Let Me Still Love You

Let Me Still Love You
TOD



Bella terbangun dari tidur nya, di lihat nya matahari sudah berada di tempat nya. Bella mengerjap kan kedua mata nya; ia melihat Rey sudah tidak ada di sebelah nya. Bella bangun dari tidur nya dan duduk, walau masih di atas tempat tidur.


Bella mengedarkan pandangan nya ke setiap penjuru kamar, akan tetapi ia tidak mendapati seseorang yang sedang ia cari. Bella beranjak bangun dari duduk nya berniat untuk mencari Rey. Tapi sebelum itu, Bella menghentikan langkah nya ketika mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi. Ia kembali mendudukkan tubuh nya di atas tempat tidur.


“Kau sudah bangun?“ tanya Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Bella sudah duduk di tepi ranjang, akan tetapi dengan mata yang masih tertutup


“Ehm sudah, Rey.“ Bella menguap lalu menutup mulut nya dengan tangan nya.


“Mandi sana!“ perintah Rey sambil melemparkan handuk yang tepat mengenai wajah Bella.


“Rey, nanti saja aku mandi nya.“ Bella kembali membaringkan tubuh nya.


“Kau ini. Apa kau tidak sadar kalau kau sangat bau?" Rey berucap sambil menutup hidung nya.


“Rey, kau ini menyebalkan sekali!“ Bella melempar bantal yang tepat mengenai wajah Rey. Setelah itu, ia berlari menuju kamar mandi.


“Hey, berani sekali kau melempar ku!“ ucap Rey setengah berteriak.


“Kau tadi juga melempar ku dengan handuk,“ jawab Bella yang tak kalah kuat nya dan sudah hampir masuk ke dalam kamar mandi.


“Kita impas, Rey.“ Teriak nya ketika sudah berada di dalam kamar mandi, lalu menutup pintu kamar mandi tersebut.


"Wanita ini. Akan ku tunggu sampai kau selesai PMS. Kita lihat saja nanti, apa kau masih berani melawan ku seperti ini?" batin Rey sambil tersenyum licik.


Hampir 40 menit Bella berada di dalam kamar mandi, tidak ada suara percikan air sama sekali dari dalam sana. Rey mulai khawatir, pasal nya Bella selalu mandi lebih kurang 25 menit, tapi kenapa hari ini dia mandi lama sekali.


Rey memutuskan untuk mengecek Bella, ia takut ada sesuatu yang terjadi dengan wanita itu di dalam sana. Rey beranjak dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.


“Bella,” Panggil Rey sambil mengetuk pintu kamar mandi tersebut. Namun, tidak ada respon dari dalam.


“Bella, apa kau masih hidup?“ tanya Rey polos. Namun, masih tidak ada jawaban sama sekali dari dalam sana.


“Bella, apa yang terjadi dengan mu? Cepat buka pintu nya!" teriak Rey yang mulai khawatir.


“Bella, kalau kau tidak mau membuka nya juga, akan ku dobrak pintu ini!“ Akan tetapi, masih tidak ada jawaban dari dalam. Rey yang khawatir hendak mendobrak pintu tersebut.


Ketika Rey akan mendobrak pintu tersebut, tiba-tiba Bella keluar dari dalam sana, dan akhirnya Rey menabrak Bella. Bella hampir saja terjatuh, tapi sebelum itu tangan Rey lebih cepat menarik wanita itu ke dalam pelukan nya.


“Apa kau baik-baik saja?“ ucap Rey khawatir. Saat ini tidak ada jarak di antara mereka, bahkan wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.


"Dia tidak marah, dia bahkan khawatir padaku," batin Bella.


Blush


Seketika pipi Bella memerah, bersamaan dengan detak jantung nya yang memompa semakin cepat. Ia gugup sekali karena Rey menatap nya seperti itu.


“A-aku baik-baik saja, Rey.“ Jawab Bella gugup sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain, lalu mendorong tubuh Rey.


“Hey, kenapa kau mendorong ku?“ Bella hanya diam sambil menutupi wajah nya dengan tangan nya.


"Apa kau ingin membuat ku mati, Rey? berhadapan dengan mu seperti ini membuat ku sulit untuk bernafas,“ batin Bella sambil memegang dada nya yang masih berdegup dengan kencang.


“Ada apa dengan mu? Kenapa kau mandi lama sekali?“ tanya Rey kembali karena tidak mendapat respon dari Bella.


“Aku tadi tertidur di dalam bathtub,“ jawab nya polos.


“Hey, apa kau sudah gila? Kalau kau mati tenggelam bagaimana, Ibu pasti akan menyalahkan ku,“ Rey memegang bahu Bella dengan kedua tangan nya.


"Ternyata dia khawatir akan dimarahi oleh ibu nya, bukan karena mengkhawatirkan ku. Bella, kau terlalu banyak berkhayal," batin Bella.


