
Rey sedikit curiga dengan apa yang di lakukan oleh bi Ira, namun lebih dulu di tepisnya pemikiran itu. Rey pun berjalan menuju lemari pakaian dan memakai pakaian nya.
Setelah selesai memakai pakaian nya, Rey berjalan mendekati Bella yang tengah terbaring di atas ranjang. Rey merebahkan tubuh nya di samping Bella. Ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi setengah wajah istri nya itu.
Dengan perlahan, Rey mendekatkan bibir nya ke kening Bella, lalu mengecup kening wanita itu sedikit lebih lama.
"Aku belum yakin akan perasaan ku pada mu, Bella. Beri aku sedikit waktu lagi untuk memastikan perasaan ku ini," gumam Rey lalu menjauhkan tubuhnya dari Bella dan berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar tersebut.
Rey mengambil laptop nya dari atas meja dan langsung mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda. Dan ia juga harus mengerjakan pekerjaan Ronald, karena sahabat nya itu sedang cuti beberapa hari untuk pergi honeymoon.
Tidak terasa, langit sudah mulai gelap di iringi dengan bintang-bintang yang mulai berada di tempat nya. Rey melirik jam yang ada di ponsel nya. Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 07 malam. Rey langsung menutup laptop nya dan meletakkan kembali ke tempat asal nya.
Rey berjalan menghampiri Bella yang masih berada di atas ranjang, mata nya masih terpejam.
"Sayang, bangun!" panggil Rey sambil menepuk-nepuk pelan pipi Bella menggunakan punggung tangan nya. Bella hanya diam tak bergeming.
"Sayang bangunlah! cepatlah mandi, setelah itu kita makan malam," ujar Rey sembari mengguncang-guncang kan bahu Bella. Namun, Bella masih saja pada posisi nya.
"Bella, ada apa dengan mu? Bella bangun lah!" teriak Rey histeris karena melihat Bella tidak bereaksi.
"Bella, berhenti bercanda! Bangun lah!" teriak nya lagi masih dengan nada bicara yang sama.
"BELL-" Kata-kata Rey terputus begitu melihat mata Bella mulai mengerjap.
"Rey, jangan berteriak! telinga ku sakit. Apa kau pikir aku ini tuli?" cetus Bella sambil mengusap telinga nya menggunakan tangan nya.
"Kau memang tidak tuli, tapi aku akan membuatmu menjadi tuli," ketus Rey dan langsung berlalu meninggalkan Bella.
"Hey, ada apa dengan mu?" tanya Bella sambil mengernyitkan dahi nya.
"Kau tanya saja pada dirimu sendiri!" Rey berjalan semakin menjauh dari Bella. Bella langsung beranjak turun dari ranjang dan mengejar Rey.
"Rey, kau ini kenapa?" tanya Bella yang saat ia sudah menggapai tangan Rey. Rey membalikkan tubuh nya sampai menghadap Bella. Ia menajamkan kedua mata nya menatap manik mata wanita yang ada di hadapan nya.
"Aku dari tadi membangunkan mu, apa kau tidak dengar? apa perlu aku menyiram mu dengan air terlebih dahulu, baru kau mau bangun?" ujar Rey menajamkan kata-kata nya dan di iringi dengan tatapan mata yang semakin tajam pula.
"Maaf Rey, aku lelah sekali, maka nya aku tidak mendengar mu," cicit Bella pelan sambil menundukkan kepala nya, ia tidak berani menatap mata Rey saat sedang marah seperti itu. Menakutkan menurutnya, bahkan sangat-sangat menakutkan.
"Rey ... aku minta maaf!" ucap nya lirih sambil menghapus air mata yang ternyata sudah mengalir dari kedua sudut mata nya.
"Sudahlah jangan menangis! pergilah mandi, setelah itu kita makan malam." Ujar Rey sambil menghapus air mata Bella menggunakan kedua tangan nya, dan mengecup mata wanita itu secara bergantian. Bella pun mengangguk dan langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.
