejadian Steve menampar Kia, Kia sudah tidak pernah memanggil nya dengan sebutan Sayang. Kia juga tidak pernah lagi bermanja-manja di depan pria itu, karena masih ada rasa takut di dalam dirinya.
"Kau pergilah jalankan rencana selanjutnya! aku harus kembali ke Jepang, karena cuti kuliah ku sudah habis," ucap Steve. Kia pun mengiyakan nya.
***
Saat ini Bella sedang berbelanja bahan masakan bersama Chelsea dan Lily. Mereka belanja untuk memasak makanan menyambut kepulangan Rey, sekaligus merayakan ulang tahun lelaki itu.
Ronald dan Fikri berada di rumah, untuk menghias rumah tersebut. Mereka tidak ikut berbelanja, karena takut menunggu lama. Jadi, mereka harus mau membantu menghias rumah.
***
Di dalam sebuah bar, Rey tengah duduk dengan pandangan kosong. Rambut nya sudah acak-acakan, dua kancing teratas baju nya sudah terlepas. Dasi nya sudah entah terlempar kemana.
"Rey ...." Mendengar nama nya di panggil, Rey langsung tersadar dari lamunan nya dan menoleh ke asal suara.
"Kia," Rey terkejut ketika melihat yang datang adalah Kia.
"Untuk apa kau kesini?" tanya nya dengan ketus.
"Selamat ulang tahun, Rey." Kia mengeluarkan sebuah kue kecil yang terdapat lilin di atas nya. Rey membelalakkan kedua mata nya melihat itu.
"Kau ingat kalau hari ini ulang tahun ku?" tanya Rey.
"Tentu saja. Bertahun-tahun bersama, mana mungkin aku tidak ingat hari ulang tahunmu," Kia tersenyum dan langsung mendudukkan tubuh nya tepat di sebelah Rey.
"Tiup lilin nya!" pinta Kia. Rey langsung meniup lilin tersebut.
"Terimakasih, Kia." Ucap Rey sambil tersenyum ke arah Kia. Kia pun membalas senyuman lelaki itu.
"Akhirnya, kau masuk lagi ke dalam perangkap kami, Rey," batin Kia.
Kia langsung menuangkan anggur merah tersebut ke dalam minuman Rey. Tak lupa pula, Kia memasukkan obat perangsang ke dalam minuman tersebut.
"Minumlah, Rey!" Kia menyodorkan gelas yang sudah diisi dengan anggur merah tersebut kepada Rey. Rey menerimanya dan langsung meneguk anggur tersebut.
Selang beberapa menit kemudian, Rey mulai kehilangan kendali. Ia mulai berbicara ngelantur, berteriak dan bahkan menangis sambil menggebrak meja.
"Bella, kenapa kau tega berbuat seperti ini? aku menyayangimu, Bella. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu, Sayang. Kenapa secepat itu perasaan mu berubah?" Rey terus saja meracau. Kia tidak menyangka bahwa Rey akan seperti ini. Rey sudah benar-benar mencintai Bella, karena dalam keadaan tidak sadar saja, ia masih terus-terusan memanggil nama wanita itu.
***
Saat ini Bella dengan yang lain nya tengah menunggu kepulangan Rey. Namun sudah hampir jam 9 malam, Rey belum juga pulang. Kali ini Ronald tidak ikut karna banyak yang harus ia urus di kantor Rey. Jadi, Rey pergi sendiri.
Tiba-tiba ponsel Bella bergetar, ada pesan masuk melalui WhatsApp. Bella langsung membuka pesan tersebut, dan ternyata isi pesan itu adalah foto Rey yang tengah berada di bar. Bella langsung panik, namun ia tidak mau mengatakan kepada teman-teman nya.
"Kalian pulang saja sekarang! tidak perlu menunggu Rey, karena dia tidak jadi pulang malam ini," ujar Bella berbohong.
"Kenapa?"
"Entahlah. Lebih baik kalian pulang saja!" Dengan sangat terpaksa, akhirnya mereka menuruti kemauan Bella, dan langsung pulang kerumah nya masing-masing.
Setelah teman-teman nya pulang, Bella langsung mengeluarkan mobil dari dalam garasi. Bella langsung melajukan mobil tersebut menuju bar xxx.
***
Sesampai nya disana, Bella ragu untuk masuk ke dalam bar tersebut. Namun, Bella lebih mengkhawatirkan Rey yang sedang mabuk-mabukkan di dalam sana. Akhirnya Bella memberanikan diri untuk masuk ke dalam bar itu.
Saat Bella masuk, ia langsung di hadang oleh beberapa pria yang penampilan nya berantakan. Pria-pria itu berjalan mendekati Bella dan hampir melecehkan wanita itu.
"Tolong!! siapa saja tolong aku ... pria-pria ini ingin melecehkanku! Ku mohon tolong aku ...." Bella terus saja berteriak meminta tolong. Untung saja pemilik bar mendengar teriakan Bella dan langsung menolong wanita yang hampir menjadi santapan pria-pria yang memandang nya dengan tatapan penuh nafsu.
Bella sudah tidak berani lagi masuk ke dalam, Bella langsung berlari keluar bar menuju mobil. Ia langsung menghidupkan mesin mobil tersebut dan malajukan nya menuju rumah.
Tangan nya sudah basah, tubuh nya bergetar hebat, jantung nya terus memompa dengan cepat. Bella masih merasakan ketakutan yang amat dahsyat. Hampir saja ia di lecehkan oleh lelaki hidung belang. Bella tetap fokus pada jalanan, ia tidak mau mengambil resiko, kalau harus kecelakaan karna ketakutan nya sendiri.
***
Sesampai nya di rumah, Bella langsung masuk ke dalam rumah dan berlari menaiki tangga menuju kamar nya. Saat di dalam kamar, betapa terkejut nya ia ketika melihat Rey sudah terbaring di atas ranjang. Bella langsung mendekati lelaki itu.
"Rey, apa kau baik-baik saja?" Bella menyentuh Rey dengan tangan nya.
"Rey, apa yang terjadi denganmu?" Bella menggoyang-goyangkan tubuh Rey, namun Rey masih saja diam tak bergeming.
"Rey," Saat Bella kembali ingin membangunkan nya, tiba-tiba Rey langsung menarik Bella dan menjatuhkan nya ke atas ranjang. Rey langsung menindih tubuh wanita itu tanpa memberikan ruang sedikit pun untuk wanita itu bergerak.
Dan terjadi lah hal yang seharusnya terjadi sejak lama.
"Kia ... maaf aku membuatmu menjadi tempat pelampiasan kekecewaan ku terhadap Bella,"
Bella menangis ketika Rey semakin menyakiti tubuh nya, dan yang membuatnya semakin merasa sakit adalah, ketika Rey menganggap dirinya sebagai Kia.
Malam itu, desahan, erangan dan suara-suara aneh lain nya menghiasi kamar itu. Rey meninggalkan banyak bekas di tubuh Bella. Setelah selesai melakukan nya hingga berulang kali, kini Rey tertidur sambil memeluk Bella. Sebelum itu, ia menyelimuti tubuh polos istrinya yang sedang tanpa sehelai pakaian pun.