“Kau terlalu berlebihan, Rey!" Bella melepaskan tangan Rey dari bahu nya, lalu melangkahkan kaki nya menuju meja rias.


“Lagian kalau aku mati, tidak ada juga yang akan memperdulikan ku.“ Lanjut nya lagi. Rey menatap punggung Bella prihatin.


Hening seketika


“Hari ini kita akan pergi kemana?“ tanya Rey memecah keheningan.


“Pagi ini sampai siang nanti, aku hanya ingin diam di resort saja. Sore nanti kita akan pergi melihat matahari terbenam dari tepi pantai,“


“Aku ingin menghabiskan waktu ku hanya berdua dengan mu hari ini, Rey. Karena jika kita sudah kembali, kau pasti tidak akan memperdulikan ku lagi.“ Lanjut Bella. Rey menoleh ke arah wanita itu.


“Apa yang bisa kita mainkan di dalam kamar?“ tanya Rey. Bella mengerutkan kening nya.


“Bagaimana kalau kita bermain TOD (Truth or dare)?“


“Boleh juga.“


“Sebentar, aku akan mencari botol terlebih dahulu.“ Rey beranjak dari duduk nya untuk mencari botol. Setelah dapat, Rey kembali menemui Bella.


***


“Ayo kita mulai permainan nya.“ Ucap Rey. Bella mengangguk sambil tersenyum.


Rey memutarkan botol tersebut, dan putaran pertama berhenti di depan Rey.


“Aku pilih truth saja.“ Ucap Rey.


“Siapa cinta pertama mu?“ tanya Bella.


“Kia.“ Jawaban yang lolos dari mulut Rey itu hampir membuat air mata Bella jatuh dari tempat persembunyian nya. Tapi Bella masih menahan nya.


"Hey, kenapa aku ingin sekali menangis? bukan nya aku sudah tau itu jawaban nya. Lantas, kenapa aku harus sedih seperti ini!" batin Bella menenangkan diri nya. Putaran kedua, botol tersebut berhenti di hadapan Bella.


“Aku pilih truth.“


“Apa kau mencintai ku?“ Pertanyaan Rey itu berhasil membuat Bella bingung.


“Ya.“ Jawab Bella singkat sambil menundukkan kepala nya.


“Ya apa, kenapa singkat sekali?" cetus Rey yang tidak puas dengan jawaban Bella.


“Iya Rey, aku mencintaimu.“ Cicit Bella pelan namun masih bisa di dengar oleh Rey. Rey tersenyum puas mendengar jawaban Bella . Ia memutar kembali botol tersebut dan putaran selanjut nya berhenti lagi di hadapan Bella.


“Kenapa aku lagi?“ ucap Bella kesal karena melihat botol tersebut berhenti lagi di hadapan nya.


“Jadi kau mengatakan bahwa aku ini curang?" tanya Rey.


“Bukan aku yang mengatakan, tapi kau yang mengakui nya.“ Rey ingin sekali membalas perkataan wanita yang ada dihadapan nya, tapi Bella menghentikan nya terlebih dulu.


“Sudah lah Rey, ayo lanjutkan permainan nya!"


“Aku pilih truth saja.“ Ujar Bella.


“Apa kau pernah berpacaran sebelum nya?“ tanya Rey.


“Tidak, aku sama sekali belum pernah berpacaran.“


“Kenapa? bukan nya dulu banyak sekali pria yang mengejar mu,“


“Jangan sok tau”


“Siapa yang sok tau? aku memang tau. Buktinya, Mike saja sampai menembak mu berkali-kali, walaupun masih tetap saja kau tolak.“


“Kau tau dari mana?“ tanya Bella.


“Apa kau lupa kalau Mike bersahabat dengan ku?“


“ Mike juga bilang kalau kau menolak nya karena menunggu seseorang. Siapa memang nya seseorang itu? “ tanya Rey penasaran.


“Kau tidak boleh tau.“ Jawab Bella gugup.


"Orang itu kau Rey, yang ku tunggu itu kau. Kenapa kau masih tidak mengerti juga.“ Batin Bella meringis.


“Jangan sampai hanya kau saja yang menunggu nya, tapi dia tidak memperdulikan mu sama sekali.“


Jleb


Bagai tertusuk pisau tumpul, Bella merasa air mata nya sudah siap mengalir, air mata yang sedari tadi sudah tergenang di pelupuk mata nya, hampir saja lolos akibat perkataan Rey.


"Kau benar, Rey. Memang hanya aku saja yang menunggu mu, dan kau sama sekali tidak pernah mengerti aku.“ Tidak terasa air mata sudah jatuh membasahi pipi wanita itu. Bella berlari ke kamar mandi dan menangis di dalam sana. Rey menatap punggung Bella yang sedang berjalan menuju kamar mandi dengan penuh keheranan.