***
"Ya Tuhan, sakit sekali kepala ku ini, apalagi Rey membangunkan ku dengan berteriak seperti tadi. Rasanya kepalaku semakin sakit," ucap Bella sambil memijat kepala nya dengan perlahan.
"Kenapa aku tidak ingat kejadian hari ini sama sekali, ya? bagaimana aku bisa berada di dalam kamar? aku hanya ingat kalau aku sedang mimisan waktu di dalam mobil Rey. Setelah itu, aku sudah tidak ingat apa-apa lagi. Seperti nya aku pingsan, untung saja Rey tidak menyadari nya." Ucap Bella sambil membasuh wajah nya dengan air.
***
Setelah selesai makan malam, Rey kembali ke kamar untuk melanjutkan pekerjaan nya, ia di temani dengan segelas kopi tawar kesukaan nya. Sedangkan Bella tengah membantu bi Ira di dapur.
"Kamu sudah baikan, Nak?" tanya Bi Ira yang masih fokus dengan piring yang sedang di cuci nya.
"Bibi tau kalau Bella sedang tidak enak badan?" Bella malah balik bertanya sambil menatap intens Bi Ira.
"Tadi waktu bibi mengantar kopi ke kamar kalian, bibi melihat kamu sedang terbaring di atas ranjang. Tidak lama setelah itu, ada darah yang mengalir dari hidung kamu. Bibi langsung cepat-cepat turun ke bawah untuk mengambil handuk, dan kembali lagi ke atas untuk membersihkan darah tersebut dari hidung kamu, Nak. Tapi, sepertinya tadi kamu pingsan, karena kamu tidak sadar kalau bibi panggil," jelas Bi Ira.
"Bi ... Rey tau?" Bella sudah mulai khawatir kalau seandainya Rey tau.
"Tidak, Nak! Nak Rey tadi sedang di kamar mandi, jadi dia tidak melihat mu saat sedang mimisan. Tapi, tadi bibi hampir saja ketahuan oleh nya," Bi Ira kembali menjelaskan kejadian tadi kepada Bella. Bella sangat bersyukur karena Rey tidak mengetahui penyakit nya. Karena sampai kapan pun, Bella tidak akan pernah mau memberitahu kan penyakit nya kepada Rey, karena ia takut membuat masalah baru untuk suami nya itu.
"Ya sudah, Bi. Bella mau balik ke kamar dulu ya, Bi." Pamit Bella yang di beri anggukan kepala oleh Bi Ira.
***
Bella langsung melangkahkan kaki nya keluar dari dapur, tapi sebelum itu, ia mengambil beberapa camilan terlebih dahulu dari dalam lemari pendingin. Setelah itu, Bella kembali melangkah kan kaki nya menaiki tangga, untuk kembali ke kamar.
Bella masuk ke dalam kamar setelah mengetuk pintu kamar tersebut. Terlihat disana Rey sedang sibuk menatap layar monitor laptop nya. Bella berjalan menghampiri nya, dan langsung menjatuhkan tubuhnya untuk duduk di samping Rey.
"Aaa ...." Bella menyuapkan camilan ke dalam mulut Rey, Rey pun hanya mengikuti saja dan membuka mulut nya.
"Anak pintar hehe," Bella tertawa sambil menutup mulut nya. Rey menarik ujung bibir nya membentuk senyuman melihat Bella tertawa seperti itu.
"Bahkan hanya karena hal sepele saja, dia bisa tertawa seperti itu," gumam Rey sambil masih memperhatikan Bella yang masih setia menyuapi nya.
"Rey, ada yang bisa ku bantu?" tanya Bella seraya melihat laptop yang tengah di pegang oleh Rey.
"Suapi saja aku!" perintah Rey sambil membuka kembali mulut nya, Bella pun kembali menyuapi nya.
Rey kembali memfokuskan mata nya menatap monitor laptop nya, dan Bella pun masih setia menyuapi nya.